Senin, 27 Juni 2011

Kasus Narkoba Tertinggi di Batam

BATAM – Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau dinilai sudah menjadi pasar peredaran Narkoba (Narkotika dan obat terlarang) internasional, sehingga kasus tersebut menempati peringkat tertinggi yang disidangkan di Pengadilan Negeri Batam.



Humas Pengadilan Negeri Batam, Saiman mengatakan, dari 397 kasus yang disidangkan di PN Batam selama Januari sampai Mei 2011 ternyata kasus Narkoba menempati urutan tertinggi setelah kasus pencurian yakni sekitar 60 persen dari total kasus yang disidangkan.

"Kasus yang paling banyak disidangkan di PN Batam adalah kasus Narkoba dan pencurian, Selebihnya ada kasus cabul, penipuan dan lain-lain," kata Saiman, Senin (23/5).

Ditambahkan, untuk kasus Narkoba tersebut, vonis yang diberi hakim beragam sesuai pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan dilihat dari jumlah barang bukti dan terdakwanya berbelit-belit. Meringankan karena terdakwanya belum pernah terlibat tindak pidana dan kooperatif selama persidangan. Vonis terberat untuk kasus Narkoba yang pernah diberikan Hakim adalah hukuman mati dan seumur hidup.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Barelang (Batam, Rempang dan Galang) Kompol Arief Bastari mengatakan, dari hasil pengembangan dan pengungkapan selama tiga bulan yakni Januari hingga Maret 2011 di satuan narkoba Polresta Barelang, narkotika jenis ganja merupakan kasus terbanyak di Batam dengan jumlah 8.818,69 gram. Kemudian disusul dengan narkotika jenis Shabu-shabu seberat 843,9 gram, dan ekstasi sebanyak 928 butir.

Untuk pengendar sendiri, kata Arief, dari tiga bulan terakhir yang telah berhasil di amankan, sedikitnya ada 47 pengedar, sedangkan untuk pengguna, sebanyak 5 orang yang berhasil diamankan.

"Pada bulan Januari sebanyak 15 pengedar yang kami amankan lalu Februari 21 pengedar dan Maret ada 11 Pengedar. Sementara untuk pengguna sendiri, masing-masing satu orang di bulan Januari dan Februari, sedangkan Maret ada 3 orang pengguna yang kita amankan," katanya.

Para pengedar Narkotika tersebut sebagian besar bekerja serabutan seperti tukang ojek, buruh dan sebagian adalah pengangguran. Sedangkan tingkat pendidikanya rata rata SLTA dan SLTP. (gus).


Tidak ada komentar: