Selasa, 18 Mei 2010

Laba Mitra Adiperkasa Tumbuh 55 Persen

JAKARTA - Perusahaan ritel, PT Mitra Adiperkasa Tbk membukukan laba bersih 30 miliar rupiah di kuartal satu ini, melonjak hingga 55 persen dibanding periode sama 2009 yang 19 miliar rupiah disebabkan naiknya penjualan yang dipicu langkah perseroan menambah gerai baru.




Sekretaris Perusahaan Mitra Adiperkasa Fetty Kwartati mengatakan, kinerja penjualan dan laba di kuartal satu tahun ini meningkat signifikan, dimana penjualan bersih naik 13 persen menjadi 1,05 triliun rupiah dari 930 miliar rupiah pada kuartal satu 2009.

Sementara itu, laba bersih melonjak hingga 55 persen, dari 19 miliar rupiah pada kuartal satu 2009 menjadi 30 miliar rupiah.

"MAP mengawali tahun fiskal 2010 dengan baik. Fundamental yang kuat di kuartal pertama ini mencerminkan kemapanan dan kekuatan portofolio merek yang kami kelola, yang terdiri dari lebih dari 90 merek ternama dunia. Posisi MAP yang kuat semakin mendorong pertumbuhan usaha dan mengukuhkan keberadaaannya sebagai pemimpin pasar ritel gaya hidup di Indonesia," kata Fetty dalam keterangan pers yang diterima Koran Jakarta, Minggu (9/5).

Hingga akhir tahun, Fetty optimistis penjualannya bisa tumbuh hingga 20 persen. Untuk itu perseroan telah menyiapkan dana 250 miliar sampai 280 miliar rupiah dari kas internal untuk pengembangan gerai yang ada dan menambah gerai baru. Perseroan akan mengembangkan gerainya di seluruh Indonesua dengan menambah luas yang totalnya mencapai 50.000 meter persegi.

Selain mengembangkan atau menambah luas gerai yang sudah ada, kata dia, perseroan juga akan membuka gerai baru di beberapa kota seperti Balikpapan dan beberapa kota di Jawa serta Sumatra, sayangnya dia belum bisa menyebut jumlah gerai baru yang akan dibangun. Sampai saat ini, perseroan telah memiliki 717 gerai di 23 kota besar Indonesia.

Gerai baru yang akan ditambah serta dikembangkan pada tahun ini akan difokuskan pada gerai yang memberi kontribusi terbesar terhadap pendapatan seperti Departemen Store dan Fashion and Lifestyle.

Perseroan saat ini memiliki beberapa konsep gerai seperti Departemen Store dengan brand SOGO, SEIBU, Debenhams, Harvey Nichols dan Java / Lotus, kemudian Fashion & Lifestyle dengan brand gerainya Loewe, Salvatore Ferragamo, MaxMara, Tumi, Zara, Massimo, Dutti, Pull and Bear, Next, Marks & Spencer, Nautica, Lacoste, Topshop/Topman, Kipling, Miss Selfridge, Principles, Sole Effect, Dorothy Perkins, Swatch, Boots, H2O+, Molton Brown dan Samsonite.

Untuk gerai Olah raga nama gerainya Planet Sports, Sports Station, The Athlete's Foot, The Sports Warehouse, Golf House, Rockport, Reebok, Converse dan Adidas Sports.

Untuk gerai Food and Beverage nama gerainya Starbucks, Burger King, Cold Stone Creamery, Pizza Marzano, Domino's Pizza, Restoran Chatterbox dan Courtyard.

Sedangkan untuk gerai anak anak nama gerainya Kidz Station, Oshkosh B'Gosh dan Barbie Boutique.

Selain usaha ritel, perseroan juga merupakan distributor utama untuk lebih dari 90 merek internasional, di antaranya Reebok, Speedo, Wilson , Converse, Diadora, Lotto, Airwalk, Superman, Batman, OshKosh B’Gosh, dan Thomas & Friends.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin Mailool mengatakan, pertumbuhan omzet ritel pada 2010 bisa mencapai 20 persen karena kondisi perekonomian yang mulai membaik setelah krisis berangsur-angsur selesai.

"Pada 2010 saya melihat akan tetap lebih baik dari 2009, sebab 2009 ada dampak krisis global dan pemilu, jadi harusnya 2010 kondisi akan lebih baik. Pertumbuhan ritel bisa mencapai 20 persen dari sisi nilai penjualan," katanya.

Dijelaskan, selama 2009 ini pertumbuhan omzet ritel agak tertahan karena pelaku banyak berhati-hati dalam melakukan ekspansi tokonya. Namun, tahun 2010 peritel diperkirakan akan lebih ekspansif mengingat sektor properti terutama pembangunan mal juga mulai kembali berkembang. (gus).

Tidak ada komentar: