Senin, 01 Februari 2010

Penjualan Alat Berat Diprediksi Melebihi Ekspektasi

JAKARTA – Perusahaan alat berat, PT Hexindo Adiperkasa Tbk dan PT United Tractors Tbk menargetkan pendapatanya tumbuh 15-35 persen pada 2010 dibanding 2009, dengan total volume penjualan alat berat sekitar 4.900 unit. Jumlah itu diperkirakan bakal melebihi target penjualan alat berat nasional yang hanya 4.400 unit.




General Manager Corporate Secretary Hexindo Adiperkasa Heri Akhyar mengatakan, pihaknya menargetkan total penjualan alat berat sebanyak 1.400 unit pada tahun 2010, naik 16,7 persen dibanding 2009 yang hanya 1.200 unit.

Peningkatan penjualan itu dipengaruhi oleh membaiknya ekonomi nasional yang memicu semakin maraknya bisnis pertambangan dan perkebunan serta mendorong konsumsi alat berat.

“Nilai penjualan tahun ini ditargetkan 310 juta dollar AS yang diharapkan bisa di suffort paling banyak dari permintaan alat berat di sektor perkebunan dan kami sudah mengantongi kontrak dari beberapa perusahaan,” katanya, Senin (1/2).

Ditambahkan, kontribusi penjualan yang paling tinggi pada tahun ini diprediksi akan di suffort dari penjualan alat berat untuk sektor perkebunan karena banyak perusahaan perkebunan yang akan ekspansif pada tahun ini, sedangkan permintaan alat berat dari sektor pertambangan diprediksi stabil.

Perseroan kata dia, sudah mendapat kontrak dari beberapa perusahaan perkebunan dan pertambangan untuk pembelian alat berat, sayangnya Heri belum bisa menyebut angka dan nama perusahaannya.

Menurut dia, bila target penjualan alat berat tersebut tercapai, maka pendapatan tahun ini bisa mencapai 310 juta dollar AS atau sekitar 3,1 triliun rupiah dengan kurs 10.000 rupiah per dollar AS, atau naik 35 persen dibanding realisasi 2009 yang 229,6 juta dollar AS (2,3 triliun rupiah).

Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah menganggarkan belanja modal sekitar tiga juta sampai empat juta dollar AS pada tahun ini yang diambil dari kas internal. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk pemeliharaan (maintenance).

Terkait dengan kinerja 2009, dari laporan keuangan yang belum di audit disebutkan pendapatan 229,6 juta dollar AS, naik 13,2 persen dibanding 2008 yang 202,9 juta dollar AS, sedangkan laba bersih 21,2 juta dollar AS, naik 21,7 persen dibanding 2008 yang 17,42 juta dollar AS.


United Tractors

Perusahaan alat berat lainnya, PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan pendapatannya tahun ini tumbuh 15 persen dengan volume penjualan alat berat sekitar
3.500 unit lebih tinggi dibanding 2009 yang hanya 3.000 sampai 3.100 unit.

Investor Relations United Tractors Ari Setiyawan kepada Koran Jakarta mengatakan, pihaknya sangat optimistis penjualan tahun ini bisa lebih tinggi dibanding 2009, oleh karena itu perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar 430 juta dollar AS (4,3 triliun rupiah) dari kas internal dan pinjaman bank yang akan digunakan untuk pengembangan bisnis alat berat sekitar 30 juta dollar AS dan 400 juta dollar AS digunakan untuk pengembangan bisnis pertambangan batu bara.

Sebagian besar target penjualan alat berat tersebut, kata Ari untuk memenuhi permintaan anak usahanya yang bergerak di sektor pertambangan batu bara yakni PT Tuah Turangga Agung (TTA) di Buhut Provinsi Kalimantan Tengah yang sudah berhasil melakukan uji coba produksi pada bulan lalu dengan perkiraan volume produksi sampai akhir 2009 mencapai 40 ribu ton, sehingga permintaan alat berat akan naik seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi.

Sementara itu, Himpunan Alat Berat Indonesia (Hinabi) memproyeksikan volume penjualan alat berat tahun 2010 sekitar 4.400 unit, lebih tinggi dibanding 2009 yang hanya 2.200 unit.

Ketua Hinabi Pratjojo Dewo mengatakan, meski menghadapi ketatnya persaingan prudusen antar negara, industri alat berat nasional masih bisa tumbuh pada tahun ini, bahkan lebih baik dibanding 2009.

Peningkatkan penjualan tahun 2010 didukung oleh bergairahnya beberapa sector ekonomi utamanya perkebunan dan pertambangan seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah yang 5,5 persen, memicu ekspansi usaha perusahaan.

Meski demikian, kata Dewo proyeksi penjualan tahun ini yang 4.400 unit tersebut masih dibawah penjualan yang terjadi pada 2007 yang mencapai 4.700 unit dan jauh dibawah penjualan 2008 yang mencapai 5.914 unit. (gus).

Tidak ada komentar: