Selasa, 25 Januari 2011

Menghindari Efek Radiasi

Kemajuan ilmu dan teknologi mampu meningkatkan kesejahteraan dan mobilitas manusia, namun teknologi juga memberi efek negatif pada penggunanya yang mempengaruhi kesehatan seperti efek radiasi yang dihasilkan sejumlah produk elektronik.



Kemajuan dari teknologi komputer dengan ditemukannya wi-fi (Wireless Fidelity) dampaknya secara sekilas memang positif, tetapi Efek Radiasi Elektromagnetik terhadap kesehatan, paparan cahaya yang intens termasuk yang ditimbulkan oleh sebuah radiasi elektromagnetik, dalam tubuh manusia akan berpengaruh paling banyak pada pembentukan hormon melatonin yang diproduksi kelenjar pineal di dalam otak, yang memang bersifat sensitif terhadap rangsang cahaya.

Pekerja Teknologi dan Informasi (TI), M Adelin mengatakan pekerjaanya sebagai teknisi komputer di sebuah perusahaan Batam menuntutnya setiap saat harus berhadapan dengan komputer, oleh karenanya efek radiasi dari komputer tidak bisa dihindari.

“Sebagai pekerja TI, efek radiasi tidak bisa saya hindari namun saya hanya bisa memperkicil risikonya dengan melakukan berbagai cara,” katanya.

Namun, Adelin berupa untuk mengurangi efek radiasi tersebut dengan melakukan berbagai cara misalnya menggunakan pelindung di monitor komputernya.

Selain komputer, kata dia telepon genggam juga berakibat buruk bagi kesehatan, salah satunya penyakit “alzheimer” atau kepikunan lebih awal dari usia semestinya. Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menyebabkan menurunnya kemampuan berfikir serta kemampuan mengingat atau memori, sehingga gejala penyakit alzheimer mirip dengan orang tua yang pikun.

Untuk mengurangi efek radiasi barang barang elektronik seperti komputer atau handphone, kata Adelin ada beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain, jika lelah, istirahatkan sebentar mata dan jangan memaksakan diri untuk tetap menatap komputer saat sedang lelah. Jangan lupa untuk terus makan makanan yang bergizi terutama yang mengandung banyak vitamin A misalnya wortel. Namun perlu diingat bahwa konsumsi vitamin A agar disesuaikan dengan dosisnya. Apabila terlampau banyak mengkonsumsi vitamin A bisa menyebabkan overdosis vitamin A.

Untuk konsumsi vit A, menurut hasil riset terbaru dari inggris antara lain: Kebutuhan konsumsi vit A untuk balita : 200 SI/kg berat badan, Sedangkan untuk orang dewasa : 70 SI/kg berat badan. Jadi tidak perlu konsumsi tablet vit A secara khusus dan kontinu,

karena dapat menimbulkan batu ginjal. Tablet Vit A dapat diminum seminggu 1x. Lain hal-nya dengan Wortel / sayuran/ buah berwarna hijau / Orange semuanya yang alami mengandung Pro vit. A yang dapat diurai tubuh dengan baik sehingga tidak berdampak merugikan kesehatan. Wortel segar dapat dimakan langsung.

Kemudian tidur atau istirahat teratur selama delapan jam, khusus di daerah tropik, masih banyak orang yang belum sadar dan ‘care’ terhadap mata sendiri maka lindungi mata dari terik matahari karena intensitas cahaya matahari jauh lebih besar dan dapat mengakibatkan katarak.

Khusus Orang Tua dan Calon Orang Tua, anjurkan anak dari sekarang, menonton TV atau main playstation dan lainnya dengan jarak minimal 3 meter. Jangan membaca sambil tidur atau ditempat yang kurang pencahayaannya.

Untuk bidang pekerjaan yang berkaitan dengan keakuratan warna (misalnya design), tentunya sangat tergantung pada brightness dan contrast monitor. Dari hasil riset makin tinggi set brightness dan contrast, maka makin tinggi radiasinya. Setiap mata orang memiliki daya tahan yang berbeda; pedih, keluar air mata dan iritasi yang merupakan akibat dari radiasi.

Apabila hal itu terus menerus dialami dalam jangka waktu yang cukup lama, maka salah satu akibatnya adalah menderita Asthenopia (pupil mata jadi lambat bereaksi terhadap cahaya, karena intensitas cahaya (radiasi komputer, brightness contrast, cahaya matahari, dll yang berlebihan).

Bagi pengguna Handphone menurut Professor Leif Salford seorang peneliti dari Swedia mengatakan harus menjaga jarak tubuh dengan barang tersebut saat menggunakannya. Pasalnya, sistem ponsel ternyata menggunakan gelombang elektromagnetik yang dapat
menghasilkan radiasi yang mempengaruhi fungsi enzim dan protein yang bisa menimbulkan penyakit “alzheimer” atau kepikunan lebih awal dari usia semestinya.(gus).



Tidak ada komentar: