Selasa, 28 Juni 2011

Pipa Baja China Ancam Industri Nasional

BATAM – Maraknya peredaran pipa baja dari China dengan harga murah, menyebabkan produsen pipa baja dalam negeri menurunkan produksi sehingga dikuatirkan dapat menganggu industri pipa baja nasional.



Direktur Industri Logam Kementerian Perindustrian, Putu Surya Wiryawan mengatakan, produksi industri pipa baja lokal untuk keperluan pengeboran minyak dan gas lepas pantai di Batam mengalami penurunan signifikan disebabkan maraknya peredaran pipa baja jadi dari China yang harganya lebih murah.

Kondisi itu menyebabkan produsen pipa baja di Batam tidak dapat bersaing dengan baja China sehingga produksi di turunkan. Ironisnya, sebagian produsen justru membeli pipa baja dari China dengan harga murah tersebut untuk dijual kembali dengan harga tinggi.

Untuk mengantisipasi dampak negatif yang lebih buruk atas peredaran pipa baja dari China maka pemerintah pusat telah menginstruksi pemerintah Batam untuk benar-benar memberikan proteksi dan prioritas pada produsen lokal.

"Salah satunya yang harus diperketat adalah pengawasan, sebab ada kecurigaan produsen di Batam yang hanya mampu menghasilkan 50 batang pipa justru memasarkan 500 batang pipa ke pasaran. Diperkirakan mereka membeli pipa baja dari China untuk dijual kembali," katanya di Batam, Jumat (17/6).

Menurutnya, Batam harus diproyeksikan menjadi pusat logistik penunjang industri minyak dan gas di Indonesia, sehingga harus benar dilakukan pengawasan yang melindungi produsen lokal.

Anggota dua Deputi Bidang Pelayanan Jasa, Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fitrah Komaruddin mengatakan saat ini telah melarang pelaku impor pipa baja melakukan inpor produk jadi.

Di Batam sendiri, kata dia terdapat delapan perusahaan industri yang bergerak dalam bidang pembuatan pipa pengeboran minyak lepas pantai, salah satunya PT Citra Tubindo Tbk yang merupakan pemain internasional. (gus).


Tidak ada komentar: