BATAM – Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Batam Selasa (1/3) diwarnai aksi unjuk rasa dari mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat yang menyoroti persoalan korupsi dana bantuan sosial dan maraknya penyelundupan di Batam.
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Muhammad Sani atas nama Presiden Republik Indonesia melantik dan mengambil sumpah jabatan Ahmad Dahlan dan Rudi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Batam periode 2011-2016 dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Batam, Selasa (1/3).
Ahmad Dahlan menjabat Walikota Batam untuk kedua kalinya setelah pada 5 Januari 2011 lalu menang dengan raihan suara 105.898 suara (35,63 persen) dan menyingkirkan empat pasangan lainnya yakni Ria Saptarika-Zainal Abidin, Nada Faza Soraya-Nuryanto, Arifin Nasir-Irwansyah dan Amir Hakim Siregar-Syamsul Bahrum.
“Banyak yang sudah Pemko lakukan selama lima tahun terakhir kepemimpinan saya dan untuk lima tahun kedepan saya bersama Rudi sebagai Wakil Walikota akan lebih memajukan ekonomi Batam dengan beberapa strategi,” katanya, Selasa (1/3).
Sebagai strategi pembangunan ekonomi Batam lima tahun kedepan, Ahmad Dahlan mengungkapkan enam strategi pembangunan. Pertama, mengembangkan Batam sebagai kota pusat kegiatan industri, perdagangan, pariwisata, kelautan dan alih kapal yang mempunyai akses ke pasar global dalam suatu system tata ruang terpadu yang didukung oleh infrastruktur, system transportasi, system teknologi informasi dan penataan lingkungan kota yang bersih, sehat, hijau dan nyaman.
Kedua, meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui fasilitas pengembangan dan pembinaan usaha mikro dan menengah serta koperasi dan investasi yang didukung oleh iklim yang kondusif berlandaskan supremasi hukum Ketiga, meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat hinterland dan masyarakat miskin miskin melalui penyediaan fasilitas infrastruktur dasar, penataan dan pembinaan usaha sector informal serta penanggulangan masalah social.
Keempat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kelima, menggali, mengembangkan dan melestarikan nilai nilai seni budaya melayu dan budaya daerah lainnya serta mengembangkan kehidupan kemasyarakatan yang hamornis dan keenam, mewujudkan pelaksanaan pemerintah yang baik.
Menurut Ahmad Dahlan, untuk mewujudkan strategi tersebut pihaknya selama lima tahun terakhir telah meletakan pondasi yang kuat bagi pembangunan Batam. Misalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2006 APBD Batam berjumlah 616 miliar rupiah, Tahun 2007 naik menjadi 894 miliar rupiah. tahun 2008 sejumlah 882 Miliar rupiah kemudian ditahun 2009 tembus 1,139 triliun rupiah dan tahun 2010 naik menjadi 1,291 triliun rupiah. Kemudian tahun 2011 ini naik menjadi 1,439 triliun rupiah.
Dari segi realisasi pembagunan selama tahun 2006-2001 telah dilaksanakan pembagunan di berbagai bidang. Di bidang pendidikan telah dibangun SD sebanyak 15 unit, SMP 21 unit, SMA 6 unit dan SMK sebanyak 8 unit.
Dibidang Kesehatan, Pemko Batam membagun Rumah Sakit Umum Daerah tipe C yang sangat representatif, dimana sebelumnya satus RSUD tipe D. Pembangunan bidang Kesehatan lainnya yaitu pembangunan puskesmas baru sebanyak tiga unit dan 15 puskesmas pembantu. Selain itu juga ada program peningkatan alat-alat kesehatan dan imunisasi wajib bagi balita guna menciptakan masyarakat Batam yang sehat.
Di bidang infrastruktur telah dibangun peningkatan jalan sepanjang 108,18 kilometer. Pemeliharaan jalan arteri atau kolektor dan jalan yang rusak sepanjang 25,930 ,76 m2, terbagunannya jalan sepanjang 4.000 meter.
Di daerah hinterland dibangun juga fasilitas peningkatan jumlah pelantar beton sepanjang 1,017 meter dan membangun penerangan jalan umum sebanyak 5000 titik yang dikerjakan secara muliyears berjalan dengan baik.
Unjuk Rasa
Sementara itu, sejumlah mahasiswa dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tergabung dalam komunitas kritis dari Forum Lintas Pemuda Anti Korupsi, Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (Permahi) dan Batam Intersection Desk Kajian Kebijakan melakukan unjuk rasa di depan kantor DPRD Batam sewaktu pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Batam.
Para pendemo menuntut Walikota Batam agar bersikap netral dan bertanggung jawab terhadap proses hukum kasus korupsi dana Bantuan Sosial
(Bansos) senilai 36 miliar rupiah. Selain itu, pendemo juga meminta Pemko Batam mengatasi persoalan penyelundupan yang marak.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Nada Soraya mengatakan, aksi demo yang dilakukan masyarakat wajar dalam negara demokrasi.
Nada memberi apresiasi terhadap pembangunan yang telah dilakukan Walikota Batam Ahmad Dahlan dalam lima tahun terakhir, namun untuk lima tahun kedepan diyakini banyak persoalan yang harus dihadapi. Salah satunya rencana pemko Batam yang mengajuikan Draft Rancangan peraturan daerah kenaikan pajak dan retribusi daerah yang dinilai menyalahi prosedur.
Menurut Nada kelima draft ranperda yang diusulkan ke dewan dan telah memasuki tahap jawaban Walikota atas pandangan fraksi tersebut sama sekali tidak melampirkan naskah kajian akademis. Padahal mestinya Pemko sebelum mengusulkan itu ke dewan melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan para stake holder sekaligus meminta masukan dari elemen masyarakat yang bergerak di bidang usaha baik mikro maupun makro.
Dengan begitu, lanjut Nada, masyarakat dapat mengetahui secara jelas materi kebijakan yang diinginkan masyarakat terhadap pemerintah begitu juga sebaliknya terkait pembebanan pajak maupun retribusi kepada masyarakat. (gus).
Selamat datang dan selamat bergabung di Blog Pribadi saya, semoga informasi yang di posting bisa menambah wawasan. Salam..... Agus Salim 08192263032.
Rabu, 16 Maret 2011
Lima Hambatan Pengembangan Batam
Meski sudah berstatus sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, pengembangan Batam masih menghadapi sejumlah masalah yang menurunkan daya tarik Batam sebagai tempat investasi yang aman, nyaman dan menguntungkan.
Untuk itu dibutuhkan peran yang lebih besar dari Pemerintah pusat untuk segera mengatasi persoalan tersebut, pasalnya sejumlah kendala yang dihadapi Batam saat ini dibawah kendali Pemerintah pusat. Untuk mengetahui persoalan dan strategi Pemerintah Kota Batam, Koran Jakarta mewawancarai Walikota Batam, Ahmad Dahlan, berikut petikannya.
Menurut anda, kendala atau persoalan apa yang masih menghambat investasi di Batam ?..
Begini.. sewaktu kunjungan Presiden ke Provinsi Kepulauan Riau pekan lalu saya sudah mengungkapkan lima persoalan yang dihadapi Batam kepada Presiden secara langsung. Pertama terkait status pengelolaan pulau rempang dan galang.
Status pulau tersebut harus secepatnya di clear kan apakah dikelola Otorita Batam atau BP Batam atau Pemerintah Kota Batam, karena Pulau Batam sendiri sudah tidak punya lahan lagi untuk dialokasikan kepada investor sehingga dibutuhkan daerah baru untuk pengembangannya. Beberapa waktu lalu, pulau Janda Berhias di seberang Batam juga sudah dimasukan sebagai zona perdagangan dan pelabuhan bebas yang merupakan perluasan dari Batam.
Persoalan lainnya apa ?..
Tadi kan yang pertama, nah yang kedua yaitu soal pelabuhan kontainer. Sampai saat ini Batam belum memiliki pelabuhan kontainer yang refresentatif sepertihalnya Tanjung Priok padahal sebagai zona pelabuhan bebas mestinya daerah ini memiliki infrastruktur pelabuhan yang memadai untuk mendukung investasi.
Pelabuhan kontainer yang ada saat ini yakni pelabuhan Batu Ampar sudah tidak mampu lagi menyerap kontainer yang setiap tahun mengalami pertumbuhan. Untuk itu, Pemko Batam minta kepada Pemerintah pusat agar pelabuhan kontainer Batu Ampar di tetapkan sebagai Pelabuhan Kontainer tetap atau Permanent Container Port yang dilengkapi peralatan yang memadai sehingga Batam diharapkan menjadi pelabuhan terbesar di Kawasan Indonesia Barat.
Persoalan ketiga, terkait draf regulasi kepemilikan properti bagi warga asing yang tinggal di Batam. Dimana pembelian hunian oleh warga asing di Batam sebagian besar dilakukan secara individu oleh ekspatriat, sementara sebagian kecil lagi oleh perusahaan-perusahaan asing untuk tempat tinggal para karyawannya.
Kalau di Singapura dan Malaysia, sudah sejak lama memberikan izin hak pakai hunian kepada warga asing hingga 80-90 tahun, bila di Batam diterapkan pemberlakuan hak pakai selama 70 tahun saja kepada warga asing maka diyakini akan mendukung daya saing properti di Batam.
Bagaimana dengan industri pariwisata, apakah juga menghadapi kendala karena kontribusinya terhadap APBD cukup besar ?..
Industri pariwisata memang berkontribusi cukup besar terhadap penyerapan APBD dan tahun 2010 lalu target kunjungan wisatawan asing tidak tercapai karena banyaknya persoalan seperti pemberlakuan Visa on Arrival (VoA).
Persoalan VoA ini saya sampaikan juga ke Presiden sebagai persoalan ke empat yang menghambat investasi di Batam.
Sebagaimana diketahui, Kementrian Kehakiman telah menetapkan fasilitas VoA sebesar 25 dollar AS per orang untuk masa tinggal 7 hari. Kami meminta kepada Presiden agar menurunkannya menjadi 10 dollar AS per orang per grup dengan jumlah minimal empat orang dalam satu grup. Dengan demikian bila VOA kembali ke 10 dollar AS kita yakin akan dapat mendatangkan wisatawan mancanegara lebih banyak ke Kota Batam, mengingat Batam sebagai salah satu destinasi wisata terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta.
Sementara poin kelima yang dinilai menjadi potensi menghambat ekonomi di Batam adalah pengelolaan pulau terluar.
Saya sudah sampaikan ke Presiden mengenai penanganan pulau-pulau terluar sebagai batas Negara Kesatuan Republik Idonesia dengan Negara Singapura dan Malaysia. Seperti diketahui terdapat empat pulau terluar di Kota Batam yang ditetapkan sebagai pulau terluar diantaranya Pulau Nipah, Pulau Putri,Pulau Batu Berantai dan Pulau Pelampung.
Kami meminta agar Pemerintah pusat memprioritaskan penyelamatan kemungkinan hilangnya pulau terluar akibat ancaman kenaikan muka air sebagai dampak dari pemanasan global dalam bentuk reklamasi. (gus).
Adu Cepat Burung Merpati
Permainan adu ketangkasan burung merpati balap saat ini menjadi hobi yang banyak digemari masyarakat Indonesia, konon juga menjadi ladang bisnis yang menggiurkan.
Persepsi masyarakat awam tentang burung merpati agaknya mulai berubah, kalau dahulu merpati dipersepsikan sebagai sesuatu yang tidak pernah ingkar janji atau sebagai hewan pintar yang bisa mengantar surat, maka saat ini burung merpati menjadi salah satu hewan yang banyak dikoleksi karena ketangkasan dan kecepatannya. Itu pula yang membuat harga burung merpati selangit.
Betapa tidak, sebab se ekor burung merpati balap bisa diharga lebih dari 20 juta rupiah bahkan hingga ratusan juta rupiah.
Pecinta burung merpati balap tidak segan segan mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk membeli burung merpati balap yang punya kecepatan tinggi, sebab investasi yang dikeluarkan diyakini bakal memberi untung dari kemenangan burung tersebut di arena lomba balap.
Hampir setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia sering mengadakan lomba balap burung merpati. Pesertanya tentu saja para pecinta burung merpati balap yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
Menurut data Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) jumlah penggemar burung merpati balap di tanah air terus bertambah dan saat ini diperkirakan lebih dari 250 ribu orang. Latar belakang anggotanya tidak hanya sebatas kalangan atas atau bos kaya saja, tetapi hampir seluruh lapisan masyarakat menyukai permainan adu kecepatan merpati ini.
Penyebaran hobby merpati balap dapat dilihat hampir di seluruh Pulau Jawa dan Madura, Bali, Lampung, Palembang, Medan, Makasar, Manado, Batam, Samarinda, Banjarmasin, dan Pontianak.
Dengan demikian perputaran arus jual beli merpati balap sangat tinggi dan itu merupakan sebuah peluang bisnis yang luar biasa menguntungkan, baik dari segi materi bibit atau piyikan merpati sampai pakan dan obat-obatan serta tenaga kerjanya.
Seorang penggemar burung merpati di Batam, Mulia Pamadi mengatakan sudah menyukai burung merpati balap sejak muda dan saat ini dia memiliki puluhan koleksi burung merpati balap yang sering di ikutsertakan dalam lomba sprint burung merpati di berbagai daerah di Indoensia.
Di Batam, juga kata dia hampir setiap tahun dilakukan lomba balap burung merpati yang di selenggarakan di arena lomba balap burung merpati di daerah Batu Aji. Arena balap tersebut memang diperuntukan bagi lomba merpati balap dengan panjang lapangan hingga 1,5 km.
Dalam perlombaan biasanya peserta yang terdiri ratusan orang pecinta merpati balap berkumpul dalam permainan adu ketangkasan burung merpati balap. Mereka berkerumun membentuk lingkaran dengan pandangan mata terfokus ke dua ekor merpati yang berlomba.
Pada saat lomba, kata Mulia burung merpati balap akan dilepas di garis start, bersamaan setelah terdengar pluit tanda siap. Seketika kedua merpati mulai memacu kecepatannya sekencang-kencangnya menuju ke garis finish berjarak 1,5 km, di mana pasangan merpati itu setia menunggu di depan.
Kemenangan burung merpati balap juga sangat tergantung pada pengalaman jokinya. Di tangan joki, merpati betina sedang di-geber (dikepak-kepakkan sayapnya) sambil tak henti-hentinya berteriak memberi tanda dan semangat merpati jantan agar secepatnya sampai ke tangan joki. Akhirnya, salah satu merpati jantan tersebut meluncur deras ke tangan joki dan dinyatakan sebagai pemenang.
Menurut Mulia, setiap perlombaan selalu berlangsung sangat meriah dan yang membanggakan lomba balap burung merpati hanya ada di Indonesia meskipun pecintanya juga ada dari luar negeri.
“Merpati balap Cuma ada di Indonesia dan sudah menjadi budaya khas orang Indonesia, di mana karakter merpati balapan memiliki sifat keket ke betina, terbentuk karena kultur budaya masyarakat Indonesia sehingga karakter merpati di Indonesia dan di luar negeri berbeda,” katanya. Oleh karena itu, merpati balap mestinya dilestarikan dan dibudidayakan.
Fajar salah satu anggota Merpati Club Batam mengatakan, merpati balap tidak sekedar hobi dan saat ini sudah menjadi bisnis yang sangat menguntungkan.
“Saya awalnya hobi mengoleksi burung merpati balap untuk di ikutsertakan dalam lomba dan saat ini sudah menjadi bisnis yang menguntungkan,” kata dia.
Fajar sudah membudidayakan burung merpati balap secara komersil dan banyak pembeli datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Jika ingin budidaya merpati balap, katanya terlebih dahulu harus mengetahui silsilah atau biasa disebut trah dari keturunan sebelumnya, seperti nenek atau buyut dari merpati tersebut.
Sebab dengan silsilah akan diketahui karakter terbang dan tempurnya, di mana unsur genetik mempengaruhi karakter keturunan yang akan diperlombakan untuk meraih juara baik tingkat lokal sampai tingkat nasional.
“Silsilah merpati menjadi penting mengingat persaingan kompetisi tingkat nasional sangat ketat karena perlombaan melibatkan merpati terbaik sekaligus ajang adu gengsi sang pemilik,” katanya.
Fajar sendiri awalnya hanya membudidayakan sepasang merpati balap yang dimiliki yang dibiakan dengan melakukan perkawinan bergilir, telur yang dihasilkan dieramkan dan ditetaskan oleh merpati lolohan atau merpati babu masing-masing dua telur. Setiap pasang indukan menghasilkan dua telur setiap dua minggu sekali, dan dierami selama 18 hari. Kemudian menetas, di-loloh sampai terbang sendiri sekitar 1 bulan, sehingga dalam setiap bulannya diperoleh enam pasang piyikan yang harga jualnya rata-rata 3 juta rupiah perpasang.
Untuk merpati balap yang ikut lomba ditingkat nasional biasanya harganya mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.
Untuk mendapatkan merpati yang unggul dan memiliki kecepatan dan ketangkasan tinggi, kata Fajar dia hanya memilih indukan kualitas super saja. Untuk itu, piyikan yang sudah dewasa akan dipilih mana saja yang memiliki kualitas standar terbaik, yang nantinya akan dilatih menjadi merpati balap unggulan.
Menurutnya, meskipun sepasang merpati indukan memiliki trah bagus dan memiliki kualitas baik, belum tentu hasil anakannya bagus pula, jadi belum tentu sesuai dengan harapan si peternak.
Dikatakan, beternak merpati balap itu mudah dan pasti menguntungkan. Sifat merpati yang mudah berjodoh, memudahkan siklus reproduksinya bisa diatur sesuai kebutuhan. Kini. Fajar pun mulai menuai hasil, puluhan ekor piyikan merpati balapnya laris manis di beli oleh penggemar lain yang datang dari berbagai daerah seperti Lampung, Palembang, Surabaya, Bandung, Bekasi, Jakarta dan Malang.
Bayangkan, jika dengan rata-rata sebulan bisa menjual piyikan sebanyak 20 pasang burung merpati dengan taksiran harga 3 juta rupiah sepasang maka omset sebulan yang diterimanya sekitar 60 juta rupiah. Padahal biaya produksi atau biaya perawatan sangat minim yakni hanya hanya membutuhkan pakan jagung, kacang hijau dan ‘voer’ dengan total biaya sekitar 1 juta sampai 2 juta rupiah per bulannya ditambah gaji karyawan.
“Beternak burung merpati balap sangat prospektif meski hanya menjual piyikannya saja, apalagi jika bisa menjual merpati yang punya kecepatan dan ketangkasan tinggi maka keuntungan yang diperoleh bisa ratusan juta rupiah dalam setiap transaksi,” katanya.(gus).
Persepsi masyarakat awam tentang burung merpati agaknya mulai berubah, kalau dahulu merpati dipersepsikan sebagai sesuatu yang tidak pernah ingkar janji atau sebagai hewan pintar yang bisa mengantar surat, maka saat ini burung merpati menjadi salah satu hewan yang banyak dikoleksi karena ketangkasan dan kecepatannya. Itu pula yang membuat harga burung merpati selangit.
Betapa tidak, sebab se ekor burung merpati balap bisa diharga lebih dari 20 juta rupiah bahkan hingga ratusan juta rupiah.
Pecinta burung merpati balap tidak segan segan mengeluarkan uang puluhan juta rupiah untuk membeli burung merpati balap yang punya kecepatan tinggi, sebab investasi yang dikeluarkan diyakini bakal memberi untung dari kemenangan burung tersebut di arena lomba balap.
Hampir setiap tahun di berbagai daerah di Indonesia sering mengadakan lomba balap burung merpati. Pesertanya tentu saja para pecinta burung merpati balap yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri.
Menurut data Persatuan Penggemar Merpati Balap Sprint Indonesia (PPMBSI) jumlah penggemar burung merpati balap di tanah air terus bertambah dan saat ini diperkirakan lebih dari 250 ribu orang. Latar belakang anggotanya tidak hanya sebatas kalangan atas atau bos kaya saja, tetapi hampir seluruh lapisan masyarakat menyukai permainan adu kecepatan merpati ini.
Penyebaran hobby merpati balap dapat dilihat hampir di seluruh Pulau Jawa dan Madura, Bali, Lampung, Palembang, Medan, Makasar, Manado, Batam, Samarinda, Banjarmasin, dan Pontianak.
Dengan demikian perputaran arus jual beli merpati balap sangat tinggi dan itu merupakan sebuah peluang bisnis yang luar biasa menguntungkan, baik dari segi materi bibit atau piyikan merpati sampai pakan dan obat-obatan serta tenaga kerjanya.
Seorang penggemar burung merpati di Batam, Mulia Pamadi mengatakan sudah menyukai burung merpati balap sejak muda dan saat ini dia memiliki puluhan koleksi burung merpati balap yang sering di ikutsertakan dalam lomba sprint burung merpati di berbagai daerah di Indoensia.
Di Batam, juga kata dia hampir setiap tahun dilakukan lomba balap burung merpati yang di selenggarakan di arena lomba balap burung merpati di daerah Batu Aji. Arena balap tersebut memang diperuntukan bagi lomba merpati balap dengan panjang lapangan hingga 1,5 km.
Dalam perlombaan biasanya peserta yang terdiri ratusan orang pecinta merpati balap berkumpul dalam permainan adu ketangkasan burung merpati balap. Mereka berkerumun membentuk lingkaran dengan pandangan mata terfokus ke dua ekor merpati yang berlomba.
Pada saat lomba, kata Mulia burung merpati balap akan dilepas di garis start, bersamaan setelah terdengar pluit tanda siap. Seketika kedua merpati mulai memacu kecepatannya sekencang-kencangnya menuju ke garis finish berjarak 1,5 km, di mana pasangan merpati itu setia menunggu di depan.
Kemenangan burung merpati balap juga sangat tergantung pada pengalaman jokinya. Di tangan joki, merpati betina sedang di-geber (dikepak-kepakkan sayapnya) sambil tak henti-hentinya berteriak memberi tanda dan semangat merpati jantan agar secepatnya sampai ke tangan joki. Akhirnya, salah satu merpati jantan tersebut meluncur deras ke tangan joki dan dinyatakan sebagai pemenang.
Menurut Mulia, setiap perlombaan selalu berlangsung sangat meriah dan yang membanggakan lomba balap burung merpati hanya ada di Indonesia meskipun pecintanya juga ada dari luar negeri.
“Merpati balap Cuma ada di Indonesia dan sudah menjadi budaya khas orang Indonesia, di mana karakter merpati balapan memiliki sifat keket ke betina, terbentuk karena kultur budaya masyarakat Indonesia sehingga karakter merpati di Indonesia dan di luar negeri berbeda,” katanya. Oleh karena itu, merpati balap mestinya dilestarikan dan dibudidayakan.
Fajar salah satu anggota Merpati Club Batam mengatakan, merpati balap tidak sekedar hobi dan saat ini sudah menjadi bisnis yang sangat menguntungkan.
“Saya awalnya hobi mengoleksi burung merpati balap untuk di ikutsertakan dalam lomba dan saat ini sudah menjadi bisnis yang menguntungkan,” kata dia.
Fajar sudah membudidayakan burung merpati balap secara komersil dan banyak pembeli datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.
Jika ingin budidaya merpati balap, katanya terlebih dahulu harus mengetahui silsilah atau biasa disebut trah dari keturunan sebelumnya, seperti nenek atau buyut dari merpati tersebut.
Sebab dengan silsilah akan diketahui karakter terbang dan tempurnya, di mana unsur genetik mempengaruhi karakter keturunan yang akan diperlombakan untuk meraih juara baik tingkat lokal sampai tingkat nasional.
“Silsilah merpati menjadi penting mengingat persaingan kompetisi tingkat nasional sangat ketat karena perlombaan melibatkan merpati terbaik sekaligus ajang adu gengsi sang pemilik,” katanya.
Fajar sendiri awalnya hanya membudidayakan sepasang merpati balap yang dimiliki yang dibiakan dengan melakukan perkawinan bergilir, telur yang dihasilkan dieramkan dan ditetaskan oleh merpati lolohan atau merpati babu masing-masing dua telur. Setiap pasang indukan menghasilkan dua telur setiap dua minggu sekali, dan dierami selama 18 hari. Kemudian menetas, di-loloh sampai terbang sendiri sekitar 1 bulan, sehingga dalam setiap bulannya diperoleh enam pasang piyikan yang harga jualnya rata-rata 3 juta rupiah perpasang.
Untuk merpati balap yang ikut lomba ditingkat nasional biasanya harganya mencapai ratusan juta rupiah,” katanya.
Untuk mendapatkan merpati yang unggul dan memiliki kecepatan dan ketangkasan tinggi, kata Fajar dia hanya memilih indukan kualitas super saja. Untuk itu, piyikan yang sudah dewasa akan dipilih mana saja yang memiliki kualitas standar terbaik, yang nantinya akan dilatih menjadi merpati balap unggulan.
Menurutnya, meskipun sepasang merpati indukan memiliki trah bagus dan memiliki kualitas baik, belum tentu hasil anakannya bagus pula, jadi belum tentu sesuai dengan harapan si peternak.
Dikatakan, beternak merpati balap itu mudah dan pasti menguntungkan. Sifat merpati yang mudah berjodoh, memudahkan siklus reproduksinya bisa diatur sesuai kebutuhan. Kini. Fajar pun mulai menuai hasil, puluhan ekor piyikan merpati balapnya laris manis di beli oleh penggemar lain yang datang dari berbagai daerah seperti Lampung, Palembang, Surabaya, Bandung, Bekasi, Jakarta dan Malang.
Bayangkan, jika dengan rata-rata sebulan bisa menjual piyikan sebanyak 20 pasang burung merpati dengan taksiran harga 3 juta rupiah sepasang maka omset sebulan yang diterimanya sekitar 60 juta rupiah. Padahal biaya produksi atau biaya perawatan sangat minim yakni hanya hanya membutuhkan pakan jagung, kacang hijau dan ‘voer’ dengan total biaya sekitar 1 juta sampai 2 juta rupiah per bulannya ditambah gaji karyawan.
“Beternak burung merpati balap sangat prospektif meski hanya menjual piyikannya saja, apalagi jika bisa menjual merpati yang punya kecepatan dan ketangkasan tinggi maka keuntungan yang diperoleh bisa ratusan juta rupiah dalam setiap transaksi,” katanya.(gus).
Pemerintah Dukung Pengembangan Industri Alutsista Batam
BATAM – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan mendukung sepenuhnya pengembangan industri alat utama sistem senjata (Alutsista) di Batam yang sudah mampu memproduksi kapal cepat rudal atau kapal perang untuk kebutuhan komersil.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat berkunjung ke Batam Minggu (27/2) memberi apresiasi atas langkah yang dilakukan putra dan putri Indonesia di Batam yang mampu memproduksi kapal cepat rudal (KCR). Untuk itu Purnomo berjanji akan mendukung sepenuhnya pengembangan industri tersebut dalam bentuk pembelian yang akan dilakukan pemerintah.
Menurutnya, industri di Batam telah sukses membuat kapal perang dengan kecepan 30 knot yang dilengkapi dengan sistem persenjataan modern berupa Sensor Weapon Control (Sewaco) modern, Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS) serta peluru kendali.
“Pengembangan industri alutsista di Batam merupakan bukti bahwa industri nasional mampu membangun dan menciptakan kapal perang yang handal,” katanya, Minggu (27/2).
Kapal dengan panjang 44 meter berbahan aluminium tersebut, katanya sangat cocok untuk kegiatan patroli maupun penyerangan di perairan kawasan Indonesia bagian barat yang lautnya tidak terlalu dalam serta banyaknya pulau pulau.
“Laut-laut di kawasan barat memang cocok untuk kapal-kapal seperti KRI Clurit. Asalkan bisa untuk patroli dan bisa juga untuk melakukan suatu penyerangan,” kata Purnomo. Untuk itu, pemerintah akan mengembangkan kapal perang seperti KRI Clurit buatan Batam secara mandiri tanpa harus membeli ke negara lain.
Komandan Lanal Batam Kolonel laut (P) Iwan Isnurwanto mengatakan, KRI Clurit merupakan produk yang dikembangkan PT Palindo Marine Industries sejak 2010. Kapal perang tersebut dibuat dari baja khusus High Tensils Steel pada bagian hulunya (lambung). Sementara untuk bagian atasnya menggunakan aluminium Alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar.
“Kapal perang ini termasuk yang tercanggih di kelasnya dan mampu menembakan rudak sejauh 150 kilo meter,” katanya. (gus)
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat berkunjung ke Batam Minggu (27/2) memberi apresiasi atas langkah yang dilakukan putra dan putri Indonesia di Batam yang mampu memproduksi kapal cepat rudal (KCR). Untuk itu Purnomo berjanji akan mendukung sepenuhnya pengembangan industri tersebut dalam bentuk pembelian yang akan dilakukan pemerintah.
Menurutnya, industri di Batam telah sukses membuat kapal perang dengan kecepan 30 knot yang dilengkapi dengan sistem persenjataan modern berupa Sensor Weapon Control (Sewaco) modern, Meriam caliber 30 MM 6 laras sebagai Close in Weapon System (CIWS) serta peluru kendali.
“Pengembangan industri alutsista di Batam merupakan bukti bahwa industri nasional mampu membangun dan menciptakan kapal perang yang handal,” katanya, Minggu (27/2).
Kapal dengan panjang 44 meter berbahan aluminium tersebut, katanya sangat cocok untuk kegiatan patroli maupun penyerangan di perairan kawasan Indonesia bagian barat yang lautnya tidak terlalu dalam serta banyaknya pulau pulau.
“Laut-laut di kawasan barat memang cocok untuk kapal-kapal seperti KRI Clurit. Asalkan bisa untuk patroli dan bisa juga untuk melakukan suatu penyerangan,” kata Purnomo. Untuk itu, pemerintah akan mengembangkan kapal perang seperti KRI Clurit buatan Batam secara mandiri tanpa harus membeli ke negara lain.
Komandan Lanal Batam Kolonel laut (P) Iwan Isnurwanto mengatakan, KRI Clurit merupakan produk yang dikembangkan PT Palindo Marine Industries sejak 2010. Kapal perang tersebut dibuat dari baja khusus High Tensils Steel pada bagian hulunya (lambung). Sementara untuk bagian atasnya menggunakan aluminium Alloy yang memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar.
“Kapal perang ini termasuk yang tercanggih di kelasnya dan mampu menembakan rudak sejauh 150 kilo meter,” katanya. (gus)
Dimulai dari Treasure Bay Senilai Rp16,5 T
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan nama baru proyek kawasan wisata terpadu di Lagoi, Bintan Provinsi Kepulauan Riau yakni Treasure Bay yang diganti menjadi Pesona Lagoi Indah. Proyek dengan investasi lebih 16,5 triliun rupiah itu diyakini sebagai salah satu terbesar di Asia yang akan merekrut 44 ribu pekerja dan berpotensi mendatangkan 1 juta wisatawan asing ke Bintan.
Kawasan wisata terpadu Treasure Bay yang berganti nama menjadi Pesona Lagoi Indah merupakan proyek yang dibangun konsorsium tiga perusahaan dari Indonesia, Singapura dan Malaysia yakni PT ND Rekayasa Prima, Landmarks Berhad, dan WHT Capital Sdn Berhad.
Direktur PT ND Rekayasa Prima Noegroho Djajoesman mengatakan, proyek itu dikerjakan secara bertahap dan nantinya akan dibangun terminal ferry internasional, terminal pesawat terbang laut, tempat kunjungan kapal pesiar, Crystal Lagoon, dan sarana wisata air. Selain itu juga dibangun apartemen, convention center, universitas dan rumah sakit bertaraf internasional.
“Kami telah berdiskusi dengan pelaku bisnis perhotelan, penyelam profesional, peselancar, pelaku perahu pesiar, dan spesialis maritime dan dari diskusi itu kami berkesimpulan bahwa kami telah menemukan batu permata Asia yang tersembunyi atau Hidden Gems of Asia di laut Indonesia yakni di Bintan,” katanya.
Menurut Noegroho, proyek yang menghabiskan dana lebih 16,5 triliun rupiah itu berada di lahan seluas 338 hektare dan menjadi salah satu proyek termegah untuk tingkat Asia Tenggara.
Tak hanya megah, proyek itu juga akan merekrut lebih dari 44 ribu pekerja dan berpotensi mendatangkan sekitar 1 juta wisatawan asing. Investor akan membangun Chrystal Lagoon yang merupakan bangunan dengan teknologi canggih yang bisa membuat air laut menjadi sangat jernih. Dalam master plannya, bangunan tersebut menyerupai kelong yang berbentuk melingkar yang transparan. Sehingga orang yang berada di dalamnya seperti berada di dalam laut.
Noegroho optimis, Bintan khususnya Lagoi yang saat ini juga sudah menjadi tujuan wisata utama turis dari Asia nantinya akan menjadi tujuan wisata utama bagi turis dari Eropa, Amerika Serikat dan negara lain sepertihalnya Bali.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat meresmikan pergantian nama proyek itu berharap pengembangan kawasan wisata terpadu tersebut bisa mengubah peta tujuan wisatawan. Jika saat ini wisatawan berkunjung ke Singapura baru kemudian mampir ke Kepri, maka nantinya yang berlaku adalah sebaliknya.
“Pada saatnya nanti, kita dapat mengatakan, dengan mengunjungi Bintan, Anda akan menemukan banyak hal yang khas. Setelah itu, silakan kalau mau berkunjung ke Singapura atau ke tempat lain,” kata SBY.
Peluang untuk mewujudkan hal tersebut sangat terbuka karena potensi pasar wisatawan dunia terus meningkat selain itu gaya hidup masyarakat internasioal juga cenderung atau gemar untuk berwisata di seluruh dunia serta meningkatnya golongan ekonomi menengah.
Untuk itu, dalam pengembangan suatu kawasan wisata, perlu dipikirkan hal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
SBY mencontohkan wisatawan yang memilih berlibur ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan China untuk alasan tertentu. Untuk itu turis yang berkunjung ke Bintan atau Lagoi juga memiliki alasan tertentu yang menjadi daya tariknya.
Menurutnya, ada kriteria yang bisa digunakan untuk menilai berhasil atau tidak pengembangan suatu kawasan wisata. Jika seorang wisatawan tidak ingin kembali lagi ke suatu kawasan wisata tertentu karena merasa tidak puas, tidak nyaman, dan mengatakan lokasi itu tidak baik, maka pengembangan wisata itu gagal.
“Kalau itu yang terjadi, gagal total. Gatot (gagal total) kita,” katanya.
Sebaliknya, kata SBY, jika seorang wisatawan merasa puas, memberikan penilaian baik, dan terkesan dengan tempat wisata itu, bahkan ingin kembali lagi dengan mengajak keluarga atau teman-temannya, maka kawasan wisata itu disebut berhasil.
“Itu baru baik, baru jos,” kata SBY.
Dalam kesempatan itu, SBY juga menyitir film Holllywood Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Robert. Menurutnya, di film tersebut diceritakan seseorang yang menemukan tiga hal tersebut di tiga tempat yang berbeda.
“Saya kira kawasan di Lagoi bisa saja dibikin pulau yang indah. Anda bisa makan, berdoa, dan menemukan cinta,” kata SBY. (gus).
Kawasan wisata terpadu Treasure Bay yang berganti nama menjadi Pesona Lagoi Indah merupakan proyek yang dibangun konsorsium tiga perusahaan dari Indonesia, Singapura dan Malaysia yakni PT ND Rekayasa Prima, Landmarks Berhad, dan WHT Capital Sdn Berhad.
Direktur PT ND Rekayasa Prima Noegroho Djajoesman mengatakan, proyek itu dikerjakan secara bertahap dan nantinya akan dibangun terminal ferry internasional, terminal pesawat terbang laut, tempat kunjungan kapal pesiar, Crystal Lagoon, dan sarana wisata air. Selain itu juga dibangun apartemen, convention center, universitas dan rumah sakit bertaraf internasional.
“Kami telah berdiskusi dengan pelaku bisnis perhotelan, penyelam profesional, peselancar, pelaku perahu pesiar, dan spesialis maritime dan dari diskusi itu kami berkesimpulan bahwa kami telah menemukan batu permata Asia yang tersembunyi atau Hidden Gems of Asia di laut Indonesia yakni di Bintan,” katanya.
Menurut Noegroho, proyek yang menghabiskan dana lebih 16,5 triliun rupiah itu berada di lahan seluas 338 hektare dan menjadi salah satu proyek termegah untuk tingkat Asia Tenggara.
Tak hanya megah, proyek itu juga akan merekrut lebih dari 44 ribu pekerja dan berpotensi mendatangkan sekitar 1 juta wisatawan asing. Investor akan membangun Chrystal Lagoon yang merupakan bangunan dengan teknologi canggih yang bisa membuat air laut menjadi sangat jernih. Dalam master plannya, bangunan tersebut menyerupai kelong yang berbentuk melingkar yang transparan. Sehingga orang yang berada di dalamnya seperti berada di dalam laut.
Noegroho optimis, Bintan khususnya Lagoi yang saat ini juga sudah menjadi tujuan wisata utama turis dari Asia nantinya akan menjadi tujuan wisata utama bagi turis dari Eropa, Amerika Serikat dan negara lain sepertihalnya Bali.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat meresmikan pergantian nama proyek itu berharap pengembangan kawasan wisata terpadu tersebut bisa mengubah peta tujuan wisatawan. Jika saat ini wisatawan berkunjung ke Singapura baru kemudian mampir ke Kepri, maka nantinya yang berlaku adalah sebaliknya.
“Pada saatnya nanti, kita dapat mengatakan, dengan mengunjungi Bintan, Anda akan menemukan banyak hal yang khas. Setelah itu, silakan kalau mau berkunjung ke Singapura atau ke tempat lain,” kata SBY.
Peluang untuk mewujudkan hal tersebut sangat terbuka karena potensi pasar wisatawan dunia terus meningkat selain itu gaya hidup masyarakat internasioal juga cenderung atau gemar untuk berwisata di seluruh dunia serta meningkatnya golongan ekonomi menengah.
Untuk itu, dalam pengembangan suatu kawasan wisata, perlu dipikirkan hal yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
SBY mencontohkan wisatawan yang memilih berlibur ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan China untuk alasan tertentu. Untuk itu turis yang berkunjung ke Bintan atau Lagoi juga memiliki alasan tertentu yang menjadi daya tariknya.
Menurutnya, ada kriteria yang bisa digunakan untuk menilai berhasil atau tidak pengembangan suatu kawasan wisata. Jika seorang wisatawan tidak ingin kembali lagi ke suatu kawasan wisata tertentu karena merasa tidak puas, tidak nyaman, dan mengatakan lokasi itu tidak baik, maka pengembangan wisata itu gagal.
“Kalau itu yang terjadi, gagal total. Gatot (gagal total) kita,” katanya.
Sebaliknya, kata SBY, jika seorang wisatawan merasa puas, memberikan penilaian baik, dan terkesan dengan tempat wisata itu, bahkan ingin kembali lagi dengan mengajak keluarga atau teman-temannya, maka kawasan wisata itu disebut berhasil.
“Itu baru baik, baru jos,” kata SBY.
Dalam kesempatan itu, SBY juga menyitir film Holllywood Eat, Pray, Love yang dibintangi Julia Robert. Menurutnya, di film tersebut diceritakan seseorang yang menemukan tiga hal tersebut di tiga tempat yang berbeda.
“Saya kira kawasan di Lagoi bisa saja dibikin pulau yang indah. Anda bisa makan, berdoa, dan menemukan cinta,” kata SBY. (gus).
Kepri Menjadi New Economy Centre
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diyakini akan tumbuh menjadi daerah ekonomi baru layaknya Singapura, ditunjang oleh letak geografisnya yang sangat satrategis dan fundamental ekonomi yang cukup kuat dengan tingkat pertumbuhan ekonomi setiap tahun diatas rata rata nasional atau lebih dari 6,7 persen.
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Provinsi Kepulauan Riau punya potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia yang sejajar bahkan bisa menyaingi Singapura.
"Tempat kita ini (Kepri) adalah satelit Singapura. Kita akan menjadi new economy center," katanya saat membuka rapat kerja di Bandar Udara Raja Haji Fisabillillah, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (27/2).
Untuk mencapainya, semua pihak harus bekerja keras membangun ekonomi Kepulauan Riau. Pembangunannya harus mengakomodir kepentingan lokal, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, kepentingan nasional juga harus dipenuhi dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden Yudhoyono juga meminta pembangunan Kepulauan Riau memperhatikan empat sasaran utama, yaitu pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, dan pemeliharaan lingkungan.
Sekretaris Dewan Kawasan FTZ BBK (Batam, Bintan dan Karimun), Jon Arizal mengatakan, memang dibutuhkan kerja keras untuk menjadikan Kepri sebagai pusat ekonomi baru dan Pemerintah pusat telah memulainya dengan menjadikan tiga daerah di Kepri yakni Batam, Bintan dan Karimun sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas.
Status sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas bagi tiga daerah di Kepri telah menarik investor global untuk menanamkan modalnya, dan tahun 2011 ini diproyeksikan sekitar 600 juta dollar AS modal asing akan masuk ke Kepri khususnya ke wilayah BBK.
“Tahun 2011 ini diharapkan BBK mampu menyerap nilai investasi 600 juta dolar AS atau dua kali lipat dari 2010 sekitar 300 juta dolar AS,” katanya.
Selain investor asing, Jon juga menyebut banyak investor dalam negeri yang menanamkan modalnya di wilayah BBK, dan setiap tahun volumenya cenderung meningkat.
Jon menyadari bahwa untuk membangun ekonomi di wilayah Kepri masih membutuhkan arus modal terutama dari luar negeri yang saat ini sedang mencari tempat menarik dan menguntungkan untuk berinvestasi. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Dewan Kawasan dan Badan Pengusahaan Kawasan senantiasa melakukan promosi dan menyiapkan infrastruktur yang berkualitas untuk menarik investor ke Kepri.
Maraknya arus modal yang masuk Kepri berdampak positif terhadap laju Laju perekonomian Kepulauan Riau, dan di kuartal akhir 2010 angkanya mengalami tren ekspansif dengan pertumbuhan sebesar 6,27 persen (year-on-year), hal ini relatif meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,12 persen.
Dengan demikian laju pertumbuhan ekonomi tahun 2010 diestimasi sebesar 7,21 persen. Pertumbuhan ekonomi itu di akselerasi oleh perbaikan kinerja ekspor yang tumbuh sebesar 10,5 persen, menggantikan dominasi komponen konsumsi rumah tangga sebagai faktor penggerak utama perekonomian makro regional. Secara tahunan, kinerja ekspor menguat tajam dari mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,99 persen di tahun 2009, menjadi tumbuh 7,31 persen sepanjang tahun 2010
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan masih mendominasi perekonomian Provinsi Kepulauan Riau yakni sebesar 46,8 persen. Aktivitas sektor industri pada triwulan IV-2010 diestimasi tumbuh 6,38 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,71 persen. Sepanjang tahun 2010 sektor ini mengalami ekspansi ekonomi sebesar 7,06 persen dibanding tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Komisi XI (Keuangan Negara, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan) DPR RI yang berasal dari Provinsi Kepri, Harry Azhar Azis mengatakan, untuk mempercepat pembangunan ekonomi di Kepri maka pemerintah harus mengoptimalkan peran FTZ BBK.
“Perdagangan bebas atau free trade lebih banyak positif daripada negatifnya bila dikelola dengan baik. Kawasan bebas dengan insentif perpajakan dan kepabeanan akan mendorong investasi jangka panjang agar pembangunan berkelanjutan, terutama Investasi yang bersifat Foreign Direct Investment (FDI),” katanya.
Untuk itu, beberapa permasalahan terkait FTZ harus segera diselesaikan seperti revisi PP no 2 tahun 2009 tentang pelaksanaan FTZ yang hingga saat ini masih dibahas di Jakarta, padahal aturan tersebut sangat dibutuhkan investor sebagai landasan hukum berinvestasi di BBK.
Menurut Harry, pemerintah harus mengoptimalkan peran FTZ untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepri. Selain itu, dibutuhkan beberapa kebijakan lanjutan yakni, pertama mengembangkan komponen barang-barang modal dengan kemampuan dalam negeri.
Daya dukung sumberdaya (endowment) Indonesia sangat besar, sumber daya alam dan manusia. Dalam jangka panjang, efek substitusi (substitution effect) dan efek income (income effect) akan terjadi akibat pengurangan komponen biaya produksi.
Kedua, perlu dikembangkannya infrastruktur maritim dengan regulasi pendukung sehingga menunjang pelayaran dalam negeri. Ketiga, Perlu perbaikan infrastruktur darat dan pelabuhan agar konsentrasi industri di kawasan BBK menyebar. Dukungan pemerintah pusat diperlukan seluruh kawasan FTZ. Keempat, pemerintah pusat dan daerah harus makin terbuka dan profesional sehingga checklist masalah dan key strategy harus dijelaskan dengan transparan. Regulasi harus konsisten dengan perilaku birokrasi agar tercipta kepastian hukum.
Menurut Harry, Pemasalahan infrastruktur seperti kebutuhan listrik, sarana transportasi di darat maupun laut menjadi pemicu utama terhambatnya arus distribusi barang. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat dan daerah dengan mengedepankan prinsip good governance. Dengan demikian Kepri akan bisa menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia.
Gubernur Kepri, H. M Sani mengatakan, untuk mempercepat proses pembangunan ekonomi di Kepri dibutuhkan peran Pemerintah pusat yang lebih besar. Selain itu, Pemerintah pusat juga diminta untuk membantu mempercepat penyelesaiaan beberapa persoalan.
Sani menyebut ada empat persoalan yang dihadapi Pemprov Kepri, Pertama, meminta Presiden menambah bantuan infrastruktur sektor perikanan dan kelautan di Kepri. Kedua, memberikan bantuan pengelolaan pulau terluar atau terdepan yang ada di wilayah Kepri. Ketiga, segera mengesahkan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menjadi universitas negeri, dan keempat, meminta hasil revisi Peraturan pemerintah (PP) Nomor 2 tahun 2009 tentang kepabeananan segera diterbitkan.
Menurut Sani, Sektor perikanan dan kelautan Kepri, hingga kini belum banyak memberi kontribusi. Namun, beberapa program bantuan buat nelayan dan masyarakat pesisir telah dilakukan.
“Jika berharap bantuan daerah saja, tentu kurang. Karena itu, kami berharap pusat menambah bantuan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Batam Yayan Achyar mengatakan, iklim investasi di Kepri khususnya di kawasan BBK sudah sangat kondusif. Itu terlihat dari antusias investor asing untuk menanamkan modalnya di Kepri.
“Ada sekitar 114 proposal investasi ke kawasan BBK sejak 2010 hingga Februari ini,” katanya.
Menurutnya, ada sekitar 114 rencana investasi yang diajukan investor asing ke kawasan BBK dan sebagian besar berasal dari Singapura kemudian dari Malaysia, Korea, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.
Sayangnya, kata dia masih ada investor yang belum merealisasikan rencana tersebut disebabkan masih terdapat ganjalan untuk berinvestasi di Kepri.
Selain belum rampungnya revisi PP no 02 tahun 2009, kata Yayan birokrasi juga masih menghambat. Khususnya peraturan perijinan yang belum diserahkan seluruhnya ke daerah seperti ijin Angka pengenal impor produsen dan Nomor Induk Kepabenan atau NIK yang masih harus di urus ke Jakarta. Padahal dua aturan tersebut sangat penting bagi investor untuk mengekspor atau impor barangnya. (gus).
Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Provinsi Kepulauan Riau punya potensi untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia yang sejajar bahkan bisa menyaingi Singapura.
"Tempat kita ini (Kepri) adalah satelit Singapura. Kita akan menjadi new economy center," katanya saat membuka rapat kerja di Bandar Udara Raja Haji Fisabillillah, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Minggu (27/2).
Untuk mencapainya, semua pihak harus bekerja keras membangun ekonomi Kepulauan Riau. Pembangunannya harus mengakomodir kepentingan lokal, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Selain itu, kepentingan nasional juga harus dipenuhi dalam bentuk percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Presiden Yudhoyono juga meminta pembangunan Kepulauan Riau memperhatikan empat sasaran utama, yaitu pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan tenaga kerja, pengurangan kemiskinan, dan pemeliharaan lingkungan.
Sekretaris Dewan Kawasan FTZ BBK (Batam, Bintan dan Karimun), Jon Arizal mengatakan, memang dibutuhkan kerja keras untuk menjadikan Kepri sebagai pusat ekonomi baru dan Pemerintah pusat telah memulainya dengan menjadikan tiga daerah di Kepri yakni Batam, Bintan dan Karimun sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas.
Status sebagai daerah perdagangan dan pelabuhan bebas bagi tiga daerah di Kepri telah menarik investor global untuk menanamkan modalnya, dan tahun 2011 ini diproyeksikan sekitar 600 juta dollar AS modal asing akan masuk ke Kepri khususnya ke wilayah BBK.
“Tahun 2011 ini diharapkan BBK mampu menyerap nilai investasi 600 juta dolar AS atau dua kali lipat dari 2010 sekitar 300 juta dolar AS,” katanya.
Selain investor asing, Jon juga menyebut banyak investor dalam negeri yang menanamkan modalnya di wilayah BBK, dan setiap tahun volumenya cenderung meningkat.
Jon menyadari bahwa untuk membangun ekonomi di wilayah Kepri masih membutuhkan arus modal terutama dari luar negeri yang saat ini sedang mencari tempat menarik dan menguntungkan untuk berinvestasi. Oleh karena itu, Pemerintah melalui Dewan Kawasan dan Badan Pengusahaan Kawasan senantiasa melakukan promosi dan menyiapkan infrastruktur yang berkualitas untuk menarik investor ke Kepri.
Maraknya arus modal yang masuk Kepri berdampak positif terhadap laju Laju perekonomian Kepulauan Riau, dan di kuartal akhir 2010 angkanya mengalami tren ekspansif dengan pertumbuhan sebesar 6,27 persen (year-on-year), hal ini relatif meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 6,12 persen.
Dengan demikian laju pertumbuhan ekonomi tahun 2010 diestimasi sebesar 7,21 persen. Pertumbuhan ekonomi itu di akselerasi oleh perbaikan kinerja ekspor yang tumbuh sebesar 10,5 persen, menggantikan dominasi komponen konsumsi rumah tangga sebagai faktor penggerak utama perekonomian makro regional. Secara tahunan, kinerja ekspor menguat tajam dari mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 1,99 persen di tahun 2009, menjadi tumbuh 7,31 persen sepanjang tahun 2010
Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan masih mendominasi perekonomian Provinsi Kepulauan Riau yakni sebesar 46,8 persen. Aktivitas sektor industri pada triwulan IV-2010 diestimasi tumbuh 6,38 persen, lebih tinggi dari triwulan sebelumnya yang tumbuh 5,71 persen. Sepanjang tahun 2010 sektor ini mengalami ekspansi ekonomi sebesar 7,06 persen dibanding tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Komisi XI (Keuangan Negara, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan) DPR RI yang berasal dari Provinsi Kepri, Harry Azhar Azis mengatakan, untuk mempercepat pembangunan ekonomi di Kepri maka pemerintah harus mengoptimalkan peran FTZ BBK.
“Perdagangan bebas atau free trade lebih banyak positif daripada negatifnya bila dikelola dengan baik. Kawasan bebas dengan insentif perpajakan dan kepabeanan akan mendorong investasi jangka panjang agar pembangunan berkelanjutan, terutama Investasi yang bersifat Foreign Direct Investment (FDI),” katanya.
Untuk itu, beberapa permasalahan terkait FTZ harus segera diselesaikan seperti revisi PP no 2 tahun 2009 tentang pelaksanaan FTZ yang hingga saat ini masih dibahas di Jakarta, padahal aturan tersebut sangat dibutuhkan investor sebagai landasan hukum berinvestasi di BBK.
Menurut Harry, pemerintah harus mengoptimalkan peran FTZ untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Kepri. Selain itu, dibutuhkan beberapa kebijakan lanjutan yakni, pertama mengembangkan komponen barang-barang modal dengan kemampuan dalam negeri.
Daya dukung sumberdaya (endowment) Indonesia sangat besar, sumber daya alam dan manusia. Dalam jangka panjang, efek substitusi (substitution effect) dan efek income (income effect) akan terjadi akibat pengurangan komponen biaya produksi.
Kedua, perlu dikembangkannya infrastruktur maritim dengan regulasi pendukung sehingga menunjang pelayaran dalam negeri. Ketiga, Perlu perbaikan infrastruktur darat dan pelabuhan agar konsentrasi industri di kawasan BBK menyebar. Dukungan pemerintah pusat diperlukan seluruh kawasan FTZ. Keempat, pemerintah pusat dan daerah harus makin terbuka dan profesional sehingga checklist masalah dan key strategy harus dijelaskan dengan transparan. Regulasi harus konsisten dengan perilaku birokrasi agar tercipta kepastian hukum.
Menurut Harry, Pemasalahan infrastruktur seperti kebutuhan listrik, sarana transportasi di darat maupun laut menjadi pemicu utama terhambatnya arus distribusi barang. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat dan daerah dengan mengedepankan prinsip good governance. Dengan demikian Kepri akan bisa menjadi pusat pertumbuhan baru di Indonesia.
Gubernur Kepri, H. M Sani mengatakan, untuk mempercepat proses pembangunan ekonomi di Kepri dibutuhkan peran Pemerintah pusat yang lebih besar. Selain itu, Pemerintah pusat juga diminta untuk membantu mempercepat penyelesaiaan beberapa persoalan.
Sani menyebut ada empat persoalan yang dihadapi Pemprov Kepri, Pertama, meminta Presiden menambah bantuan infrastruktur sektor perikanan dan kelautan di Kepri. Kedua, memberikan bantuan pengelolaan pulau terluar atau terdepan yang ada di wilayah Kepri. Ketiga, segera mengesahkan Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) menjadi universitas negeri, dan keempat, meminta hasil revisi Peraturan pemerintah (PP) Nomor 2 tahun 2009 tentang kepabeananan segera diterbitkan.
Menurut Sani, Sektor perikanan dan kelautan Kepri, hingga kini belum banyak memberi kontribusi. Namun, beberapa program bantuan buat nelayan dan masyarakat pesisir telah dilakukan.
“Jika berharap bantuan daerah saja, tentu kurang. Karena itu, kami berharap pusat menambah bantuan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Batam Yayan Achyar mengatakan, iklim investasi di Kepri khususnya di kawasan BBK sudah sangat kondusif. Itu terlihat dari antusias investor asing untuk menanamkan modalnya di Kepri.
“Ada sekitar 114 proposal investasi ke kawasan BBK sejak 2010 hingga Februari ini,” katanya.
Menurutnya, ada sekitar 114 rencana investasi yang diajukan investor asing ke kawasan BBK dan sebagian besar berasal dari Singapura kemudian dari Malaysia, Korea, Jepang, Eropa dan Amerika Serikat.
Sayangnya, kata dia masih ada investor yang belum merealisasikan rencana tersebut disebabkan masih terdapat ganjalan untuk berinvestasi di Kepri.
Selain belum rampungnya revisi PP no 02 tahun 2009, kata Yayan birokrasi juga masih menghambat. Khususnya peraturan perijinan yang belum diserahkan seluruhnya ke daerah seperti ijin Angka pengenal impor produsen dan Nomor Induk Kepabenan atau NIK yang masih harus di urus ke Jakarta. Padahal dua aturan tersebut sangat penting bagi investor untuk mengekspor atau impor barangnya. (gus).
Pesona Lagoi Bintan Diresmikan SBY
BATAM – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pemberian nama baru kawasan wisata terpadu Teluk Lebong Treasure Bay menjadi Pesona Lagoi Bintan, Sabtu (26/2). Proyek tersebut dipastikan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Kepri.
Dalam sambutan peresmian nama baru kawasan wisata Teluk Lebong Treasure Bay menjadi Pesona Lagoi Bintan Sabtu (26/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta pengembangan proyek kawasan wisata di Tanah Air mengacu pada kekhasan lokal agar memiliki daya saing bersadarkan keunikannya, sekaligus menjamin keberlanjutan sektor wisata dari segi kelangsungan bisnisnya.
"Kalau berlanjut, wisatawan yang datang akan semakin banyak setiap tahunnya. Maka ada peluang yang semakin besar untuk lebih mengembangkan lagi kawasan wisata di tempat ini," katanya, Sabtu (26/2).
Pada saatnya nanti dapat mempromosikan Kepulauan Riau sebagai suatu tempat yang khas, unik, dan indah. Untuk itu semua pemangku kepentingan perlu memiliki satu kesamaan dalam meraih peluang serta jangan membuang kesempatan dan momentum yang ada.
Kawasan wisata Pesona Lagoi Bintan atau Treasure Bay merupakan proyek yang dibangun pengusaha Malaysia bekerjasama dengan pengusaha Indonesia dan Singapura dengan investasi ditaksir 900 juta dolar Singapura. Dalam kawasan itu nantinya dibangun berbagai fasilitas seperti marina, tempat bersandar pesawat air (water plane), yang bisa membawa wisatawan ke Lingga, Natuna, Karimun, maupun ke Batam.(gus).
Dalam sambutan peresmian nama baru kawasan wisata Teluk Lebong Treasure Bay menjadi Pesona Lagoi Bintan Sabtu (26/2), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono minta pengembangan proyek kawasan wisata di Tanah Air mengacu pada kekhasan lokal agar memiliki daya saing bersadarkan keunikannya, sekaligus menjamin keberlanjutan sektor wisata dari segi kelangsungan bisnisnya.
"Kalau berlanjut, wisatawan yang datang akan semakin banyak setiap tahunnya. Maka ada peluang yang semakin besar untuk lebih mengembangkan lagi kawasan wisata di tempat ini," katanya, Sabtu (26/2).
Pada saatnya nanti dapat mempromosikan Kepulauan Riau sebagai suatu tempat yang khas, unik, dan indah. Untuk itu semua pemangku kepentingan perlu memiliki satu kesamaan dalam meraih peluang serta jangan membuang kesempatan dan momentum yang ada.
Kawasan wisata Pesona Lagoi Bintan atau Treasure Bay merupakan proyek yang dibangun pengusaha Malaysia bekerjasama dengan pengusaha Indonesia dan Singapura dengan investasi ditaksir 900 juta dolar Singapura. Dalam kawasan itu nantinya dibangun berbagai fasilitas seperti marina, tempat bersandar pesawat air (water plane), yang bisa membawa wisatawan ke Lingga, Natuna, Karimun, maupun ke Batam.(gus).
Langganan:
Postingan (Atom)