Kamis, 04 November 2010

PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk Ganti Usaha ke Energi

BATAM – Perusahaan perhotelan di Medan, PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk akan menganti usahanya ke sektor energi awal tahun 2011 disebabkan prospektifnya bisnis energi, perseroan bahkan sudah menghitung laba yang akan diterima dari bisnis energi nantinya sekitar 11,7 miliar pertahun.



Sekretaris Perusahaan Pembangunan Graha Lestari, Linda Sari mengatakan, perseroan memang akan menganti bisnis utamanya dari perhotelan ke sektor energi terbarukan yakni yidro Power atau pembangkit listrik tenaga air. Untuk itu, melalui anak usahanya

PT Aek Simonggo Energy akan dibangun pembangkit listrik tenaga air yakni PLTAI Wampu I, PLTA Wampu II dan PLTA Parlilitan.

“Bisnis perhotelan sudah stagnan oleh karenanya kami akan menganti bisnis utama ke sector Hydro power yang lebih menjanjikan,” katanya, Kamis (21/10).

Seluruh daya listrik yang dihasilkan nantinya akan dijual ke PT PLN, untuk itu perseroan telah menandatangani MoU dengan PT PLN namun jumlah daya dan harga yang akan disepakati belum bisa disebutkan.

Sebagai tahap awal, perseroan akan membangun PLTA Wampu I sekitar Januari 2011. Dalam pembangunannya, perseroan bekerjasama dengan perusahaan asing yakni Arcadia Energy Trading pty ltd yang akan bertindak sebagai penyandang dana. Perseroan hanya menyediakan lahan seluas 20-30 hektare dengan investasi ditaksir 500 ribu dollar AS setara dengan 4,5 miliar rupiah.

Dana 4,5 miliar rupiah itu akan diperoleh dari pinjaman bank atau pihak ketiga dengan jaminan asset yang ada saat ini seperti hotel Traveler Suites Medan atau Dome Convention Centre. Jika diperlukan perseroan bahkan akan menjual hotel Traveler Suites Medan.

Keputusan itu dilakukan karena perseroan akan fokus di bisnis Hydro Power, untuk itu diharapkan kontribusi pendapatan dan laba dari sektor energi lebih besar dibanding perhotelan.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, diperkirakan kontribusi laba yang diterima dari bisnis energi itu mencapai 11,7 miliar rupiah per tahun atau 35 persen dari rata rata laba setelah pajak yang 33,6 miliar rupiah.

Dengan demikian, kinerja pendapatan dan laba dalam jangka panjang diprediksi naik signifikan. Sementara itu, pada semester satu ini perseroan membukukan pendapatan 6,83 miliar rupiah turun 7,5 persen dibanding periode sama 2009 yang 7,34 miliar rupiah. Sedangkan laba bersih 484,7 juta rupiah naik 35,4 persen dibanding periode sama 2009 yang 358,1 juta rupiah.

Sehubungan dengan pergantian bisnis utama tersebut maka struktur organisasi akan berubah sesuai dengan permintaan mitra asing yang akan bekerjasama membangun PLTA tersebut. Untuk itu akan dimintakan persetujuannya dalam RUPSLB yang waktunya akan ditentukan kemudian.

Analis saham Asia Financial Network mengungkapkan, sector energi cukup cemerlang seiring dengan pemulihan ekonomi 2010, kebutuhan energi akan kembali meningkat setelah kontraksi pada 2009 lalu. Dijelaskannya, saat ini banyak faktor pendorong permintaan minyak dan gas (migas) di 2010. Antara lain pertumbuhan populasi dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi minyak yang lebih besar dari produksinya, hingga konversi energi ke gas.Sementara itu, faktor pendorong permintaan batu bara adalah pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt tahap I dan II. diversifikasi energi ke batu bara yang ditargetkan menjadi 33 peren serta terbukanya pasar batu bara regional.

Menurut data dan analisa AFN, saham sektor energi yang kinerja fundamentalnya sangat baik antara lain PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Medco Energi International Tbk (MEDC), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Sementara untuk emiten batu bara yang kinerjanya kondusif antara lain adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (fTMG), serta PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA). (gus).

1 komentar:

BNIS PIK mengatakan...

Mengerikan saham ini pak:p