Senin, 27 Juni 2011

Sebanyak 488 Warga Kepri Tewas Akibat Aids



TANJUNG PINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat sebanyak 488 warganya tewas disebabkan Aids (Acquired. Immune Deficiency Syndrome) selama tahun 2000 hingga 2010 dan jumlah itu akan terus meningkat seiring bertambahnya kelompok masyarakat yang rentan terhadap penyebaran virus HIV/Aids.



Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjejep Yudiana mengatakan, penyebaran virus HIV/Aids di Kepri sudah sangat menguatirkan dan Kepri saat ini sudah menjadi Provinsi ke empat yang paling banyak penderita HIV/Aids di Indonesia.

“Berdasar data menunjukkan tiap tiga hari sekali terdapat satu orang mati karena virus HIV atau AIDS di provinsi Kepri. Bahkan terhitung sejak tahun 2000 hingga 2010 sudah terdapat 488 orang tewas karena HIV/AIDS,” katanya, Rabu (25/5).

Berdasar hasil survei tahun 2010, di Kota Tanjungpinang terdapat 3 orang positif HIV/AIDS di setiap 300 wanita hamil. Sedangkan di Karimun masih 1 orang per 300 ibu hamil adalah pengidap HIV/AIDS. Sementara itu, berdasarkan survey terhadap WPS (wanita pekerja seks) terdapat 51 orang positif HIV/AIDS dari 445 yang disurvei di Batam tahun 2010.

Menurutnya, angka kasus HIV di Kepri tiap tahun makin meningkat, pada tahun 2009 ditemukan 2.227 kasus dan tahun 2010 sudah menjadi 2.828 kasus. Sedangkan secara komulatif, Rate kasus AIDS di Indonesia menurut provinsi pada bulan September 2010, menunjukkan provinsi Kepri pada urutan empat dengan angka 14,48. Posisi teratas adalah Papua 122,22 , Bali 40,38 dan DKI Jakarta 36,32. Rate kasus secara nasional masih pada angka 7,93.

Prevalensi HIV pada Sub-Populasi berisiko yaitu Pengguna Napza Suntik 52, 4 persen, Penjaja seks Laki-laki (Termasuk Waria) 20, 3 persen, Penjaja seks wanita 7,1 persen, Laki-laki Seks dengan Laki-laki 5,2 persen serta Tuberkolusis sekitar 15 persen.

Angka angka tersebut, kata Tjejep cukup mengejutkan terlebih HIV yang merupakan virus yang menurunkan kekebalan tubuh manusia baru terdeteksi secara medis setelah selang 2-10 tahun sejak menginfeksi tubuh manusia. Demikian juga AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kumpulan sindrom yang fatal karena terjadi kerusakan yang progresif pada sistem kekebalan tubuh sehingga manusia sangat rentan dan mudah terjangkit beberapa penyakit tertentu.

Untuk itu, Tjejep mengajak warga Kepri untuk peduli terhadap penyebaran Virus HIV/Aids denga mengenali secara dini tanda tanda penyakit tersebut melalui tes darah.

Kepala Kesekretariatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Batam, Pieter P Pureklolong mengatakan, Bertambahnya pengidap baru HIV di satu sisi patut disesali,tapi di sisi lain menunjukkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri ke klinik semakin meningkat.. Pasalnya, selama ini masih banyak masyarakat yang punya risiko tinggi terhadap Aids yang enggan memeriksakan dirinya ke Dokter.

Para pengidap HIV baru yang ditemukan sebenarnya sudah lama mengidap Virus HIV. Hanya, baru akhir-akhir ini mereka mau memeriksakan diri sehingga diketahui kalau menderita HIV.

“Masih banyak masyarakat yang termasuk resiko tinggi terkena HIV belum mau memeriksakan diri,sehingga mereka tidak mendapatkan penanganan jika ternyata memang terjangkit penyakit mematikan itu,”kata dia.

Dikatakan, dengan ditemukannya penderita HIV/Aids baru bisa dilakukan upaya untuk menekan kasus sekaligus upaya pengobatan bagi penderitanya,

Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperkecil penyebaran virus HIV dengan sosialisasi ke generasi muda seperti yang dilakukan KPA Batam baru baru ini yang melakukan sosialisasi ke SMA/SMK bersamaan dengan dilakukannya masa orientasi sekolah (MOS).

"Penyuluhan ini penting diberikan kepada adik-adik sekolah pada kesempatan MOS, agar mereka memiliki pengetahuan yang tepat dan benar tentang HIV/AIDS sehingga sejak dini mereka berperan serta mengambil tanggungjawab untuk menekan penyebaran virus HIV,” katanya.

Menurut Pieter, pencegahan virus Aids memang harus melibatkan masyarakat karena hal itu sangat terkait dengan pola dan gaya hidup warga sehari hari., untuk itu pengenalan sejak dini terhadapa generasi muda perlu dilakukan untuk membentengi mereka dari kemungkinan tertularnya virus HIV. (gus).

Tidak ada komentar: