Senin, 22 Maret 2010

Empat Pasangan Kepala Daerah Kepri Resmi Daftar ke KPU

BATAM – Sejumlah empat pasangan masing masing Aida Ismeth Abdulah- Eddy Wijaya, M Sani-Surya Respatriono, Huzrin Hood- Wan Ahmad Adib Zain dan Nyat Kadir-Zulbahri secara resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepri yang akan mulai digelar Mei 2010. Sementara itu, Gubernur Kepri Ismeth Abdullah batal mencalonkan kembali karena tersandung kasus Korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran di Otorita Batam.




Anggota KPU Provinsi Kepri Ferry M Manalu mengatakan, sampai batas akhir masa pendafataran calon Gubenur dan Wakil Gubernur Kepri pada Sabtu (6/3) telah mendaftar sebanyak empat pasangan yakni Aida Ismeth Abdullah berpasangan dengan Eddy Wijaya yang didukung oleh Partai Golkar, PPP, PKB, Pelopor, dan 14 partai lainnya dengan jumlah perolehan suara di Parlemen sekitar 35,19 persen.

Aida Ismeth Abdullah merupakan istri Gubernur Kepri Ismeth Abdullah yang sebelumnya juga berniat untuk mendaftar kembali namun tersandung dengan kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran sewaktu menjabat sebagai Ketua Otorita Batam. Akibat kasus tersebut, Ismeth Abdullah saat ini menjadi tahanan sementara KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) sehingga tidak dapat melanjutkan niatnya untuk menjadi Gubernur Kepri kembali.

Aida Ismeth Abdullah juga saat ini menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DPR RI yang memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu beberapa waktu lalu. Sementara itu, pasangannya Eddy Wijaya saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kepri.

Aida Ismeth Abdullah mengatakan, keikutsertaannya dalam Pilkada Kepri saat ini di dorong oleh niatnya untuk melanjutkan pembangunan yang telah dirintis suaminya Ismeth Abdullah. Pasalnya, masih banyak rencana Ismeth yang telah disusun belum terlaksana secara sempurna.

‘’Saya terpanggil melanjutkan pembangunan yang telah direncanakan Bapak. Karena beliau tak mencalonkan lagi, maka saya yang akan melanjutkan. Tentunya, jika direstui masyarakat Kepri,’’ kata Aida.

Salah satu fokus perhatian yang akan dilakukan Aida adalah penerapan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (FTZ) di Batam, Bintan dan Karimun. Aida melihat, penerapannya hingga kini belum banyak dirasakan masyarakat.

‘’Upaya Pak Ismeth selama ini telah maksimal. Payung hukumnya telah disempurnakan.

Terbatasnya masa tugas Bapak, akhirnya timbul kesan penerapan FTZ belum maksimal. Kita akan buktikan, ke depan sektor investasi Kepri akan berkembang sejalan dengan kemajuan Provinsi Kepri,’’ kata Aida.

Pasangan lainnya yang mendaftar adalah Muhamad Sani dan Suryo Respatriono yang didukung oleh Partai PDI Perjuangan, Hanura, PPIB dan PKNU. M Sani saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur sedangkan Suryo Respatriono saat ini menjabat sebagai Anggota DPR Provinsi Kepri.

Pasangan lainnya adalah Nyat Kadir dan Zulbahri yang di dukung oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Nyat Kadir adalah Mantan Walikota Batam yang sebelumnya juga ikut Pilkada Kepri namun tidak berhasil sedangkan Zulbahri saat ini menjabat sebagai Anggota DPR RI.

Pasangan terakhir yang mendaftar ke KPU adalah Huzrin Hood dan Wan Ahmad Adib Zain yang didukung oleh Partai Amanat Nasional (PAN) dan sepuluh partai kecil lainnya. Huzrin Hood adalah Mantan Mantan Narapidana yang tersangkut kasus korupsi sewaktu menjabat Bupati Kepri (Bintan) sedangkan Suryo Respatriono saat ini menjabat anggota DPRD Provinsi Kepri. (gus).

Bosowa Grup Siapkan Investasi Rp300 M

BATAM – Kelompok usaha Bosowa menyiapkan investasi 200 miliar sampai 300 miliar rupiah dari kas internal untuk pengembangan usaha tahun ini yang akan digunakan untuk bisnis otomotif, industri semen, infrastruktur, pertambangan dan properti. Harapannya, pendapatan tahun ini bisa lebih baik dibanding 2009 yang realisasinya diperkirakan 4,5 triliun rupiah.




CeO Bosowa Erwin Aksa di sela acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) mengatakan, pihaknya selalu membuat target optimisits setiap tahunnya, pada tahun ini diprediksi nilai pendapatan lebih dari 2009 yang diperkirakan 4,5 triliun rupiah, sayangnya dia belum mau menyebut angka pastinya.

“Tahun ini kami siapkan dana investasi 200-300 miliar rupiah dari kas internal dan nantinya ditambah lagi dari perbankan dan sumber lainnya sehingga investasi tahun ini menjadi lebih dari 300 miliar rupiah,” katanya, Kamis (4/3)

Untuk mengejar target pendapatan tersebut, kata Erwin pihaknya telah menyiapkan investasi atau belanja modal sekitar 200 miliar sampai 300 miliar rupiah dari kas internal. Jumlah belanja modal itu diperkirakan lebih tinggi lagi bahkan bisa mencapai satu triliun rupiah, karena selain menggunakan kas internal perseroan juga akan mencari dana lewat perbankan dan sumber lainnya sebagai tambahan.

Dana investasi itu akan digunakan untuk pengembangan beberapa sector industri antara lain, pengembangan di sektor otomotif dengan menambah beberapa cabang di beberapa kota Indonesia . Lalu akan digunakan untuk pengembangan pabrik semen di Batam dan Sulawesi , kemudian membangun pembangkit listrik di Makasar, untuk pengerjaan proyek jalan tol serta untuk akuisisi beberapa pertambangan batu bara di Kalimantan Timur.

Untuk industri semen, kata Erwin pihaknya pada tahun ini juga akan meningkatkan kapasitas usaha anak usahanya di Batam yakni PT Semen Batam dengan cara mengajak investor untuk bergabung di perusahaan itu.

Perseroan kata Erwin akan melakukan penawaran saham perdana atau IPO/Initial Public Offering PT Semen Batam sebelum akhir tahun ini. Pada saat ini, management Bosowa sedang menyeleksi beberapa perusahaan yang akan menjadi penjamin emisi.

Erwin optimistis target tahun ini bisa tercapai, karena kondisi ekonomi mulai membaik dan adanya sikap optimistis dari pemerintah yang ditandai dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 4,5-5 persen. Selain itu, tingginya anggaran belanja negara juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan industri dan sector riel.

Meski demikian, untuk menunjang pertumbuhan dan target tersebut diperlukan dukungan dari industri perbankan untuk mendapatkan modal.

Dukungan Bank

Dijelaskan, industri perbankan saat ini masih terlalu prudent atau berhati hati dalam menyalurkan kredit, terutama untuk perusahaan menengan dan kecil. Padahal, perusahaan menengah saat ini butuh modal dari perbankan untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya.

Selain itu, tingkat suku bunga kredit yang masih tinggi dan jauh diatas suku bunga acuan atau BI Rate juga menyebabkan industri dalam negeri kurang bersaing dengan industri di luar negeri seperit Cina dan negara tetangga lainnya.

Bosowa Grup adalah kelompok usaha terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) yang berbasis di Makasar Provinsi Sulawesi Selatan. Sampai saat ini, grup usaha ini sedikitnya memiliki 26 anak usaha di berbagai kota Indonesia yang menjalani beberapa sektor bisnis antara lain industri semen, otomotif, infrastruktur, media cetak, real estate, keuangan, transportasi, perdagangan, makanan dan minuman serta agrobisnis.

Kepala Riset PT Paramitra Alfa Securities Pardomuan Sihombing mengatakan, untuk mendapatkan dana dari pasar modal lewat penawaran saham perdana seperti yang akan dilakukan anak usaha Bosowa yakni PT Semen Batam sangat tergantung dari fundamental perusahaan tersebut. Selain itu kondisi pasar yang masih fluktuatif juga akan mempengaruhi investor untuk membeli saham baru tersebut. (gus).

Senin, 01 Maret 2010

Adventorial : Empat Tahun Dengan 13 Award



Foto : Walikota Batam Ahmad Dahlan

Tepat empat tahun masa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Batam, Ahmad Dahlan dan Ria Saptaria pada 1 Maret 2010 banyak hal yang sudah di hasilkan untuk pembangunan ekonomi daerah dan itu dibuktikan dengan diterimanya 13 penghargaan (Award) berskala nasional. Namun, keberhasilan yang dicapai tersebut masih menyisakan berbagai kritikan dan permasalahan ekonomi serta kemasyarakatan untuk segera di perbaiki.




Salah satu persoalan yang perlu diperbaiki oleh Pemko Batam adalah soal penataan kota yang masih dinilai banyak orang kurang sempurna. Itu terlihat dari penataan di sekitar kawasan Jodoh dan Nagoya yang merupakan kawasan bisnis dan perdagangan. Di kawasan itu, sekarang penataannya sangat semrawut seperti terlihat di seputaran Taman Jodoh Boulevard yang diperuntukan bagi tempat peristirahatan bagi warga justru dimanfaatkan tidak semestinya oleh orang tak bertanggung jawab khususnya pada malam hari.

Direktur Kawasan Industri Batamindo Jhon Sulistiawan mengatakan, Batam sebagai kota industri perlu di kelola secara baik khususnya dalam penataan kotanya agar warga yang sebagian besar merupakan pekerja bisa menikmati pemandangan kota dengan baik selepas bekerja.

Meski demikian, Jhon tetap memberi apresiasi terhadap langkah dan program yang telah dilakukan duet kepemimpinan Ahmad Dahlan dan Ria Saptarika dalam memajukan perekonomian Batam, khususnya dalam penciptaan birokrasi yang lebih efisien dan lebih bersih.

Namun, menyangkut koordinasi antar instansi, Jhon menilai perlu ditingkatkan kordinasi antara Pemko Batam dan Otorita Batam atau Badan Penguasaaan FTZ Batam untuk memberi rasa nyaman pada investor dalam menjalankan bisnisnya.

Walikota Ahmad Dahlan menjelaskan, memang masih banyak persoalan yang harus segera diperbaiki dan ditingkatkan menyangkut layanan kepada masyarakat, sebab untuk memberi kepuasan kepada seluruh orang pastilah sangat sulit, namun dia senantiasa berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi warga kota.

Dia menyadari sebagai kota yang terus tumbuh dan akan menjadi kota metropolis, maka persoalan kemasyarakatan akan mengiringinya seperti persoalan kebersihan kota, anak jalanan, pengemis dan gelandangan, pengangguran dan lainnya.

Oleh karena itu, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah dan program untuk memberdayakan masyarakat tidak mampu, seperti dengan memberikan bantuan modal atau kredit untuk usaha mikro.

Namun, kata dia Pemko memiliki banyak keterbatasan sehingga tidak mampu menjangkau seluruh masyarakat sehingga dibutuhkan peran serta dari warga lainnya untuk bekerjasama.

Selama empat tahun kepemimpinan Ahmad Dahlan-Ria Saptarika pemerintah telah meletakan pedoman bagi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan hal itu mendapat apresiasi dari Pemerintah pusat dengan diterimanya anugerah Leadership Millenium Development Goals (MDGs) Awards 2009 yang diterima pada 12 Desember 2009.

Penghargaan yang diberikan Menkokesra Agung Laksono itu sebagai tanda kemampuan Walikota Batam dalam mengaktualisasikan komitmen pembangunan millennium dalam bentuk pencapaian program program aksi berkelanjutan yang searah dengan tujuan pembangunan millennium.

Selain MDGs Award, Walikota Batam juga mendapat penghargaan lainnya yang jumlahnya mencapai 13 penghargaan untuk masa bakti empat tahun. Ini menandakan kerja keras dan upaya Walikota Batam Ahmad Dahlan mendapat pengakuan dari masyarakat luas dan pemerintah pusat, tentunya perlu dilanjutkan. (gus).

Adventorial : Menjaring Investasi dengan Efisiensi Birokrasi



Foto : Walikota Batam Ahmad Dahlan menerima penghargaan Adipura dari Presiden RI SBY

Batam masih tetap menjadi pilihan investor untuk berinvestasi, pada 2009 saja nilai investasi yang masuk ke kota ini sekitar 358,7 juta dollar AS yang terdiri dari 82 proyek baru. Kondisi itu memicu pertumbuhan ekonomi yang setiap tahunnya selalu diatas rata rata nasional dan pada 2009 mencapai 7,18 persen. Pencapaian itu tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kota Batam yang menciptakan birokrasi yang bersih dan efisien.




Walikota Batam Ahmad Dahlan menjelaskan, sejak terpilih sebagai kepala daerah empat tahun silam, dia bersama dengan Wakil Walikota, Ria Saptarika telah berkomitmen untuk membangun perekonomian Batam dengan berlandaskan pada kinerja pemerintahan atau birokrasi yang bersih dan efisien.

Itu perlu, karena sebagai kota industri dan tujuan bagi investasi tidak hanya dari dalam negeri tapi mancanegara, Batam dituntut untuk dapat memberikan layanan yang lebih baik dibanding daerah lain di Indonesia dan di negara tetangga untuk meningkatkan daya saingnya.

Tabel Nilai Investasi Asing Sampai 2008

No Negara Nilai Investasi (dalam juta dollar AS) Jumlah Perusahaan
1 Singapura 819.112 363
2 Jepang 128.818 15
3 Malaysia 70.739 35
4 Taiwan 36.934 20
5 USA 20.584 10
6 Korea 14.010 16
7 British Virgin Island 8.557 3
8 Inggris 3.892 3
9 Australia 6.305 12
10 Hongkong 2.800 -
11 Cayman Island 2.177 -
12 Jerman 3.287 2
13 Saudi Arabia 1.950 -
14 Switzerland 28.550 -
15 China 7.305 10
16 India 3.100 -
17 Dermark 0.873 -
18 Mauritius 0.800 -


Beberapa langkah telah dilakukan misalnya dengan membangun sistem layanan investasi terpadu atau one stop service yang telah di resmikan pemerintah pusat melalui Menkoperekonomian Hatta Rajasa beberapa waktu lalu dengan nama Sistem Pelayanan Informasi dan Perijinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE)

Dengan sistem tersebut, investor bisa mengajukan aplikasi investasi melalui elektronik atau sistem on line sehingga berpotensi menghilangkan pungutan liar (Pungli). Selain itu, proses pengurusannya juga menjadi super cepat dan lebih murah.

Sistem layanan investasi yang dibangun di Gedung Sumatra Promotion Centre itu memberikan layanan investasi satu atap, sehingga investor cukup mengurus ijin di satu lokasi itu.

Ada sekitar 33 perijinan yang diberikan gedung tersebut antara lain, Perijinan dari kantor Badan Kordinasi Penanaman Modal Nasional (BKPM) diantaranya, persetujuan Baru PMDN dan PMA, Persetujuan perluasan PMDN dan PMA, Angka pengenal importir terbatas (APIT) dan ijin usaha tetap (IUT) PMDN dan PMA.

Berasarkan MoU antara BKPM, Pemerintah Kota Batam dan Badan Pengusahaan Kawasan Batam sebanyak 6 perizinan menjadi tanggungjawab BKPM, 72 jenis perizinan 20 non perizinan seperti rekomendasi menjadi tugas Pemerintah Kota Batam serta 7 jenis perizinan dikeluarkan BP Kawasan Batam.

Pemerintah Kota Batam dan Otorita Batam memberi layanan perijinan antara lain izin lokasi, Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Undang-undang gangguan (HO), Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), Surat Keterangan Asal Produk (SKA), Perizinan dari Otorita Batam untuk mendirikan usaha di Kawasan ekonomi Khusus KEK Batam dan Perizinan Daerah lainnya

Layanan secara digital tersebut tidak hanya diberikan kepada pengusaha semata, untuk warga Batam yang sebagian besar adalah pekerja juga diberikan layanan berupa Digital Island yakni pemberian Hot Spot Gratis di beberapa lokasi Kota Batam dengan harapan warga di kota ini bisa meningkatkan pengetahuannya melalui akses internet tanpa bayar.

Pemerintah kota Batam juga menerapkan e – Government dalam memberikan layanannya kepada masyarakat. Dengan mengakses website yang dimiliki pemerintah maka warga di kota ini bisa memperoleh akses data tentang perekonomian Batam karena tersedia database mengenai ekonomi daerah.

“Dengan layanan yang serba digital dan elektronik tersebut, kami berharap bisa memberi kepuasan pada warga di kota ini dan sekaligus bisa menjadi pendorong bagi investor untuk menanamkan investasinya,” kata Ahmad Dahlan.

Langkah yang dilakukan pemerintah kota tersebut agaknya membuahkan hasil, itu terbukti dari terus mengalirnya arus investasi ke Batam dan saat ini jumlah perusahaan yang telah berinvestasi mencapai lebih dari 3.648 perusahaan asing dan dari dalam negeri.

Kondisi itu memungkinkan terjadinya penambahan kas daerah karena pendapatan naik, sehingga anggaran belanja atau APBD Kota Batam terus mengalami peningkatan. Pada 2006 APBD Batam hanya 474,5 miliar rupiah lalu naik menjadi 880 miliar rupiah pada 2007 dan 2008 menjadi 883 miliar rupiah. Pada 2009 APBD Kota Batam menembus angka satu triliun rupiah atau tepatnya 1,32 triliun rupiah.

Tabel : PDRB Kota Batam

Keterangan 2006 2007 2008
Produk domestic regional bruto
atas dasar harga pasar 29.229.330,43 33.022.502,77 38.264.217,84
Produk domestic regional netto
atas dasar harga pasar 23.341.853,11 25.871.841,15 29.941.750,26
Per kapita produk domestic
regional bruto 44.556.634,45 47.388.251,09 51.710.848,27
Per kapita pendapatan regional 32.556.694,01 33.836.279,69 36.818.123,97

Menurut Ahmad Dahlan, setelah membereskan birokrasi agar lebih bersih dan efisien dalam memberikan layanan kepada investor dan warga, pihaknya juga terus membangun dan menyempurnakan infrastruktur kota seperti air, listrik dan telepon. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menerangi kota Batam melalui pengadaan lampu di seluruh jalan yang ada di pusat kota, kemudian membangun fasilitas bermain atau taman di tengah kota dan membangun drainase agar Batam tidak seperti Jakarta yang selalu di dera banjir setiap tahunnya ketika musim penghujan datang.

Untuk itu, pada tahun 2010 ini Pemerintah Kota Batam telah mengalokasikan dana cukup besar guna memelihara saluran drainase sepanjang 54.420 meter di hampir seluruh pelosok kota Batam.

Wakil Walikota Batam Ria Saptarika menambahkan, sebagai kota yang memang telah di proyeksikan menjadi pusat pertumbuhan Indonesia di bagian barat dengan visi menjadi Bandar Dunia Madani, maka pembangunan sumber daya manusia sebagai motor penggerak yang akan mewujudkan visi tersebut sangatlah penting.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Batam sangat antusias membangun lembaga pendidikan formal maupun non formal dan tahun 2010 ini, Pemerintah Kota akan membangun lagi 48 unit ruang kelas baru.

Tabel Pendidikan Kota Batam 2009

Keterangan Jumlah
Sekolah TK-SMU 789 unit
Siswa 144.776 orang
Guru 8.200 orang

Tidak hanya membangun infrastruktur sekolah, Pemerintah Kota juga mengganggarkan dana relatif besar untuk memberikan beasiswa kepada siswa berprestasi dan yang kurang mampu, pada tahun 2009 jumlah siswa yang mendapat beasiswa dari Pemko sebanyak 14.613 orang siswa.

Pemko juga telah memberikan dana tunjangan sekolah berupa tunjangan transportasi untuk siswa di Hinterland yakni sejumlah 1.220 siswa. Tunjangan itu diberikan agar siswa di Hinterland dapat menjangkau sekolah dengan mudah mengingat letak sekolah dan tempat tinggalnya relatif jauh.

Di sektor kesehatan, kata Ria Pemko Batam telah membangun sekitar dua unit rumah sakit, 13 Puskesmas, 49 Puskesmas pembantu, 37 unit Polindes, 7 unit Poskesdes, Puskesmas keliling darat dan laut sebanyak 35 dan posyandu sebanyak 294 unit. Sementara itu, jumlah rumah sakit swasta di Batam mencapai 72 unit, 180 balai pengobatan dan 67 unit rumah bersalin.

Saat ini pemerintah Kota sedang mengembangkan rumah sakit umum daerah yang akan ditingkatkan statusnya dari Tipe D ke Tipe C. Untuk itu dibutuhkan anggaran sekitar 84,5 miliar rupiah.

Di sektor Pariwisata, Pemerintah Kota telah mencanangkan tahun ini sebagai tahun kunjungan wisata atau Batam Visit 2010.

Kepada Dinas Pariwisata Batam Guntur Sakti, Pemko menargetkan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak banyaknya, namun paling tidak diupayakan sebesar 1,2 juta. Untuk itu telah disiapkan berbagai agenda untuk menjaring wisatawan datang ke Batam.

Namun, kata Guntur dengan adanya pemberlakuan kebijakan tariff tunggal Visa on Arrival (VoA) yang mengenakan cash masuk ke Indonesia sebesar 25 dollar AS untuk jangka waktu 30 hari diperkirakan akan menekan kunjungan wisatawan ke Batam, pasalnya wisatawan yang berkunjung ke kota ini rata rata ijin tinggalnya hanya dua sampai tiga hari, sehingga kurang adil bila harus membayar 25 dollar AS. Oleh karena itu Pemko Batam berharap pemerintah pusat mau mengaji ulang kebijakan tersebut. (gus).


PT Semen Batam Pastikan IPO Akhir 2010

BATAM – Perusahaan semen, PT Semen Batam anak usaha dari Grup Bosowa memastikan rencana initial public offering /IPO akhir tahun 2010 ini dengan melepas 30 persen sahamnya ke public, setelah mendapat kepastian pembeli siaga dari Dubai atau Singapura. Rencana itu diperkirakan akan meningkatkan kapasitas produksi lebih dari 1,2 juta ton per tahun seiring dengan rencana pengembangan pabrik yang akan menggunakan dana dari hasil IPO tersebut.




CEO Grup Bosowa Erwin Aksa mengatakan, pihaknya memang membutuhkan dana dalam jumlah besar untuk mengembangkan kapasitas perusahaa semennya yang berbasis di Batam yakni PT Semen Batam. Pengembangan yang akan dilakukan adalah memperbesar kapasitas produksi dengan menambah mesin baru serta investasi di pembangkit listrik untuk menunjang produksi.

“IPO tetap akan dilaksanakan tahun ini juga, dan semoga dalam beberapa bulan kedepan sudah ditunjuk perusahaan penjamin emisinya,” kata dia, Minggu 928/2).

Selain penjamin emisi, kata Erwin pihaknya juga sedang berupaya untuk mendapatkan pembeli siaga, dan saat ini sedang dilakukan negosiasi dengan beberapa investor dari Dubai dan Singapura.

Dikatakan, perseroan akan menempuh beberapa cara untuk mendapatkan dana guna pengembangan usaha, diantaranya dari pasar modal dengan melepas sekitar 30 persen sahamnya ke Public. Target dana dari IPO itu sekitar 200 miliar sampai 300 miliar rupiah.

Anggota tim Persiapan rencana IPO PT Semen Batam, Eko Ergindo menambahkan, rencana IPO sebenarnya akan dilakukan awal 2010 namun ditunda karena belum ada kesepakatan dengan investor yang akan menjadi pembeli siaga. Investor tersebut belum berani melakukan transaksi saat ini karena situasi pasar dinilai belum memungkinkan.

“ Ada beberapa hal yang menyebabkan IPO terpaksa ditunda yaitu ketidaksiapan pembeli siaga dan kondisi pasar yang tidak memungkinkan,” katanya.

Menurut Eko Ergindo, pihaknya tidak dapat memaksa pembeli siaga untuk melakukan transaksi karena pasar saat ini memang belum kondusif. Pembeli siaganya sendiri berasal dari perusahaan dalam negeri dan luar negeri, sayangnya dia tidak menyebut nama perusahaanya.

Pembeli siaga tersebut, katanya merupakan perusahaan yang memang melakukan investasi untuk jangka panjang, karena dana yang akan ditanamkan baru menghasilkan dalam jangka panjang.

Terkait dengan kinerja perusahaan, pada semester satu 2009 Semen Batam membukukan penjualan sekitar 200-300 miliar rupiah, lebih tinggi dibanding periode sama 2008. Peningkatan penjualan itu disebabkan naiknya volume produksi.

Sementara itu, sampai akhir tahun 2009 nilai penjualan diperkirakan mencapai 600 miliar rupiah seiring dengan naiknya produksi menjadi 600 ribu ton, lebih tinggi dibanding produksi 2008 yang 200 ribu ton.

Untuk itu, beberapa strategi telah dilakukan seperti meningkatkan pemasaran khususnya di kawasan Sumatera. Untuk pasar Batam sendiri, perseroan menargetkan bisa menjadi pemain utama atau market leader. Konsumsi semen di Batam pada 2008 mencapai 600 ribu ton tahun lalu dan tahun ini diperkirakan naik sekitar 10-30 persen, dari jumlah itu diharapkan 50 persennya bisa dipenuhi oleh perseroan.

Research Analys PT Asia Securities Arga Pradita Sutiyono dalam riset yang dipublikasikan Desember 2009 menyebutkan, prospek industri semen tahun 2010 diperkirakan bakal meningkat dan lebih baik dibanding tahun sebelumnya karena beberapa pertimbangan, pertama, dukungan pemerintah terhadap program pengembangan infrastruktur dimana peluang pertumbuhan infrastruktur adalah 3,0 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto) untuk tahun 2010 hingga 2014.

Kedua, Bahan baku yang masih mencukupi, karena beberapa lokasi bahan baku kapur dan Gamping masih tersebar luas di seluruh daerah Indonesia . Ketiga, Peningkatan konsumsi semen yang terus naik setiap tahun dengan laju pertumbuhan permintaan 7-8 persen per tahun. Keempat, Pertumbuhan permintaan di Kalimantan dan Sumetra naik 15-18 persen setiap tahun.

Kelima, ditunjang oleh kecenderungan naiknya harga semen dimana harga semen naik 14 persen sejak tahun 2008. Kelima, Peningkatan kapasitas produksi semua produsen semen karena dalam lima tahun terkahir kapasitas pabrik semen akan mengalami full capacity. (gus).

Target penjualan 2009 Tercapai : Pemilik Waralaba KFC akan Bagi Dividen

BATAM - Perusahaan makanan pemilik waralaba Kentucky Fried Chicken (KFC), PT Fast Food Indonesia Tbk berencana membagi dividen pada pemegang saham untuk kinerja keuangan 2009, seiring dengan tercapainya target penjualan senilai 2,4 triliun rupiah. Untuk 2010, perseroan menargetkan penjualan tumbuh 18 persen atau sekitar 2,8 triliun rupiah.




Direktur yang juga Sekretaris Perusahaan Fast Food Justinus Dalimin Juwono mengatakan, nilai penjualan tahun 2009 diperkirakan lebih dari 2,4 triliun rupiah sehingga target yang hanya 2,4 triliun rupiah sudah tercapai. Dengan demikian, pihaknya berencana membagikan dividen pada pemegang saham untuk kinerja keuangan 2009 sejumlah 20 persen dari laba.

“Penjualan 2009 lebih dari 2,4 triliun rupiah sehingga target tercapai, dengan demikian kami akan membagikan dividen pada pemegang saham dan rencana itu akan diputuskan dalam RUPS Juni 2010 nanti,” katanya, Senin (1/3).

Ditambahkan, pembagian dividen hampir selalu dilakukan setiap tahun menyusul tercapainya target penjualan yang telah disusun di awal tahun. Untuk kinerja tahun 2009, pihaknya berencana membagikan dividen sekitar 20 persen dari laba.

Pembagian dividen juga merupakan apresiasi kepada pemegang saham atau investor agar tetap mempercayakan investasinya di perusahaan, dan langkah itu juga untuk menarik investor lain agar menanamkan modalnya di saham perusahaan.

Terkait dengan kinerja tahun ini, Justinus optimisitis bakal lebih baik lagi dibanding dengan 2009. Untuk itu, dia menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 18 persen atau sekitar 2,8 triliun rupiah.

Sikap optimistis itu dipicu oleh bakal mambaiknya kondisi ekonomi nasional seriring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional lebih dari 5,0 persen, dengan demikian pendapatan masyarakat diprediksi meningkat sehingga mendorong pertumbuhan konsumsi.

Untuk itu, perseroan telah mengalokasikan belanja modal 200 miliar rupiah dari kas internal untuk membuka sekitar 30 gerai baru di berbagai kota di Indonesia . Sebagai tahap awal, pihaknya akan membuka satu gerai baru di Bandung pada akhir Maret ini, kemudian pada April dan Mei 2010 akan dibuka gerai baru di Jakarta, Surabaya dan Pontianak .

Selain penambahan gerai, perseroan juga melakukan strategi lain untuk mendorong peningkatan penjualan diantaranya dengan memperbaiki format gerai agar lebih menyenangkan bagi konsumen. Kemudian bekerjasama dengan artis/penyanyi Cinta Laura untuk memasarkan CD/Compact Disc nya di seluruh gerai KFC, untuk menyasar target pasar anak muda.

Kepala Riset Asia Financial Network (AFN) Rowena Suryobroto mengatakan, industri makanan dan minuman merupakan sector usaha yang tahan banting dan tidak akan terlalu parah terkena dampak krisis sehingga pencapaian kinerja Fast Food pada 2009 cukup wajar. Pasalnya, dalam kondisi apapun masyarakat tetap harus mengonsumsi makanan untuk kehidupannya, sehingga permintaan tetap ada.

“Makanan itu merupakan kebutuhan pokok masyarakat sehingga konsumsi akan tetap tumbuh dengan demikian kinerja emiten yang memproduksi makanan tetap baik dibanding sector lain yang rentan terhadap krisis,” katanya.

Untuk kinerja tahun 2010 ini, emiten makanan dinilai masih tetap menjadi primadona karena kinerjanya diperkirakan akan tumbuh, sehingga perusahaan makanan disarankan untuk tetap ekspansif karena permintaan masih tetap tinggi. (gus).

Indeks dibayangi Rapat Paripurna DPR dalam kasus Century

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kali ini kemungkinan akan tetap berlangsung sepi dengan akan dilaksanakannya Sidang Paripurna DPR dalam yang akan membahas hasil kesimpulan pemeriksaan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century. Investor diperkirakan akan mengamati hasil rapat paripurna yang akan berpengaruh terhadap iklim politik di Indonesia dan nantinya akan juga berpengaruh terhadap minat investasi investor asing di Indonesia dalam jangka pendek.




Pada perdagangan saham kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 5,64 poin atau 0,22% ke level 2.554,67. Total nilai perdagangan bahkan kurang dari Rp3tn dengan sekitar 2,5 miliar saham berpindah tangan.

Nampaknya, pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) tidak banyak mempengaruhi pasar. Inflasi kumulatif tahun ini tercatat sebesar 1,14% yang mengindikasikan inflasi Febuari sebesar 0,3% dibanding inflasi Januari sebesar 0,84%. Inflasi year-on-year mencapai 3,81%. Angka tersebut sesuai dengan prediksi Bank Indonesia antara 0,3% — 0,4%. Dengan demikian, dapat diasumsikan bahwa Bank Indonesia untuk sementara ini akan menahan tingkat suku bunga acuan (BI Rate) dilevel sebesar 6,5%.

Saham-saham pertambangan tampak aktif diperdagangkan dan berhasil menahan aksi ambil untung yang terjadi di sesi kedua kemarin diantaranya adalah ITMG (+550 poin ke Rp32.150), ADRO (+10 poin ke Rp1.840), PTBA (+200 poin ke Rp15.800), juga INCO (+100 poin ke Rp3.875) dan PGAS (+125 poin ke Rp3.750).

Selain itu, saham Astra International (ASII) juga berperan mengangkat indeks setelah mengumumkan hasil kinerjanya di tahun 2009. Astra mencatatkan kenaikkan tipis di level pendapatan tahun 2009 sekitar 2% menjadi Rp98,5tn dengan kenaikkan laba bersih sekitar 9% ke Rp10tn. Pada perdagangan kemarin, saham ASII melonjak 600 poin ke Rp36.850 dengan total nilai transaksi mencapai Rp237,4miliar.

Sementara itu, tadi malam waktu Jakarta, perdagangan saham di bursa Wall Street mendapat sentimen positif setelah Prudential mengumumkan telah dicapainya kesepakatan dengan AIG Grup untuk membeli aset milik AIG di Asia senilai US$35,5miliar. Indeks Dow Jones tadi malam ditutup menguat 78,53 poin atau 0,76% ke level 10.403,79.

Pagi ini, bursa-bursa di regional bereaksi positif dengan perkembangan yang ada di New York dengan sebagian besar dibuka menguat dalam kisaran antara 0,29% sampai 1,2% kecuali Shanghai, Hang Seng, dan Nikkei yang kemudian melemah masing-masing 0,29%, 0,61% dan 0,02%.

IHSG pagi ini kami perkirakan akan berfluktuasi menyikapi perkembangan sidang paripurna yang berlangusng hari ini, dan bergerak dikisaran 2.517 — 2.574.