Senin, 27 Juni 2011

Indonesia Butuh 25 Ribu Dokter Penyakit Dalam

BATAM – Indonesia saat ini baru memiliki sekitar tiga ribu dokter spesialis penyakit dalam, padahal kebutuhan idealnya 25 ribu dokter untuk melayani lebih dari 230 juta penduduk, sehingga kekurangannya mencapai 22 ribu dokter.



Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Aru W. Sudoyo mengatakan, Indonesia membutuhkan sedikitnya 25 ribu dokter spesialis penyakit dalam untuk melayani lebih dari 230 juta warga. Saat ini jumlah dokter penyakit dalam di Indonesia berdasarkan data PAPDI sebanyak 2.900 orang tersebar di seluruh Indonesia.

“Akibat kekurangan jumlah dokter penyakit dalam menyebabkan dokter spesialis penyakit dalam sering berkolaborasi dengan dokter umum untuk melakukan penanganan medis bagi pasien penderita penyakit dalam,” katanya, disela acara konferensi PAPDI di Batam, Kamis (9/6).

Untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis penyakit dalam, kata dia pemerintah harus berperan aktif untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi dokter umum agar dapat meningkat menjadi dokter spesialis.

“Seharusnya pemerintah memprioritaskan penempatan dokter spesialis di daerah perbatasan dengan pemberian kontrak kerja selama 10 tahun,” katanya.

Para dokter tersebut juga harus difasilitasi agar dapat bekerja secara maksimal. Pemerintah juga diharapkan dapat menambah jumlah rumah sakit pendidikan di Indonesia yang saat ini jumlahnya baru 19 buah.

Selain kekurangan dokter spesialis penyakit dalam, PAPDI juga memiliki beberapa tantangan kedepan dalam rangaka mendukung program Milennium Development Goal's. Tantangannya antara lain penanganan kasus HIV/AIDS, pendistribusian dokter spesialis yang belum merata, jumlah dokter spesialis yang belum mencukupi, menyikapi globalisasi dan mendorong tersedianya fasilitas kesehatan yang sesuai dengan standar minimal.

Sementara itu, Staf Ahli Kementerian Kesehatan, Krisna Jaya mengatakan kekurangan dokter spesialis juga terjadi di hampir seluruh Rumah Sakit Umum Daerah. Menurutnya, Idelanya, satu RSUD minimal ditempati oleh empat orang dokter spesial dari berbagai keahlian yang disesuaikan dengan kondisi setempat. Saat ini, satu RSUD terkadang hanya memiliki satu dokter spesialis.

Dikatakan, Indonesia sebenarnya bukan kekurangan tenaga dokter spesialis, tetapi banyak dokter spesialis yang tidak mau ditempatkan di berbagai RSUD dengan berbagai alasan, mulai dari gaji hingga keluhan tempat terpencil. (gus).

1 komentar:

Amisha mengatakan...


Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.

Nama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.

Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.

Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.

Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut