Loading...

Selasa, 29 Desember 2009

Saham terancam koreksi di akhir tahun

Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terasa sangat sepi dipenghujung tahun 2009 ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak terus berusaha keras untuk menutup tahun ini dilevel diatas 2.500. Pada perdagangan saham kemarin, IHSG ditutup naik 9,3 poin atau 0,37% di level 2.518,99 dengan total nilai transaksi hanya sekitar Rp2,5tn.





Saham-saham Grup Bakrie tampak masih berhasil menahan penurunan indeks. BUMI naik 100 poin ke level Rp2.500, BNBR naik 2 poin ke Rp87, DEWA naik 10 poin ke Rp135, ENRG naik 3 poin ke Rp197. Namun, ELTY kemarin ditutup turun 2 poin ke level Rp198.

Tadi malam waktu Jakarta, bursa saham di Wall Street ditutup turun tipis 1,67 poin ke level 10.545,41 setelah selama 6 hari berturut-turut rally kencang. Pagi ini, bursa Asia Pasifik dibuka variatif. Shanghai, Strait Times, dan Taiwan menguat antara 0,07% — 0,34% sedangkan bursa lainnya turun antara 0,1% — 0,4%.

IHSG hari ini kami perkirakan akan bertahan diatas level 2.500 dengan kisaran 2.509 — 2.525. walaupun demikian, IHSG akan mendapat tekanan diakhir tahun ini menyusul penurunan indeks-indeks di bursa global.

Minggu, 27 Desember 2009

Investor Menunggu Santa Claus Rally

Investor pada perdagangan di minggu terakhir tahun 2009 menunggu apa yang disebut Santa Claus Rally, yaitu kenaikan saham-saham di akhir tahun. Beberapa faktor yang ditunggu pelaku pasar adalah adanya window dressing. Window dressing adalah strategi para fund manager untuk memperbaiki kinerja portofolio reksadananya di akhir tahun dengan menjual saham-saham yang diperkirakan mencatatkan kerugian dan membeli saham-saham yang diperkirakan mencatatkan keuntungan besar.





Sebagaimana diketahui, karena laporan kinerja reksadana sebuah perusahaan investasi biasanya diterbitkan di setiap akhir kuartal atau akhir tahun maka aksi window dressing sangat membantu mereka untuk ‘memoles’ portofolio yang memang disukai oleh para investor dalam brosur-brosur penjualan mereka. Strategi window dressing ini umumnya lebih marak dijalankan pada akhir penutupan tahun sehingga seringkali mengerek harga saham naik.

Kami meyakini bahwa aksi window dressing ini akan marak pada minggu ini. Namun apakah aksi window dressing para fund manager ini akan mampu mendorong indeks IHSG naik menyentuh 2.600? Beberapa hal yang cukup menjanjikan adalah harga-harga saham unggulan telah mengalami koreksi dari sejak awal Desember yang lalu. Tentu hal ini akan menjadi entry point bagi pemodal institusi untuk melakukan aksi beli di saham-saham blue chips. Sebaliknya saham-saham mid cap yang gagal memenuhi ambisi pencapaiannya akan menjadi sasaran jual.


Faktor Bank Century tidak berpengaruh

Faktor Bank Century meskipun menjadi topik hangat di media-media di Jakarta. Bahkan kantor Kepresidenan terlalu defensif sehingga langkah ini justru memicu kembali maraknya perbincangan media massa. Bahkan hilangnya peredaran buku mengenai skandal Bank Century dikait-kaitkan dengan ’operasi intelijen’. Kami melihat bahwa sebenarnya Pemerintah SBY overreacting menanggapi perkembangan kasus Bank Century ini. Tentu hal ini kontraproduktif mengingat pasar sudah menganggap kasus tersebut sudah pada tahap anti klimaks.


Bursa Global Menanti Rally

Tidak hanya di Jakarta, bursa-bursa saham di seluruh dunia juga menanti penutupan tahun dengan harapan baru dan tentunya rally kenaikan saham-saham. Aksi-aksi window dressing di hampir seluruh bagian dunia diharap-harap oleh pelaku pasar guna mendongkrak harga saham mereka. Bagi investor ritel, kenaikan ini sangat dinanti-nanti sehingga mereka bisa merealisasikan sebagian portofolio mereka untuk perayaan liburan tahun baru nanti.

Pada penutupan sebelum hari Natal kemarin, indeks bursa-bursa dunia termasuk IHSG mengalami kenaikan meskipun belum terlalu signifikan. Indeks Dow berhasil menembus titik 10.500. Demikian pula dengan IHSG yang kembali rebound ke titik 2.460.

Untuk IHSG beberapa faktor pendorong kenaikan adalah inflasi tahun 2009 yang rendah di kisaran 2,8% - 3,0%, tingkat suku bunga rendah yang bertahan di 6,5%, dan membaiknya kinerja saham-saham domestik seperti perbankan, telekomunikasi, otomotif, semen, barang konsumen, infrastruktur, farmasi, peritel, distribusi dan beberapa saham-saham komoditi tertentu. Saham-saham Grup Bakrie, meskipun masih menjadi titik perhatian pelaku pasar di Indonesia, akan menjadi gerai-gerai pertaruhan apakah mulai menggeliat naik atau turun?

Namun aksi window dressing justru diperkirakan akan menjadi faktor negatif bagi BUMI dan DEWA karena para fund manager kemungkinan mengkhawatirkan penurunan lebih dalam sehingga mereka mengantisipasinya dengan profit taking. Bahkan mereka telah mengganti portofolio batubara dengan saham ADRO, PTBA dan ITMG.

Selasa, 22 Desember 2009

Panorama Promo Natal dan Tahun Baru





Ultra Jaya Tbk Targetkan Pertumbuhan 10 Persen

JAKARTA - Perusahaan makanan dan minuman atau consumer goods, PT Ultrajaya Milk Industry Tbk menargetkan pertumbuhan penjualan 10 persen pada tahun depan dibanding perkiraan realisasi tahun ini yang 1,6 triliun rupiah. Untuk itu, kapasitas pabrik pengolahan susu di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat akan dikembangkan dengan investasi ditaksir 40 miliar rupiah.




Sekretaris Perusahaan Ultrajaya Eddy Kurniadi mengatakan, pihaknya sangat optimistis kinerja tahun depan bisa lebih baik dibanding tahun ini. Oleh karena itu, dia mematok target pertumbuhan penjualan minimal 10 persen disbanding perkiraan realisasi angka penjualan tahun ini yang 1,6 triliun rupiah.

“Tahun depan kami masih fokus melakukan pemasaran di dalam negeri, karena potensi pasar yang bisa diraih masih cukup besar, sehingga kinerja penjualan di targetkan bisa tumbuh lebih dari 10 persen,” katanya kepada Koran Jakarta, Selasa (22/12).

Untuk mengejar target tersebut, perseroan akan melakukan beberapa langkah, pertama, mengembangkan kapasitas pabrik di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat agar efektifitas produksinya bisa meningkat lebih dari 90 persen dari 60 persen saat ini, sementara itu, kapasitas produksinya diharapkan menjadi 330 juta liter pertahun dari 280 juta liter saat ini.

kedua, penjualannya akan tetap difokuskan di dalam negeri karena potensi pasarnya masih sangat besar, sedangkan persentase ekspor tidak akan ditingkatkan dari posisi saat ini yang 1-2 persen dari total produksi.

Ketiga, perseroan akan meluncurkan beberapa produk baru pada tahun depan yang akan disesuaikan dengan permintaan pasar, sayangnya dia tidak menyebut nama produk yang akan diluncukan. Keempat, penetrasi pasar khususnya di luar Jawa dengan membuka beberapa agen pemasaran.

Untuk itu, kata Eddy, pihaknya telah mengalokasikan investasi sekitar 40 miliar rupiah, relatif sama dengan jumlah investasi tahun ini. Dananya akan diambil dari kas perusahaan, karena kas perseroan masih cukup untuk membiayai investasi tersebut.


Target Tercapai

Terkait dengan kinerja tahun ini, perseroan memperkirakan nilai penjualannya sesuai dengan target yang telah ditetapkan di awal tahun yakni 1,6 triliun rupiah. Hingga September 2009, perusahaan ini telah membukukan nilai penjualan 1,2 triliun rupiah naik 20 persen dibanding periode sama tahun lalu yang 1,0 triliun rupiah.

Laba usahanya mencapai 89,5 miliar rupiah melonjak hingga 548,6 persen dibanding periode sama tahun 2008 yang 13,8 miliar rupiah. Namun laba bersihnya hanya 47,5 miliar rupiah, lebih rendah dibanding periode sama tahun lalu yang 338,4 miliar rupiah. Penurunan laba bersih itu dipengaruhi oleh tidak masuknya lagi nilai penjualan Buavita dan gogo pada tahun lalu ke Unilever senilai 400 miliar rupiah.

Analis Danareksa Naya Tirambintang mengatakan, Kinerja Ultrajaya dinilai prospektif karena daya beli masyarakat bakal meningkat seiring dengan turunnya angka inflasi. Disamping itu, produksi yang dihasilkan perseroan berupa susu, teh dan juice lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat menengah atas, yang pendapatannya tidak mengalami tekanan akibat krisis keuangan global

Selain itu, perusahaan tersebut juga punya peluang untuk meningkatkan kinerja penjualannya karena karena konsumsi masyarakat terhadap susu masih relatif kecil dibanding negara lain. Oleh sebab itu, langkah perseroan yang akan meningkatkan kapasitas produksi pabriknya dinilai tepat dan bisa mendorong kinerja usaha dan saham perusahaan itu. (gus).

Senin, 21 Desember 2009

Skandal Bank Century Membuka Peluang Memburu Saham Murah

Kali ini publik mendapat suguhan polemik dari para mantan petinggi bank sentral apakah Bank Century termasuk bank sistemik sehingga harus ‘ditolong’ oleh Pemerintah melalui KSSK dan menggunakan dana LPS. Bahkan beredar pula rumor yang mengatakan bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani mengundurkan diri atas tekanan-tekanan dari DPR. Kepala berita semacam itu mewarnai Jakarta pagi ini dan sepertinya pelaku pasar akan dihadapkan pada kiamat sehingga harus mengobral saham-saham mereka.




Nampaknya Skandal Century telah mengambil alih topik perbincangan akhir tahun Indonesia, menutupi beberapa fakta-fakta positif seperti pencapaian Bank BNI sebagai Top Book Runner dan sekaligus Top Arranger untuk Kredit Sindikasi, atau keberhasilan Bank Mandiri melewati situasi krisis 2 tahun lalu dan telah menjadi salah satu bank yang paling menguntungkan di kawasan Asia. Juga pencapaian penjualan Semen Gresik pasca gempa bumi Padang, yang memaksa pabrik semen terbesar tersebut bekerja melampaui kapasitas produksinya. Demikian pula fakta bahwa ADRO berhasil melakukan integrasi vertikal dengan mengakuisisi perusahaan tongkang di tengah proses ekspansi yang tiada henti di tahun ini. Atau fakta bahwa Bukit Asam akan mendapat penambahan kapasitas angkut PTKA menjadi 12 juta ton di awal tahun 2010 dan proyek rel ganda dengan investor Cina telah memperoleh persetujuan prinsip guna memulai pembangunannya.

Skandal Century seolah-olah merupakan ‘hadiah’ yang diberikan oleh DPR 1 bulan setelah pelantikan kepada rakyat. Ini merupakan hal positif bilamana DPR dan Pemerintah bisa segera menuntaskan segera proses tersebut. Tidak boleh ada satu pun pihak yang bisa menyandera Indonesia dengan skandal tersebut baik dari Pemerintah maupun dari DPR.

Namun apa yang kita khawatirkan mulai terjadi. Pelaku pasar mencoba menyelamatkan keuntungannya dengan merealisasikan aksi ambil untung guna mengantisipasi situasi yang lebih buruk. Meskipun Wakil Presiden Boediono dijadwalkan untuk menghadiri panggilan Pansus Bank Century hari ini, Selasa, 22 Desember 2009, namun pelaku pasar mencoba menghindar dan mengambil posisi minggir. IHSG kemarin jatuh terperosok tajam 78 poin atau 3% lebih ke titik 2.415,3. Saham-saham unggulan mengalami koreksi secara merata, menarik ke bawah indeks.

Bargain Hunting

Tentu situasi ini membuka peluang bagi pemodal untuk mengambil posisi. Kami meyakini bahwa sikap tegas Presiden SBY merupakan modalitas penting guna mempertahankan Pemerintahan SBY-Boediono yang sah dipilih oleh mayoritas rakyat. Hal ini memberi kepastian politik bahwa sistem politik di Indonesia menghasilkan pemerintahan mayoritas yang efektif dan efisien. Kami merekomendasikan untuk pemodal mengambil posisi bargain hunting atas saham-saham unggulan seperti ASII, ITMG, UNVR, KLBF,TLKM dan INDF.

HSBC Gelar Pelatihan Cash Management Bagi Jurnalis



Divisi Global Payment and Cash Management HSBC Indonesia mengadakan pelatihan mengenai pengelolaan kas/ cash management bagi jurnalis media hari ini di Jakarta. Dalam pelatihan interaktif ini, para peserta yang kesemuanya merupakan jurnalis dari berbagai media massa, belajar seputar konsep dan proses transaksi pembayaran perusahaan hingga masalah teknis dan perihal perkembangan cash management terkini.




Pelatihan setengah hari ini merupakan kelanjutan dari HSBC Media Workshop Series yang sebelumnya membahas mengenai Perbankan Syariah dan Perdagangan Internasional, serta merupakan workshop mengenai cash management yang kedua diadakan untuk wartawan media massa. Hadir dalam pelatihan ini adalah Herani Hermawan, Head of Sales, Global Payment and Cash Management HSBC Indonesia.

Pelatihan yang dirancang sedemikian rupa agar lebih mudah dimengerti ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga memberikan informasi terkini mengenai kondisi pasar, informasi mengenai produk terbaru, dan peraturan-peraturan baru seputar cash management. Materi workshop membahas mengenai dasar konsep cash management, keuntungan penerapan cash management bagi perusahaan, serta tren perkembangan cash management di dalam industri perbankan sendiri.

HSBC menyadari bahwa perusahaan memerlukan strategi manajemen modal kerja dan keuangan yang baik bagi perusahaan yang dalah satu solusinya adalah dengan produk cash management. Namun demikian, kebanyakan perusahaan di Indonesia masih belum mengetahui arti penting dari produk perbankan ini. Untuk itu, melalui pelatihan setengah hari ini diharapkan media massa dapat lebih aktif mensosialisasikan produk ini kepada masyarakat. Hal ini juga merupakan bentuk penghargaan HSBC kepada media, sekaligus sebagai strategi dalam memperkuat posisinya sebagai Leading International Business.

Herani Hermawan mengatakan, “Pelatihan mengenai cash management yang ditujukan khusus kepada jurnalis ini merupakan perwujudan rasa terimakasih kami kepada rekan-rekan media yang selama ini mendukung HSBC maupun dunia perbankan pada umumnya dalam mengedukasi masyarakat perihal cash management, yang masih belum begitu dimengerti manfaat produknya oleh masyarakat secara umum”

Selain mengadakan pelatihan kepada wartawan, HSBC juga senantiasa berkomitmen untuk membantu perusahaan mengurangi biaya-biaya administrasi dan transaksi secara signifikan dengan menyediakan beragam pelatihan, ataupun konsultasi yang dipandu langsung oleh tim internalnya.

“Dalam pelatihan ini kami juga ingin sampaikan komitmen HSBC yang senantiasa menyediakan layanan terbaik kepada nasabah kami. Kami memahami bahwa pada situasi seperti saat ini, mempertahankan agar arus kas selalu positif merupakan hal yang penting. Industri perbankan dapan memainkan peran yang lebih aktif dalam memperbaiki kinerja keuangan perusahaan dengan membantu mempercepat siklus piutang perusahaan, menyediakan informasi yang akurat, otomatisasi proses pembayaran serta rekonsiliasi informasi rekening. Dengan jaringan dan keahlian global yang kami miliki ditambah pemahaman mengenai kebutuhan lokal, menempatkan divisi Global Payment and Cash Management HSBC sebagai penyedia layanan perbankan cash management terdepan,” tambah Herani. (Rilis).

Minggu, 20 Desember 2009

Investor Siap-Siap Jelang Reli Akhir Tahun

Investor di Jakarta menunggu-nunggu apakah sisa 2 minggu terakhir ini saham-saham memiliki peluang memulai reli panjang atau memang berakhir dengan situasi lesu sebagaimana di awal bulan Desember Memang banyak faktor-faktor negatif menghadang pergerakan naik indeks seperti faktor politik yaitu gesekan antara Pemerintah dan DPR dalam kasus Bank Century, atau ketiadaan insentif-insentif baru di bursa. Namun sebagaimana di akhir tahun, pemodal mengharapkan window dressing emiten-emiten unggulan (blue chips) tentang kinerja akhir tahun 2009.





Beberapa hal yang diperkirakan mendorong sentimen positif di bursa adalah sikap tegas Presiden SBY menjawab tuntutan non aktif Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani oleh DPR. Tuntutan tersebut malah dipandang sebagai tindakan ekstra konstitusi. Sebaliknya pelaku pasar mencermati apakah Pemerintahan mayoritas, yang Presiden dan Wakil Presidennya dipilih secara mayoritas 60% melalui pemilihan langsung dan yang memiliki koalisi mayoritas di DPR, bisa secara efektif menangkis proses penyeimbang (check and balance) di DPR. Bila memang demikian maka pasar akan bereaksi positif. Namun politik sukar ditebak. Bila yang terjadi adalah benar proses pemakzulan, maka pasar akan bereaksi negatif. Bukan pasar memihak pada salah satu pihak. Namun pasar akan menilai bahwa sistem politik Indonesia masih berjalan tidak efisien dan memberikan ketidakpastian yang tinggi.

Kami memprediksi harga saham pekan ini berpeluang menguat terutama saham-saham domestik seperti telekomunikasi, farmasi, barang konsumen, perbankan dan saham-saham energi. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan mulai bergerak menguji titik 2.550 pekan ini. Bila tertembus maka titik resistensi kedua di 2.575/2.600 akan diuji sebagai titik terakhir di tahun 2009.

Kami memprediksi harga saham pekan ini berpeluang menguat terutama saham-saham domestik seperti telekomunikasi, farmasi, barang konsumen, perbankan dan saham-saham energi. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan mulai bergerak menguji titik 2.550 pekan ini. Bila tertembus maka titik resistensi kedua di 2.575/2.600 akan diuji sebagai titik terakhir di tahun 2009.


Wall Street Reli

Sementara itu pergerakan saham-saham di New York bergerak ke teritori positif setelah selama sepekan lalu mengalami reli panjang. Saham-saham teknologi memimpin pergerakan naik seiring dengan musim liburan, mendorong penjualan dan harapan-harapan baru. Indeks Dow kembali menguat ke titik 10.328,9 pada Jumat lalu.

Sementara itu ketegangan baru antara Iran dan Iraq seputar perbatasan, sekaligus masuknya musim dingin telah mendongkrak harga minyak ke titik $74. Hal ini juga mendorong harga saham-saham energi mulai bergerak naik.


PT Astra Otoparts Tbk Operasikan Mesin Baru

JAKARTA – Perusahaan suku cadang kendaraaan, PT Astra Otoparts Tbk akan memulai produksi lima mesin plastic part pada kuartal satu tahun depan untuk mengenjot pendapatan 2010 agar lebih tinggi dibanding tahun ini.




Direktur Astra Otoparts Robby Sani mengatakan, perseroan telah membeli lima mesin produksi baru pembuatan plastik komponen untuk onderdil kaca spion kendaraan atau plastic part pada akhir tahun ini. Mesin itu, direncakan akan mulai berproduksi pada kuartal satu 2010.

“Lima mesin produksi plastik komponen untuk onderdil kaca spion rencananya akan mulai produksi kuartal satu tahun depan sehingga pendapatan dan laba 2010 diprediksi bisa lebih baik dibanding tahun ini,” katanya kepada Koran Jakarta, Minggu (20/12).

Dana untuk membeli mesin produksi itu, kata dia diambil dari belanja modal tahun ini yang 100 miliar sampai 150 miliar rupiah. Untuk belanja modal tahun depan diperkirakan lebih dari jumlah tahun ini, namun secara pasti belum bisa disebutkan.

Pengoperasian mesin tersebut untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, dan pada tahun depan dipastikan bakal naik dibanding tahun ini dipicu oleh naiknya konsumsi kendaraan. Sementara itu, jumlah produksi dari mesin yang akan dioperasikan tersebut tidak bisa disebutkan, karena item produk yang akan diproduksi banyak.

Oleh karena itu, pihaknya memperkirakan pendapatan dan laba bersih tahun depan bakal lebih tinggi dibanding tahun ini, namun secara rinci belum bisa disebutkan karena sedang dilakukan perhitungan.

Menurut Robby, pendapatan dan laba bersihnya tahun depan diproyeksikan bakal lebih tinggi dibanding realisasi tahun ini karena beberapa hal, pertama, adanya peningkatan konsumsi kendaraan menurut proyeksi Gabungan Pengusaha Mobil Indonesia , selain itu perseroan juga sedang menyusun sejumlah rencana ekspansi usaha.

Selain mengoperasikan lima mesin produksi baru, perseroan juga rencananya akan menambah jumlah main dealer kendaraan roda dua dari 42 main dealer saat ini menjadi 44 main dealer. Perseroan juga akan mulai masuk ke pasar baru di Afrika. Perseroan juga akan memperkuat jaringan distribusi dan meningkatkan kemampuan proses pendistribusian barang ke pasar replacement market.

Untuk kinerja tahun ini, menurut Robby, perseroan memperkirakan pendapatannya mencapai 5,2 triliun rupiah, turun tipis dibanding realisasi 2008 yang 5,3 triliun rupiah. Meski demikian, laba bersihnya diperkirakan naik sekitar 10 persen yakni mencapai 666 miliar rupiah.

Peningkatan laba bersih itu, kata Robby dipengaruhi oleh langkah perusahaan yang telah berhasil melakukan efisiensi dan didukung oleh penurunan bahan baku khususnya bahan baku baja, alumunium, pastik dan karet. Selain itu, penguatan rupiah dan penurunan Dollar AS juga menyebabkan margin atau keuntungannya menjadi lebih besar sehingga laba bersih yang diterima tahun ini diprediksi naik sekitar 10 persen.

Hingga September ini, perseroan membukukan pendapatan 3,8 tirliun rupiah turun 6,0 persen dibanding 2008, sedangkan laba bersihnya 547 miliar rupiah turun 5,0 persen dibanding September 2008 yang 574 miliar rupiah.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, konsumsi kendaraan atau otomotif nasional tahun depan diprediksi naik dua kali lipat disbanding pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,5 persen, sehingga pertumbuhan otomotif sekitar 10-12 persen.

Peningkatan itu dipicu oleh langkah pemerintah yang akan memacu pembangunan infrastruktur yang masuk dalam rancangan utama prioritas kerja di era Kabinet Indonesia Bersatu kedua ini. Selain itu, membaiknya produksi dan harga komoditas tambang dan perkebunan juga akan menyumbang pertumbuhan kendaraan komersial di Indonesia.

"Prediksi saya penjualan kendaraan komersial seperti truk kategori dua sebanyak 70.000 unit, sedangkan truk kategori tiga sebanyak 16.000 unit," katanya. (gus).

Jumat, 18 Desember 2009

Jelang libur panjang, indeks tembus 2.500

Setelah selama dua hari berturut-turut indeks tertekan dizona merah, kemarin akhirnya berhasil menembus level 2.500 walaupun perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berlangsung relatif tipis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup naik 27,81 poin atau 1,1% ke level 2.522,55 dengan total nilai transaksi hanya sekitar Rp3.2tn.





Sementara itu, tadi malam waktu Jakarta, perdagangan saham di Wall Street tampak bergerak variatif dengan menurunnya tekanan jual seiring dengan hasil pertemuan Bank Sentral AS (Federal Reserve) untuk tetap menjaga suku bunga di level antara 0% — 0,25%. Indeks Dow Jones turun tipis 10,88% atau 0,1% ke level 10.441,12.

Pagi ini, bursa saham di Asia Pasifik bereaksi positif terhadap hasil meeting Bank Sentral AS tersebut. sebagian besar dibuka menguat di kisaran 0,16% — 1,63% kecuali New Zealand dan Seoul yang melemah sekitar 0,1%.



Rabu, 16 Desember 2009

Lusi Efriani : Peduli Usaha Mikro



Foto : Lusi Efriani

Tidak banyak orang yang sudah sibuk dengan rutinitasnya, namun masih punya waktu dan peduli kepada orang kecil yang punya bisnis. Salah satunya, Lusi Efriani yang sudah lebih dari lima tahun mendampingi pengusaha mikro di Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan usahanya.

Ibu dua anak asal Surabaya ini, kesehariannya bekerja sebagai Corporate Communication Officer di Avava Grup Internasional di Batam. Lusi juga dipercaya oleh Bank Indonesia Batam menjadi pendamping UKM sejak 2006 sampai sekarang.





Kepedulian Lusi kepada UKM bukan tanpa sebab, wanita yang masih punya keturunan ningrat ini, kesehariannya selalu berhubungan dengan masyarakat kecil yang tidak mampu mengembangkan usahanya karena berbagai alasan. Kurangnya perhatian pemerintah juga menjadi pemicu dirinya untuk membantu dan menolong pelaku usaha mikro tersebut.

Padahal kata Lusi, pelaku usaha mikro adalah tulang punggung negara, bila pelaku usaha kecil sukses dan berhasil dalam bisnisnya, sudah pasti akan membantu negara menjadi lebih kuat dari segi ekonominya, sehingga pemerintah tidak perlu mengelurkan dana besar untuk sekedar menciptakan lapangan kerja dengan membantu permodalan bagi pengusaha besar.

“Perhatian pemerintah terhadap usaha mikro yang saya rasakan masih sangat minim, sehingga saya terketuk untuk membantu dan mendampingi mereka,” katanya.

Lebih dari 100 pelaku usaha mikro di Kepri saat ini menjadi binaan Lusi, dan sebagian besar dari mereka menjadi sukses.

Untuk membantu usaha mikro tersebut, Lusi tidak segan segan turun langsung ke lapangan bahkan sampai kedesa yang sulit dijangkau untuk sekedar berbincang dengan pelaku usaha mikro tentang usahanya.

Dari hasil percincangan itu, Lusi lalu menentukan program apa yang sepantasnya diberikan pelaku usaha mikro tersebut. Dia lalu menjembati pelaku usaha mikro dengan perbankan (Bank Perkreditan Rakyat) untuk mendapatkan modal, Lusi juga melakukan pelatihan keuangan pada usaha mikro tersebut.

Selain itu, wanita ini juga sering melakukan seminar motivasi kepada pelaku usaha mikro agar tetap semangat menjalani bisnisnya.

Dari segi pemasaran, Lusi sering mengajak pelaku usaha mikro binaanya untuk mengikuti ajang pameran di dalam negeri dan luar negeri, seperti yang dilakukannya pada awal Desember lalu yang mengajak lebih dari 30 pelaku usaha mikro melakukan pameran dagang di Johor Bahru Malaysia.

Yang menarik dari diri Wanita yang lulus dari Sastra Inggris Universitas Airlangga pada 2003 ini adalah, aktivitas dampingan yang dilakukannya sama sekali tidak dipungut biaya, bahkan dia sama sekali tidak mendapat tunjangan atau biaya atau gaji dari lembaga apapun, termasuk pemerintah daerah.

“Saya tulus mengerjakan ini, karena hati kecil saya senantiasa mendorong untuk melakukan itu,” katanya.

Meski demikian, langkah dan kebajikan Lusi bukan tanpa perhatian dari pemerintah. Pada 25 Januari 2008 dia mendapat award atau penghargaaan dari Bank Indonesia batam serta pemerintah daerah sebagai Pembina UKM teladan. Hadiah langsung diserahkan oleh Bapak Irwan Lubis (Kepala Bank Indonesia Batam), Ahmad Dahlan (Walikota Batam) dan Ismeth Abdullah (Gubernur Kepulauan Riau) dalam acara Bank Gala Dinner 25 Januari 2008.

Saat ini, Lusi sedang mendampingi sejumlah pengrajin di Batam yang memproduksi arang. Arang yang dihasilkan dari pengrajin tersebut, dulunya hanya dijual di kota Batam saja dengan kualitas standar, saat ini produk tersebut sudah berhasil di ekspor ke Singapura, Malaysia negara lainnya. Keberhasilan itu berkat dampingan yang dilakukan Lusi kepada pengrajin untuk meningkatkan kualitas arangnya dengan merubah proses pembakarannya. (gus).

Selasa, 15 Desember 2009

Birokrasi dan Infrastruktur Masih Jadi Penghalang

Pertumbuhan ekonomi nasional sebenarnya bisa dipacu bila pemerintah mau fokus mengembangkan industri manufaktur, karena sektor ini dinilai memiliki nilai tambah lebih tinggi ketimbang sektor lainnya seperti komoditas. Untuk itu, hambatan bagi pertumbuhan industri itu perlu di hilangkan seperti hambatan birokrasi dan infrastruktur.





Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi mengatakan, pertumbuhan ekonomi nasional saat ini masih tergantung pada sektor komoditas seperti Migas, bahan tambang dan perkebunan.

Dengan demikian, angka pertumbuhan ekonomi nasional sangat tergantung dari harga komodistas tersebut di pasaran internasional. Bila harganya tinggi, maka pertumbuhan ekonomipun akan ikut terkerek, tapi bila harga anjlok sudah dipastikan angka pertumbuhan ekonomipun melorot.

Untuk itu, pemerintah sudah saatnya mulai mengalihkan ketergantungan pertumbuhan ekonominya dari sector komoditas ke sector manufaktur. Namun, permasalahan timbul karena hingga saat ini tidak banyak investasi masuk ke Indonesia di sektor manufaktur.

Menurut Sofyan, masalah utama yang menyebabkan tidak tertariknya investor asing dan dalam negeri mengembangkan industri manufaktur karena dua hal yakni hambatan birokrasi dan hambatan infrastruktur.

Kondisi jalan dan pelabuhan serta infrastruktur pendukung lainnya di Indonesia masih minim. Lihat saja, kondisi jalan dari pelabuhan ke gudan milik perusahaan sangat macet karena badan jalan tidak lagi bisa menampung lonjakan arus lalu lintas. Selain itu, kondisi pelabuhan juga masih memilukan, itu terlihat masih lamanya proses bongkar muat di pelabuhan.

Akibatnya menimbulkan biaya ekonomi yang cukup tinggi (High Cost Economy) yang menyebabkan biaya produksi meningkat. Bila biaya produksi meningkat, maka harga jual menjadi tinggi sehingga perusahaan dalam negeri tidak bisa bersaing dengan perusahaan sejenis di luar negeri yang juga memproduksi barang yang sama.

Untuk itu, Pemerintah segera merealisasikan rencana investasi di sector infrastruktur dan membenahi aturan dan layanan birokrasi.

Senada dengan Sofyan, Direktur Utama PT Satnusa Persada Tbk, Abidin Hasibuan juga mengatakan, masih banyaknya pungutan liar juga menyebabkan biaya produksi meningkat, sehingga selain hambatan birokrasi dan infrstruktur, pemerintah harus bisa menghilangkan pungutan liar tersebut.

Abidin juga menyoroti soal konsistensi hukum, karena selama ini seperti yang terjadi di Batam, pemerintah cenderung tidak konsisten terhadap hukum yang ada. Itu terlihat dari sering berubahnya status hukum Batam dari Bonded Zone lalu berubah menjadi Free Trade Zone dan kabarnya akan dirubah kembali menjadi Kawasan Ekonomi Khusus, padahal status FTZ belum genap satu tahun diberlakukan.

Menurut Abidin, apapun status hukum Batam sebenarnya tidak dipersoalkan oleh pengusaha asal ada kepastian dan jaminan dalam jangka panjang, karena perusahaan itu membuat rencana bisnisnya untuk jangka tertentu, dan bila hukumnya mengalami perubahan terus menerus bahkan dalam hitungan bulan maka sudah pasti akan mempengaruhi rencana bisnisnya.

Oleh karena itu, dia berharap pemerintah bisa merangkul pengusaha ketika ingin mengambil kebijakan strategis yang menyangkut dunia usaha agar ada sinkronisasi kebijakan antara kepentingan pengusaha dan pemerintah. (gus).

Sektor Manufaktur Kian “Kinclong” di 2010



Foto : Lokasi pabrik PT satnusa persada tbk

Kinerja perusahaan manufaktur yang memproduksi elektronik, pipa baja, semen, alas kaki dan ban untuk kendaraan diprediksi bakal tumbuh 5-30 persen pada tahun depan akibat mulai meredanya resesi global yang menyebabkan naiknya permintaan.





Direktur PT Satnusa Persada Tbk yakni perusahaan perakitan elektronik berbasis di Batam, Abidin Hasibuan mengatakan pihaknya sangat optimistis kinerja tahun depan bisa tumbuh lebih dari 20 persen, karena sudah diterimanya sejumlah kontrak dari pelanggan di luar negeri antara lain Kenwood, Panasonic dan Sony.

Nilai kontrak dan varian produk yang diterima, kata Abidin lebih tinggi dibanding kontrak yang sudah pernah diterima sebelumnya, sehingga dia yakin pendapatannya bisa mencapai 2,1 triliun rupiah pada tahun depan, lebih tinggi dibanding perkiraan pendapatan tahun ini yang 1,7 triliun sampai dua triliun rupiah.

Perseroan juga sedang melakukan negosiasi dengan produsen handphone di luar negeri untuk mengerjakan perangkat lunak (soft ware) mobile TV.

Untuk itu, Satnusa mengalokasikan belanja modal 25 miliar sampai 30 miliar rupiah dari kas internal untuk membeli mesin produksi baru dan investasi teknologi pada tahun depan, perseroan juga akan menambah sekitar 2.000 karyawan baru.

Menurut Abidin, industri elektronik akan terus tumbuh seiring dengan pertambahan jumlah penduduk.

Meski demikian, perusahaan elektronik nasional membutuhkan dukungan dari pemerintah untuk mempercepat pertumbuhannya. Dukungan dimaksud adalah menciptakan birokrasi yang cepat dan efisien dan pemerintah juga diminta untuk menghilangkan pungutan liar yang saat ini masih sering terjadi khusnya dalam aktivitas ekspor dan impor.

Pungutan liar itu, kata dia telah meningkatkan biaya produksi sehingga harga di dalam negeri bisa lebih tinggi disbanding luar negeri, dan hal itu menyebabkan banyak perusahaan nasional tidak mampu bersaing.

Selain itu, konsistensi dan kepastian hukum juga perlu dijaga khususnya di Batam yang sebagian besar perusahaan yang beroperasi merupakan perusahaan manufaktur yang orientasinya ekspor.

Abidin menilai, gonta ganti status hukum Batam yang dulunya Bonded Zone sekarang menjadi Free Trade Zone dan akan diganti kembali oleh Menteri Perindustrian M.S Hidayat menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menimbulkan kebingungan bagi perusahaan yang beroperasi di Batam sehingga operasionalnya menjadi terganggu.

“Investor itu butuh kepastian untuk membuat rencana bisnisnya,” kata dia.

Senada dengan Satnusa Persada, perusahaan manufaktur lainnya yakni PT Citra Tubindo Tbk yakni perusahaan pipa baja yang berbasis di Batam juga sangat optimistis dengan kinerjanya tahun depan. Perseroan bahkan memasang target pertumbuhan penjualan 32 persen di 2010.

Direktur Keuangan Citra Tubindo, Hedy Willuan mengatakan, pihaknya menargetkan nilai penjualan tahun depan 303,33 juta dollar AS atau naik 32,5 persen dibanding proyeksi nilai penjualan 2009 yang 229 juta dollar AS.

Keyakinan itu, kata dia disebabkan mulai meredanya dampak krisis keuangan global dan mulai meningkatnya permintaan pipa baja global disebabkan sejumlah perusahaan Migas mulai melakukan aktivitas pertambangan atau eksplorasi.

Direktur Pengembangan Usaha Citra Tubindo Herman Hermanto menambahkan, pihaknya saat ini sedang mengincar kontrak dari beberapa perusahaan antara lain Conoco Philips di Cina yang sedang melakukan tender pengadaan pipa baja dengan nilai ditaksir 25 juta sampai 30 juta dollar AS. Selain itu juga dari TOTAL yang sedang tender pengadaan pipa baja dengan nilai proyek 50 juta sampai 60 juta dollar AS.

Herman yakin bisa mendapatkan tender tersebut, karena perseroan mampu menghasilkan produk dengan kualitas terbaik dibanding perusahaan sejenis lainnya di dalam maupun luar negeri. Keyakinan itu cukup berlasan karena kualitas pipa baja yang dihasilkan Citra Tubindo secara spesifik telah memenuhi standar internasional, sementara itu untuk proses pemasaran dan negosiasi penjualan di pasar global sudah bisa dilakukan dengan perusahaan afiliasinya yakni Vallourec and Mannesmann dan Premium Holding yang merupakan perusahaan baja terbesar di Perancis dan Jerman serta Kestrel Wave Investment Ltd (KWIL) yakni perusahaan investasi dari Hongkong. Kedua perusahaan itu memiliki jam terbang cukup tinggi dalam bisnis pipa baja global.

Menurut Herman, Vallourec and Mannesmann dan Premium Holding serta Kestrel Wave Investment Ltd (KWIL) sejak Agustus 2009 lalu telah bergabung dengan Citra Tubindo sebagai salah satu pemegang saham.

“Masuknya perusahaan itu sebagai pemegang saham menjadi awal yang baik bagi kami untuk penetrasi pasar global,” katanya.

KWIL membeli saham Citra Tubindo pada 23 Januari 2009 sebanyak 298.574.220 lembar saham atau 37,32 persen kepemilikan. Perusahaan itu pada 29 Januari 2009 melanjutkan kembali pembelian saham Citra Tubindo sebanyak 22.146.150 lembar saham sehingga kepemilikannya menjadi 40,09 persen. Pada tanggal 28 April dilakukan ternder offer dan membeli saham publik sehingga jumlah sahamnya meningkat menjadi 335.648.840 lembar atau 41,96 persen kepemilikan.

Sementara itu, PT Semen Gresik Tbk memproyeksikan pendapatannya pada tahun depan tumbuh minimal 6,0 persen dari proyeksi pendapatan tahun ini yang 13 triliun rupiah.

"Prediksi pertumbuhan pendapatan itu, sejalan dengan perkiraan pertumbuhan permintaan semen nasional sekitar 5,5-6,0 persen," kata Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sucipto.

Untuk mengejar pertumbuhan itu, perseroan akan meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 10 juta ton per tahun dari 19,5 juta ton pada tahun ini.

Kepala Riset Asia Financial Network Rowena Suryobroto mengatakan, sektor manufaktur yang memproduksi barang elektronik kinerjanya akan tumbuh lebih baik pada tahun depan karena konsumsi naik. Itu dipengaruhi oleh mulai meredanya dampak krisis keuangan global yang meningkatkan pendapatan masyarakat.

Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan yang memproduksi pipa baja, karena aktivitas eksplorasi pertambangan tahun depan akan meningkat. Oleh karena itu, Rowena menyarankan perusahaan untuk ekspansif dan merealisasikan rencana kerjanya yang tertunda tahun ini.

Senada dengan Rowena, Kepala Riset Recapital Securities Poltak Hotradero mengatakan, kinerja perusahaan pipa baja relatif tumbuh tahun depan, karena seiring dengan membaiknya ekonomi Indonesia dan global tahun depan. Pipa baja sendiri kata dia banyak digunakan untuk transportasi atau distribusi minyak dan gas, dimana aktivitas eksplorasi pertambangan migas tahun depan bakal marak.

Kondisi politik dan kesemrawutan hukum di dalam negeri dikhawatirkan dapat mengganggu Indonesia dalam meraih peluang pemulihan ekonomi dunia yang saat ini tengah berlangsung.

Kesiapan Infrastruktur


Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan, industri manufaktur di dalam negeri masih akan tumbuh pada tahun depan, namun tidak secepat dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti ritel dan infrastruktur.

Industri manufaktur sendiri, selama ini banyak mengalami kendala antara lain kurang siapnya infrastruktur pendukung antara lain jalan dan pelabuhan yang menyebabkan
biaya produksi meningkat.

Oleh karena itu, Sofyan berharap pemerintah segera mempercepat proses pembangunan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan industri tersebut. Selain itu, birokrasi juga harus dipangkas agar lebih cepat dan efisien.

Menurut dia, pembangunan infratruktur dan birokrasi di dalam negeri masih tertinggal dibanding negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia .

“Tidak siapnya infrastuktur dalam negeri dan birokrasi yang masih berbelit belit menyebabkan high cost economy sehingga investasi di sektor manufaktur tidak terlalu banyak masuk di Indonesia,” katanya, Senin (14/12).

Meski demikian, kata Sofyan perusahaan manufaktur yang sudah ada saat ini pertumbuhannya tahun depan diperkirakan relatif baik karena sudah mulai meningkatkan konsumsi masyarakat.

Selain itu, Prediksi pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5-5,5 persen di 2010 juga akan memicu pertumbuhan sektor manufaktur dalam negeri.

Untuk mendukung pertumbuhan itu, Sofyan juga berharap pemerintah bisa menjaga stabilitas politik dalam negeri, karena gonjang ganjing politik yang sedang terjadi saat ini dinilai akan berpengaruh terhadap iklim investasi Indonesia .

Indonesia membutuhkan investasi sektor manufaktur sekitar Rp1417,191 triliun per tahun untuk mencapai target pertumbuhan industri sebesar 8,95 persen pada 2014.

Menteri Perindustrian M. S Hidayat dalam satu kesempatan mengatakan, Indonesia membutuhkan investasi sektor manufaktur sekitar 1417,191 triliun rupiah per tahun untuk mencapai target pertumbuhan industri sebesar 8,95 persen pada 2014.

Pemerintah sendiri menargetkan nilai investasi di industri pengolahan atau manufaktur mencapai 71,27 triliun rupiah pada tahun depan atau naik 8,5 persen dibanding tahun ini.

Peningkatan tersebut didasarkan adanya sejumlah realisasi investasi yang sempat tertunda pada tahun ini dan investasi baru dari berbagai sektor usaha.

Berdasarkan proyeksi Kantor Menko Perekonomian, investasi sektor manufaktur pada tahun ini bisa mencapai 65,69 triliun atau tumbuh 7,7 dibandingkan dengan realisasi pada 2008. (gus).

Konsumsi Semen Nasional November turun

Asosiasi Semen Nasional (ASI) melaporkan penurunan konsumsi semen nasional sebesar 7% di bulan November dibanding bulan sebelumnya. Konsumsi semen di Sumatra dan Jawa terlihat kembali turun sementara Indonesia Timur terlihat masih positif.




Secara keseluruhan, konsumsi semen nasional tahun ini turun tipis sekitar 1% mencapai 34,6juta ton semen dari 35juta ton semen ditahun lalu. Kondisi tersebut tentunya lebih bagus dari prediksi pasar diawal tahun yang memprediksi penurunan konsumsi semen sampai dengan 5% tahun ini.

Pada chart dibawah terlihat bahwa pertumbuhan konsumsi semen nasional ditahun ini telah kembali berada di zona hijau kecuali di wilayah Sumatra yang kembali ke zona merah lagi setelah sejak bulan Juni yang lalu memulai trend positifnya. Pertumbuhan negatif dibulan sebelumnya dapat diabaikan mengingat efek kurangnya jumlah hari kerja karena adanya libur panjang Lebaran.

Sementara itu, penjualan semen ditiga produsen semen terbesar di Indonesia juga menunjukkan trend pertumbuhan yang positif seperti ditunjukkan oleh chart dibawah. Terutama produsen semen BUMN Semen Gresik (SMGR) yang sejak bulan Juni terus bergerak di zona hijau.

YTD, terlihat hanya Semen Gresik yang masih mampu tumbuh walaupun hanya sebesar 2% dibanding dua produsen semen swasta lain Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) dan Holcim Indonesia (SMCB) yang masih turun masing-masing sekitar 7% dan 4%. Nyata sekali bahwa pertumbuhan Semen Gresik banyak ditopang oleh pertumbuhan anak usahanya di wilayah Indonesia Timur yaitu Semen Tonasa (Tonasa) yang masih tumbuh sebesar 15% dibanding Gresik yang flat dan Semen Padang yang turun 3%.

Ketegangan Pemerintah vs DPR Belum Berakhir, Investor Minggir Dulu

Sebagaimana diberitakan, Panitia Khusus (Pansus) Bank Century telah memutuskan akan memeriksa Wakil Presiden Boediono Selasa minggu depan seputar talangan dana ke Bank yang dibobol oleh pemiliknya itu sebesar Rp6,76 triliun. Saat itu, Boediono adalah Gubernur Bank Indonesia. Keputusan tersebut diambil berdasar pada rapat antara pejabat Bank Indonesia dan Departemen Keuangan RI dengan Boediono dan Menkeu Sri Mulyani Indrawati memimpin rapat. Dalam rapat Pansus, juga disepakati Menteri Keuangan Sri Mulyani akan dipanggil untuk pemeriksaan setelah 4 Januari 2010.





Atas perkembangan ini kemarin muncul rumor di pasar bahwa Sri Mulyani mengundurkan diri sebagai Menteri Keuangan. Pelaku pasar sempat mengalami nervous dan melepas saham-sahamnya. IHSG sempat tejatuh hingga 25 poin ke titik 2.481,7. Namun rumor tersebut tidak benar dan segera pelaku pasar memburu kembali saham-saham dan menendang naik harga-harga. IHSG akhirnya ditutup turun 11,6 poin ke 2.494,7.

Situasi yang tidak menentu seperti ini akan mewarnai pergerakan saham pada penutupan akhir tahun ini. Kemungkinan Jakarta akan kehilangan kesempatan untuk menikmati reli akhir tahun menyusul gesekan politik antara Pemerintah dan DPR perihal kasus Century. Menurut beberapa analis politik, sebenarnya target political vendetta adalah Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Bahkan partai politik yang ikut di dalam koalisi Pemerintah, juga ikut bermain di sini.

Wall Street Merosot

Sementara itu saham-saham di New York merosot setelah pelaku pasar mengkhawatirkan tentang pergerakan suku bunga. Kemarin data inflasi November di tingkat pedagang besar di AS melonjak 1,8% dan hal ini mendorong pemodal melepas saham-sahamnya. Mereka mengkhawatirkan kemungkinan the Fed untuk menaikkan suku bunga Fed Fund rate. Indeks Dow tertekan 49 poin atau 0,5% ke titik 10.452.

Senin, 14 Desember 2009

PT Jababeka Tbk Segera Operasikan Dry Port

BATAM – Perusahaan properti, PT Jababeka Tbk akan mengoperasikan secara resmi pelabuhan darat atau dry port pada Desember ini, perseroan juga akan mengembangkan 40 hektar lahan untuk kawasan industri di Cikarang, dengan demikian pendapatannya tahun depan diprediksi tumbuh 10-20 persen.




Vice President Corporate Marketing Jababeka Agus H Canny mengatakan, proyek pelabuhan darat atau dry port tahap pertama rencananya akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Desember ini.

Proyek itu dibangun dalam beberapa tahap dan tahap pertama sudah selesai proses pembangunannya seluas 7-10 hektare dengan investasi sekitar 200 miliar rupiah. Selanjutnya proyek itu akan terus dikembangkan hingga mencapai luas keseluruhannya 200 hektare dari lahan yang telah dialokasikan.

“Proyek Dry Port rencananya akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada program 100 hari kerjanya yakni sekitar Desember ini,” kata Agus, Minggu (13/12).

Dry port, kata dia nantinya menjadi fasilitas angkutan ekspor dan impor bagi industri atau perusahaan yang ada di kawasan Kawasan Industri Jababeka, sekaligus berfungsi sebagai tempat untuk melakukan pengurusan dokumen kepabeanan, sehingga eksportir dan importir tidak perlu melakukan proses clearance di pelabuhan laut.


Kembangkan Lahan

Menurut Agus, dengan beroperasinya Dry Port serta telah berjalannya bisnis pembangkitan listrik yang dioperasikan anak usahanya PT Bekasi Power, maka perseroan optimistis kinerja penjualan tahun depan bisa tumbuh 10-20 persen.

Untuk mengejar target pertumbuhan itu, perseroan juga akan mengembangkan lahan seluas 40 hektare yang diperuntukan bagi kawasan industri. Pengembangan itu perlu dilakukan karena lahan untuk kawasan industri di tahap satu dan tahap dua sudah habis terjual (sold out), sehingga pengembangan tahap ketiga harus dimulai.

Perseroan juga akan menggesa pembangunan Movie Land dan Medical City pada tahun depan. Untuk proyek Medical City dibutuhkan investasi sekitar tujuh triliun rupiah yang diharapkan bisa diperoleh dari investor dalam dan luar negeri.

Untuk merealisasikan proyek tahun depan, kata Agus, perseroan akan menyiapkan belanja modal sekitar 1,2 triliun rupiah, lebih tinggi dibanding Capex tahun ini yang satu triliun rupiah. Belanja modal tahun ini diharapkan bisa diperoleh dari kas internal dan pinjaman bank.

Terkait dengan kinerja tahun ini, hingga September 2009 perseroan membukukan pendapatan 267,6 miliar rupiah turun 24,3 persen disbanding periode sama 2008 yang 353,4 miliar rupiah. Namun, laba bersihnya naik 34 persen menjadi 43,3 miliar rupiah dari 32,3 miliar rupiah di kuartal tiga 2008.

PT BNI Securities dalam risetnya menyebutkan pendapatan PT Jababeka Tbk tahun ini sekitar satu triliun dan laba bersih 192 miliar. Proyeksi peningkatan kinerja perseroan tersebut seiring dengan telah beroperasinya Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

Perseroan juga akan mengembangkan Medical Business Park (MBP) sebagai tahap awal dalam pembangunan Medical City . Luas lahan yang dialokasikan mencapai dua hektare (ha) dan total luas bangunan 7.200 meter persegi.

"Kapitalisasi pembangunan proyek itu diperkirakan mencapai 70 miliar rupiah, dengan sumber dana sebesar 90 persen berasal dari kerja sama dengan investor dan sisanya uang muka penjualan unit," kata analis BNI Securities Maxi Liesyaputra.

Proyek ini, dia melanjutkan, menerapkan konsep sentral klinik. Medical Business Park dijadwalkan dapat diserahterimakan sekitar awal 2010. "Kami memberikan sentimen positif terhadap rencana ekspansi Jababeka dalam membangun Medical City itu," ujar dia.

Medical City akan terdiri atas pusat riset, universitas yang menghasilkan dokter ahli serta rumah sakit bertaraf internasional. Masyarakat kelas menengah atas yang suka berobat ke luar negeri nantinya dapat memanfaatkan jasa yang diberikan Medical City itu.

Dalam jangka panjang, menurut dia, Medical City akan meningkatkan kontribusi pendapatan yang berkelanjutan (recurring income) bagi Jababeka, selain pendapatan dari PLTG yang akan dioperasikan pada 2009. (gus).

IHSG bergerak tak tentu arah

Menjelang libur panjang akhir tahun ini, transaksi di Bursa Efek Indonesia masih sangat moderat dengan total nilai transaksi sektiar Rp3,5tn atau dibawah transaksi rata-rata harian BEI yang mencapai sekitar Rp4tn tahun ini. Tampak bahwa investor masih dalam posisi menunggu ujung dari polemik yang terjadi antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Pansus Bank Century yang juga melibatkan konglomerat Aburizal Bakrie (Ketua Umum Golkar). IHSG kemarin sepanjang hari diperdagangkan di zona merah dan akhirnya ditutup melemah 12,71 poin atau 0,5% di level 2.506,39.





Tadi malam waktu Jakarta, bursa saham di Wall Street mencapai titik tertingginya selama 14 bulan terakhir. Indeks Dow Jones ditutup naik 29,55 poin ke level 10.501,05.

Pagi ini, saham-saham di Asia Pasifik dibuka beragam. Shanghai, Hang Seng, Kuala Lumpur, Nikkei, dan Seoul dibuka melemah dikisaran 0,07% — 0,57% sementara bursa lainnya menguat antara 0,16% — 0,62%. IHSG kami perkirakan akan bergerak dikisaran antara 2.492 — 2.519.

Minggu, 13 Desember 2009

SURVEY HSBC TUNJUKAN BAHWA SEGMEN PREMIUM DI INDONESIA SIAP TINGKATKAN INVESTASI



51% segmen premium Indonesia berencana meningkatkan investasi
Enam dari sepuluh segmen premium Indonesia berinvestasi pada produk deposito
Diperlukan dukungan dan pembelajaran untuk meningkatkan diversifikasi investasi




Survei HSBC terhadap segmen pasar premium di kawasan Asia memperlihatkan tren yang positif, dimana sebagian besar dari segmen ini berhasil meningkatkan kekayaan mereka dibandingkan periode enam bulan lalu. Hal ini sekaligus memperlihatkan segmen ini di Asia secara relatif tidak terpengaruh terhadap krisis keuangan yang terjadi diakhir 2009.

Jika enam bulan yang lalu, hanya 46% dari responden di Cina yang memiliki pertumbuhan kekayaan, kini jumlah ini bertumbuh hingga 70%. Hal serupa terjadi pada beberapa negara seperti: India (meningkat dari 28% menjadi 68%), Taiwan (meningkat dari 33% menjadi 61%), Malaysia (meningkat dari 35% menjadi 55%). Sedangkan di Indonesia, 54% responden mengalami peningkatan kekayaan dibandingkan 6 bulan sebelumnya.

Survei HSBC Affluent Asian Tracker ini merupakan kelanjutan dari survei serupa yang dilakukan pada kwartal II tahun ini. Survei gelombang kedua ini dilakukan terhadap lebih dari 1,700 individu di segmen premium, berumur 30-55 di delapan negara, termasuk: Australia, India, Jepang, Cina, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan merupakan yang pertama kalinya bagi Indonesia. Survei diadakan pada bulan September hingga Oktober 2009 - mendata secara akurat mengenai pandangan orang dalam top 10 populasi berdasarkan pandapatan ataupun aset likuid.

Mayoritas dari segmen premium di Asia meningkatkan kekayaan mereka melalui pekerjaan mereka bekerja sebagai karyawan. Cina, Malaysia, Singapura, Jepang (sebesar 89%), Indonesia (88%), Australia (87%), Taiwan (84%), India (79 %). Khusus di Indonesia, lebih dari setengah responden (59%) juga mendapatkan peningkatan kekayaan dengan berwiraswasta.

Sandy Flockhart, Chief Executive Officer of HSBC Asia-Pacific, yang ditunjuk sebagai Chairman Personal and Commercial Banking pada Februari 2010, mengatakan: “Kelompok pekerja di Asia bertumbuh memperkuat segmen premium melalui peningkatan kekayaan mereka. Mengikuti arus perbaikan ekonomi Asia dan perbaikan sentimen pasar, segmen premium di kawasan initerutama Cina kembali mendapatkan kepercayaan diri mereka sebagai investor, menciptakan momentum bagi pengembangan pasar wealth management di kawasan ini.”


Perubahan dalam nilai kekayaan

Dalam 6 bulan terakhir, lebih dari sepertiga (37%) dari responden di Cina mengatakan nilai kekayaan mereka meningkat lebih dari 10%, (18 %) meningkat diantara 11-24%, (12 %) meningkat antara 25-50% dan sisanya (3%) meningkat lebih dari 50%. Hanya 15% dari responden yang tidak mengalami perubahan nilai kekayaan. Di Indonesia, hanya 8% dari responden yang mengalami penurunan nilai kekayaan mereka dalam enam bulan terakhir ini.

Perubahan dalam risk appetite

Dalam hal perubahan rencana dalam hal tingkat resiko investasi dalam enam bulan kedepan, sebagian besar tetap pada level yang sama. Para responden di Malaysia (28%), Cina (31%) dan India (30%) adalah diantara yang bersikap paling terbuka terhadap resiko investasi dalam enam bulan kedepan. Untuk segmen premium di Indonesia, 71% responden tetap pada tingkat resiko yang sama. 10% terbuka untuk menerima resiko yang lebih besar. (lihat slide 13)

Perubahan pada portofolio investasi

Saat ditanyakan mengenai perubahan portofolio investasi yang mereka ingin lakukan dalam masa enam bulan kedepan, peningkatan investasi merupakan prioritas utama dari sebagian besar segmen premium di Asia, dimana segmen premium di Indonesia berada diantara yang paling optimis untuk meningkatkan investasi, diantara India, Singapura, Malaysia, dan Cina. 51% responden di Indonesia berkeinginan meningkatkan investasi, namun demikian hanya 9% yang ingin menyusun strategi investasi mereka secara lebih mendalam, dan hanya 6% yang menfokuskan diri untuk mendiversifikasikan investasinya. (lihat slide 14). 52% segmen premium Cina berencana untuk membaca ulang strategi investasi dan 34% dari segmen premium di Singapura berencana untuk mendiversifikasikan investasi mereka. Sedangkan 41% segmen premium di Jepang tidak ada niatan untuk merubah rancangan investasi mereka.

Potensi Pasar Investasi

Mayoritas responden Indonesia (56%) masih percaya pada pasar domestik dan tidak memiliki rencana untuk berinvestasi pada overseas fund / equities, sementara 25% yang berencana berinvestasi di pasar global. Secara umum, kawasan Cina dan Asia Pasifik muncul sebagai pasar investasi yang dipandang paling potensial dalam enam bulan kedepan. Mayoritas dari responden di Cina (77%) dan Taiwan (70%) tetap melihat kawasan Cina dan sekitarnya, sedangkan sebagian besar responden Singapura (62%), Malaysia (47%) dan Australia (37%) berencana berinvestasi di Asia-Pasifik. Lebih dari sepertiga affluent India (36%) melihat potensi investasi di pasar yang berkembang.

Survei ini juga memperlihatkan, dalam enam bulan kedepan, investasi pada saham, reksadana, dan deposito mata uang dalam negeri maupun asing masih menjadi pilihan utama. 67% responden di Indonesia melihat deposito sebagai pilihan investasi teratas. (lihat slide 16). Sementara mayoritas dari premium segmen asia memegang dana tunai (cash) sebagai asset utama, rancangan investasi mereka saat ini juga telah berisikan bermacam-macam asset yang didalamnya termasuk reksadana, saham, asuransi dan property. (juga lihat slide 9)

Flockhart menambahkan: “Pertumbuhan tingkat kekayaan di sebuah kawasan adalah pendorong utama bagi aktifitas investasi serta diversifikasi aset. Sementara sentimen pasar akan tetap menjadi faktor penting, juga akan ada faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi tingkat pengetahuan para investor di segmen premium ini. Survei ini juga menunjukan bahwa masukan dari keluarga dan teman, serta pihak perbankan, penasihat keuangan serta media akan berperan penting dalam membentuk portofolio investasi. (lihat slide 18). Pada waktu dekat, segmen premium di Asia akan menjadi lebih maju seiring dengan kombinasi pengetahuan pribadi dan adanya arahan dari kalangan professional. Cina dan Asia Pasifik adalah pasar yang paling menarik bagi segmen premium di Asia, menjadikan kekayaan yang dihasilkan dari kawasan ini kembali diinvestasikan di kawasan ini.”

Risk Index
Survey juga mengkalkulasi risk index untuk mengukur sifat dan prilaku terhadap keamanan dan pertumbuhan. Dalam skala 0-200 dimana 0 menyatakan keamanan dan 200 adalah pertumbuhan, pasar menjawab hampir mencapai skala 100. Jepang yang paling konservatif (86) sedangkan Indonesia dan daratan Cina lebih agresif (99). Pada umumnya, nilai menunjukkan prilaku yang seimbangan yang berfokus kepada pertumbuhan dan resiko.(lihat slide 19)

Perubahan Pola Konsumsi

Segmen premium di Jepang dan Indonesia adalah yang paling hati-hati dalam hal pola belanja untuk enam bulan kedepan. 74% dari segmen premium Jepang akan mengurangi belanja mereka untuk enam bulan kedepan; Indonesia (65%). Lebih dari setengah segmen premium Australia (67%), Singapura (60%) dan Taiwan (56%)tidak mengharapkan untuk merubah kebiasaan ini. (lihat slide 21)

Koneksi Internasional

Enam dari sepuluh segmen premium Cina daratan berencana untuk tinggal di luar negeri dalam 10 tahun kedepan. 28% berencana untuk tinggal di Australia atau new Zealand, 21% di Hong Kong, 20% di Canada. Empat dari sepuluh segmen premium cina daratan mengatakan bahwa ada anggota keluarga mereka tinggal di belahan dunia yang lain- sebagian besar berada di antar kawasan. 36% segmen premium respondent memiliki keluarga yang tinggal di Amerika Serikat, 27% di Australia atau di New Zealand and 26% di Hongkong.

“Penyebaran di Asia akan muncul menjadi suatu gerakan baru, yang dipimpin tidak hanya oleh segmen premium yang bekerja ataupun bersekolah di luar negeri tetapi juga oleh mereka yang tahu bagaimana mengembangkan kesempatan baru. Hal ini berbicara tentang mereka yang membeli rumah kedua di luar negeri, mengembangkan usaha mereka secara internasional atau mereka yang berinvestasi di berbagai tempat di dunia. Jaringan internasional akan menjadi sangat penting karena kepentingan mereka untuk dapat beritegrasi antar negara dan mengelola bisnis mereka. HSBC Premier hadir memberikan landasan global platform untuk mendukung kebutuhan perbankan internasional dari segmen premiun Asia ini,” tambah Flockhart.

Unilever putuskan kontrak dengan Sinar Mas

Unilever memutuskan hubungan dengan Sinar Mas Agro Resources & Technology (SMAR), setelah Perusahaan internasional asal Inggris itu menerima bukti-bukti perusakan hutan yang dilakukan perusahaan CPO Indonesia itu.





Menurut berita yang dikutip dari harian Inggris, The Times, Jumat (11/12/2009), Unilever membatalkan kontrak senilai 20 juta poundsterling per tahun setelah mempelajari lusinan bukti yang disodorkan Greenpeace.

Unilever sebelumnya tidak bereaksi karena berpikir lebih baik bekerjasama dengan Sinar Mas untuk memperbaiki praktek-praktek usaha. Namun ia mengakui pendekatan itu telah gagal.

Unilever saat ini tercatat sebagai konsumen minyak sawit, namun sudah menegaskan hanya akan membeli minyak sawit dari kebun yang berkesinambungan dan bersetifikasi pada 2015. Saat ini 85 persen minyak sawit dunia tidak disertifikasi. Unilever menggunakan minyak sawit untuk produk margarin Flora dan Stork, produk kosmetik Dove dan Persil.

Bulan November lalu, perusahaan raksasa asal Finlandia, UPM, juga menghentikan kontrak senilai 30 juta Euro dengan perusahaan pulp and paper raksasa Indonesia, Asia Pacific Resources International Holding Limited (APRIL) sehari setelah Greenpeace melakukan aksi menghentikan perusakan hutan yang terjadi di hutan gambut Riau oleh APRIL. Menteri Kehutanan kemudian menghentikan sementara izin APRIL sambil menunggu hasil investigasi.

Greenpeace mencatat Indonesia adalah satu negara dengan tingkat deforestasi tercepat di dunia. Kerusakan hutan lahan gambut di negara ini saja tercatat sebagai 4% penyumbang emisi gas rumah kaca dunia, menjadikan Indonesia sebagai negara terbesar ketiga penyumbang emisi global setelah Amerika Serikat dan China.

Jelang Musim Libur Saham Tunggu ‘Bocoran’ Info

Menjelang musim libur akhir tahun, saham-saham di Jakarta kemungkinan akan marak mengantisipasi ‘bocoran-bocoran’ info-info seputar kinerja perusahaan tahun 2009. Emiten-emiten mulai mencoba untuk memberikan informasi-informasi seputar kinerja 2009 dan bujet tahun 2010. Hal tersebut akan memberikan insentif bagi pemodal untuk mengambil posisi beli.





Pada perdagangan minggu lalu, IHSG bergerak mendatar namun ditutup menguat di hari Jumat dan kembali ke teritori 2.500an setelah menguat ke posisi 2.519.1 atau 13,5 poin lebih tinggi dibanding posisi awal pekan di 2.505,6. Saham-saham yang sensitif terhadap inflasi rendah menopang pergerakan indeks naik seperti ASII, TLKM dan GGRM.

Pekan ini kami memperkirakan saham-saham memiliki momentum yang sangat terbatas untuk melanjutkan reli menjelang libur akhir tahun. Pergerakan indeks diperkirakan terbatas di kisaran 2.525 – 2.550 di penutupan tahun. Salah satu faktor negatif yang menghambat pergerakan ke atas adalah perseteruan DPR – Pemerintah perihal Bank Century dalam proses Hak Angket. Risiko politik ini dirasakan semakin menguat setelah Menteri Keuangan RI membuka adanya persoalan pribadi antara dirinya dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie. Menteri keuangan Sri Mulyani seolah-olah membeberkan bahwa Pansus Bank Century dan Hak Angket ini adalah ‘politik balas dendam’ terhadap dirinya dan koleganya.


New York Menguat

Sementara itu, saham-saham di bursa utama Wall Street mulai menguat menyusul jaminan dari Gubernur bank sentral AS, Ben Bernanke, bahwa the Fed tidak akan menaikkan suku bunga di tahun 2010 guna mendorong perekonomian yang diperkirakan tumbuh secara moderat saja. Dengan mempertahankan suku bunga rendah diharapkan sektor riil AS akan mampu menyediakan lapangan kerja baru dan mendorong ekonomi tumbuh lebih cepat.

Pernyataan Ben Bernanke tersebut diharapkan pula mendorong pasar hutang dan pasar saham bergerak naik. Pelaku pasar mengharapkan nilai imbal hasil investasi mereka di pasar obligasi dan pasar saham akan meningkat.

Tentunya situasi ini akan memperkecil peluang bursa-bursa di pasar emerging tumbuh kencang karena adanya faktor repatriasi modal kembali ke bursa-bursa utama seperti New York, London dan Nikkei.

Saham-saham domestik

Pelaku pasar diharapkan akan menggeser portofolionya dari sektor pertambangan ke sektor domestik seperti telekomunikasi, perbankan, jalan tol, semen, konstruksi, barang konsumen, farmasi, dan otomotif. Sektor ini diperkirakan memiliki ketahanan dalam menghadapi koreksi pasar.


Jumat, 11 Desember 2009

Apindo Minta Aparat Selidiki Teror Ketua Apindo Kepri

BATAM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Pusat minta aparat segera menyelidiki kasus teror yang diterima Ketua Apindo Provinsi Kepri terkait kisruh dalam penentuan Upah Minimum Kota (UMK) Batam pekan lalu, karena bisa mempengaruhi ikim investasi di Batam dan nasional.





Ketua Apindo Sofjan Wanandi kepada Koran Jakarta mengatakan, pihaknya di Jakarta akan mengambil langkah hukum, bila proses penyelidikan yang dilakukan oleh aparat di Provinsi Kepri macet.

“Aparat harus bertindak cepat menuntaskan kasus ancaman yang derima Ketua Apindo Kepri agar tidak menimbulkan dampak negative terhadap iklim investasi,” katanya, Jumat (11/12).

Langkah hukum itu diambil setelah ketua Apindo Kepri, Ir Cahya mendapat teror akan dibunuh oleh seseorang melalui pesan singkat (SMS) minggu lalu. Teror pembunuhan itu diterima oleh Cahya sebanyak enam kali, yang disebabkan kebijakan Cahya yang tetap bertahan dengan angka UMK yang diusulkan pihaknya.

Menurut Sofjan, kisruh dalam penentuan UMK mestinya tidak dilakukan dengan cara ancam mengancam karena bisa menimbulkan dampak negatif terhadap iklim investasi di Batam dan nasional, terlebih saat ini Indonesia masih membutuhkan investor asing untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, Direktur Kawasan Industri Batamindo Jhon Sulistiawan mengatakan pihaknya sangat menyesalkan demo ribuan pekerja yang terjadi dalam penentuan UMK Batam. Pasalnya, demo tersebut telah menimbulkan rasa tidak nyaman dan was was pada investor asing.

“Saya sudah mendapat keluhan dari beberapa investor asing terkait demo tersebut, karena produksi mereka berhenti disebabkan pekerja tidak masuk,” katanya.

Menurut Jhon, pemerintah daerah mestinya bisa mengantisipasi kejadian itu, karena setiap tahun kisruh penentuan UMK selalu terjadi.

Demo pekerja yang terjadi di Batam pekan lalu tersebut, telah mengancam operasional sejumlah investor asing yang beroperasi di Batam dan dikuatirkan mereka akan hengkang dari Batam.

Sementara itu, 60 perusahaan galangan kapal di Tanjung Uncang merasa dirugikan karena produksi mereka terhambat akibat demo tersebut. Selain itu, demo juga telah merusak sejumlah fasilitas perusahaan dan kendaraan umum. (gus).

PT Satnusa Persada Tbk Incar Pendapatan Rp2,1 T



Foto : Direktur Utama PT Satnusa Persada Tbk, Abidin Hasibuan

Tabel : Kinerja PT Satnusa Persada Tbk Q3-2009
Dan Proyeksi 2010.

Periode Pendapatan (Rp) Laba Bersih (Rp)

Q3 – 2008 1.557.355.554.284,- 13.890.950.871,-
Q3 – 2009 1.429.708.522.435,- (26.236.808.630),-
Proyeksi 2009 1,7-2,0 Triliun (31.000.000.000),-
Target 2010 2.100.000.000.000,- -

Sumber : Direktur Utama PT Satnusa Persada Tbk, Abidin (Desember 2009).


BATAM – Perusahaan perakitan elektronik PT Sat Nusapersada Tbk mengincar pendapatan 2,1 triliun rupiah pada tahun depan atau naik sekitar 23 persen dibanding perkiraan realisasi tahun ini yang 1,7 triliun rupiah. Untuk itu perseroan menganggarkan dana 25 miliar sampai 30 miliar rupiah sebagai belanja modal guna membeli mesin produksi.





Direktur Utama Satnusa Persada Abidin Hasibuan mengatakan, perseroan menargetkan pendapatan tahun depan sebesar 2,1 triliun rupiah, naik 23 persen dibanding perkiraan realisasi tahun ini yang 1,7 triliun sampai dua triliun rupiah.

“Kami sudah mengantongi kontrak miliaran rupiah untuk pengerjaana tahun depan sehingga kinerja penjualan kami diprediksi tumbuh 10-20 persen,” katanya usai Publik Ekspose di Batam, Jumat (11/12).

Peningkatan pendapatan tahun depan, dipicu oleh telah diterimanya sejumlah order dari perusahaan luar negeri antara lain, Sony Electronics, Kenwood dan Panasonics untuk pengerjaan komponen bahan baku Televisi, Tape Recorder kendaraan roda empat, komponen Komputer dan lainnya.

Untuk itu, perseroan berencana membeli mesin produksi baru guna memenuhi permintaan ekspor, selain itu jumlah tenaga kerja juga akan ditambah hingga 2.000 orang pada tahun depan.

Untuk membeli mesin produksi tersebut, kata Abidin pihaknya telah mengalokasikan belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sekitar 25 miliar sampai 30 miliar rupiah pada tahun depan, diambil dari kas internal.

Menurutnya, perseroan belum perlu mencari dana dari luar seperti pinjaman bank atau dana dari pasar untuk merealisasikan ekspansinya tahun depan, pasalnya kas perusahaan cukup sehat. Hingga September ini, perseroan memiliki saldo 479,7 miliar rupiah dengan total asset 847,5 miliar rupiah.

Pencapaian itu tidak terlepas dari pertumbuhan penjualan tahun ini, meskipun hampir seluruh perusahaan elektronik global mengalami tekanan akibat melemahnya permintaan yang dipicu oleh krisis keuangan global.

Hingga September ini, Satnusa telah mengantongi pendapatan 1,4 triliun rupiah, turun 12,5 persen dibanding periode sama 2008 yang 1,6 triliun rupiah. Sementara itu, pada periode yang sama juga perseroan mengalami rugi bersih 26,2 miliar rupiah, dibanding laba bersih 13,9 miliar rupiah pada kuartal tiga 2008.

Menurut Abidin kerugian yang diterima pada tahun ini dipengaruhi oleh langkah perseroan yang hanya memproduksi komponen elektronik dengan harga murah yang menyebabkan margin keuntungan yang diterimanya kecil. Itu dilakukan karena pesanan komponen elektronik dengan harga tinggi menurun. Selain itu, kerugian yang terjadi juga disebabkan selisih kurs.


Proyeksi 2010

Menurut Abidin, industri manufaktur khususnya elektronik tahun depan bakal lebih baik dibanding tahun ini karena konsumsi global mulai meningkat akibat meredanya dampak resesi global. Oleh karena itu, sejumlah perusahaan elektronik global seperti Kenwood, Panasonic dan Sony mulai meningkatkan produksinya.

Dampaknya, pesanan atau order produk bahan baku elektronik di tanah air meningkat, seperti yang yang terjadi pada Satnusa Persada yang telah memperoleh sejumlah kontrak pengerjaan bahan baku elektronik untuk tahun depan.

Meski demikian menurut Abidin untuk mendukung pertumbuhan industri manufaktur nasional tahun depan harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah, caranya dengan menciptakan iklim berusaha yang kondusif, misalnya dengan mencari pola penentuan upah minimum yang tepat. Selama ini, penentuan upah minimum sering menjadi polemic dan berakhir dengan unjuk rasa sehingga memberi rasa cemas dan ketakutan kepada investor.

Selain itu, pemerintah juga hendaknya menghilangkan pungutan liar dan mempercepat proses birokrasi yang selama ini dinilai masih lambat dan masih banyak pungutan liar yang memperbesar ongkos produksi.

Kepala Riset Asia Financial Network (AFN) Rowena Suryobroto kepada Koran Jakarta mengatakan, industri elektronik sepertihalnya dengan sektor energi, infrastruktur dan properti akan mengalami pertumbuhan cukup signifikan pada tahun depan karena prediksi pertumbuhan ekonomi 2010 lebih baik dibanding tahun ini.

Oleh karena itu, perusahaan elektronik dapat merealisasikan rencana ekspansi usahanya yang ditunda pada tahun ini, namun untuk pendanaan tidak bisa mengandalkan dari bank disebabkan suku bunga kredit yang masih terlalu tinggi yang dapat membebani neraca pada masa depan dan bank juga masih mengambil sikap prudent dalam mencairkan kredit.

Menurut Rowena, pada semester satu 2010 ekonomi masih belum bisa dibaca atau masih dalam Gray Area dan pada semester kedua baru , pasar baru bisa dijadikan patokan bagi manajemen untuk mengambil keputusan.

Oleh karena itu, dia berharap Bank Indonesia bisa menekan perbankan untuk mengecilkan selisih suku bunganya dengan suku bunga acuan karena suku bunga bank saat ini masih berkisar diangka 12 persen sedangkan suku bunga acuan diangka 6,25 persen, selisih yang cukup tinggi itu menyebabkan perusahaan masih enggan pinjam mengajukan kredit. (gus).


Kamis, 10 Desember 2009

Bursa Kehilangan Arah di tengah Ketegangan Hubungan DPR – Pemerintah

Pernyataan Menteri Keuangan dalam wawancara dengan The Wall Street Journal bahwa terdapat masalah pribadi antara dirinya dengan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie seputar keputusannya tahun lalu yang mempertahankan bursa tetap buka di tengah crash pasar modal menyusul pengumuman kebangkrutan Lehman Brothers mempertajam perseteruan politik antara Pemerintah (Wakil Presiden Boediono dan Menkeu Mulyani) melawan DPR. Pernyataan ini mengakhiri sikap defensif Pemerintah menghadapi tekanan politik dari DPR.





Perseteruan megaphone atau saling lempar pernyataan melalui media ini sungguh sangat disayangkan karena sikap partisan para penyelenggara negara justru akan mengakhiri keemasan Indonesia sebagai tujuan investasi yang paling menarik di kawasan Asia. Seharusnya masing-masing pihak menahan diri untuk tidak melakukan megaphone diplomacy karena justru memperkeruh situasi.

Situasi ini membuat pelaku pasar mengambil sikap minggir dulu dari perdagangan bursa sambil melihat-lihat apakah situasi politik bisa memburuk atau sebaliknya Namun saham-saham yang sensitif terhadap inflasi seperti TLKM dan ASII mampu menahan penurunan indeks menyusul ekspektasi inflasi Indonesia yang rendah untuk 3 hingga 6 bulan ke depan.

Hari ini kami memperkirakan indeks memiliki peluang untuk naik setelah hari kemarin gagal mencatatkan kenaikan signifikan akibat dari memanasnya situasi politik. Kasus Century memang perlu secepatnya dibuka agar akuntabilitas Pemerintah dalam menolong Bank Century jelas.

Bursa Wall Street

Sementara itu tadi malam waktu Jakarta, saham-saham di New York meningkat tadi malam setelah keluar data yang menunjukkan bahwa defisit perdagangan mulai mengecil. Departemen Perdagangan AS kemarin mengumumkan bahwa defisit perdagangan di bulan Oktober mengecil ke $32,9 milyar di tengah ekspektasi para ekonom yang naik. Dolar AS yang melemah membuat barang-barang AS menjadi lebih murah dan mendorong pembeli untuk meningkatkan pembelian. Indeks Dow naik 66.78 poin atau 0,67% ke 10.405,8. Atas perkembangan ini bursa-bursa di Asia Pasifik mengalami kenaikan pagi ini.


PT Ratu Prabu Energy Tbk Akuisisi Tambang Emas

BATAM - Perusahaan energi dan properti, PT Ratu Prabu Energy Tbk diketahui telah mengakuisisi 100 persen saham perusahaan tambang emas di luar Jawa dengan nilai ditaksir 50 juta dollar AS, dengan demikian perseroan optimisitis kinerja pendapatan tahun depan bisa tumbuh 10-20 persen.





Direktur keuangan Ratu Prabu Energy Gemilang Zaharin mengatakan, perseroan bulan lalu telah mengakuisisi 100 persen saham perusahaan tambang emas yang berlokasi di luar Jawa. Nilai akuisisinya tidak disebutkan secara rinci, namun ditaksir mencapai 50 juta dollar AS atau sekitar 500 miliar rupiah dengan kurs 10.000 rupiah per dollar AS, seperti yang pernah dikatakan sebelumnya.

Dengan demikian pihaknya optimistis kinerja tahun depan bisa lebih baik di banding tahun 2009. Perseroan, kata dia memproyeksikan pendapatan dan labanya tumbuh sekitar 10-20 persen pada 2010.

Sikap optimistis itu dipicu oleh akan diperolehnya pendapatan dari bisnis tambang emas, dan juga dari usaha produksi minyak dan gas serta properti.

Dari bisnis minyak, kata dia akan ada tambahan pendapatan karena pihaknya berencana mengakuisisi pertambangan minyak yang sudah existing pada tahun depan. Selain itu, meningkatnya harga minyak dunia akan mendorong pertumbuhan pendapatan pada tahun depan.

Dari bisnis properti, kata Gemilang, perseroan akan membangun apartemen dan hotel (Tower Ratu Prabu III) dengan nilai investasi sekitar 90 juta dollar AS. Dananya diharapkan bisa diperoleh dari rencana penerbitan saham terbatas atau Rights Issue yang akan dilakukan tahun depan.

Penawaran saham terbatas dilakukan setelah rencana penerbitan obligasi terpaksa dihentikan prosesnya, karena konsultan keuangannya merekomendasikan kupon yang terlalu tinggi yakni sekitar 17 persen. Kupon yang tinggi itu, kata Gemilang dikuatirkan bisa membebani neracanya dalam jangka panjang.

Selain dari Rights Issue, dananya juga diharapkan bisa diperoleh dari pinjaman bank dan kas internal. Perseroan saat ini sedang negosiasi dengan beberapa bank antara lain Bank Syariah Mandiri dan CIMB Niaga untuk mendapatkan pinjaman.

Menurut Gemilang, alternatif pembiayaan dari pinjaman bank sangat memungkinkan karena suku bunga bank saat ini sedang turun, sehingga lebih menguntungkan pinjam bank dengan bunga rendah ketimbang obligasi dengan suku bunga atau kupon yang melebihi suku bunga bank.

Ditambahkan, dana hasil Rights Issue nantinya juga akan digunakan untuk membeli dua rig atau alat pengeboran barang tambang (Minyak, gas dan batubara) senilai 35 juta dollar AS atau 350 miliar rupiah dengan kurs 10 ribu rupiah.

Terkait dengan kinerja tahun ini, menurut Gemilang diperkirakan sama dengan tahun 2008, dengan laba bersih sekitar 25 miliar rupiah. Hingga September 2009, perseroan baru membukukan laba 23,1 miliar rupiah, turun hingga 88,9 persen dibanding periode sama tahun lalu yang 207,6 miliar rupiah. Sementara itu, pendapatan hingga September ini 362,8 miliar rupiah, turun 47,2 persen dibanding periode sama tahun lalu yang 687,035 miliar rupiah.

Kepala Riset PT Recapital Securities Poltak Hotradero mengatakan, emiten sektor energi tahun depan masih belum bisa dipastikan apakah kinerjanya lebih baik dibanding tahun ini. Pasalnya, harga minyak dunia diperkirakan masih tertekan disebabkan suplai yang berlebih dipicu oleh langkah Irak yang akan mulai memproduksi minyak dan cadangan minyak di Amerika Serikat yang berlebih. Kondisi itu diperparah lagi dengan belum pulihnya permintaan minyak global akibat dampak krisis keuangan dunia.

"Oleh karena itu, emiten energi harus berhati hati melakukan ekspansi usaha pada tahun depan," katanya, Kamis (10/12).

Sementara itu, langkah diversifikasi usaha juga diperkirakan tidak akan banyak menolong karena mencoba bisnis diluar dari bisnis utama memiliki risiko cukup tinggi, bila manajemen tidak memahami seluk beluk bisnis tersebut.

Terkait dengan rencana Ratu Prabu yang mengakuisisi tambang emas, menurut Poltak belum bisa dijadikan patokan akan meningkatkan kinerja perusahaan itu tahun depan, karena harga barang mineral sangat fluktuatif, contohnya harga nikel saja saat ini anjlok, dan tidak menutup kemungkinan harga emas yang saat ini tinggi juga bisa anjlok tahun depan.

Sementara itu, langkah perusahaan yang akan Rights Issue juga belum pasti diserap pasar, karena investor masih akan melihat fundamental emiten tersebut dan gain yang ditawarkan. (gus).

Rabu, 09 Desember 2009

Sentimen positif di bursa regional akan mendorong IHSG untuk rebound

Transaksi di Bursa Efek Indonesai masih berlangsung tipis dengan minimnya sentimen positef penggerak pasar dan sikap kehati-hatian investor dengan dilangsungkannya demo besar-besaran menyambut Hari Anti Korupsi Dunia kemarin. Namun, Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) kemarin hanya terkoreksi 2,59 poin ke level 2.481,3 dengan total nilai transaksi yang hanya mencapai sekitar Rp2,6tn setelah sepanjang hari perdagangan saham berada di zona merah.





Rupanya, saham-saham Grup Bakrie berhasil menahan penurunan indeks semakin dalam seperti BUMI (+100 poin ke Rp2.575), BNBR (+4 poin ke Rp95), ELTY (+5 poin ke Rp220), BTEL (+7 poin ke Rp147). Saham-saham lain yang mampu bertahan tutup apda harga sama diantara derasnya aksi ambil untung kemarin diantaranya adalah LPKR (Rp530), ANTM (2.275), dan PLAS (830).

Tadi malam waktu Jakarta, bursa saham di Wall Street berhasil menguat seiring denagn melemahnya nilai dolar AS dan aksi beli investor di sektor-sektor financial, teknologi, dan sumber daya alam. Dow Jones tadi malam ditutup naik 51,08 poin atau 0,5% ke level 10.337,05.
Tadi malam waktu Jakarta, bursa saham di Wall Street berhasil menguat seiring denagn melemahnya nilai dolar AS dan aksi beli investor di sektor-sektor financial, teknologi, dan sumber daya alam. Dow Jones tadi malam ditutup naik 51,08 poin atau 0,5% ke level 10.337,05.

Pagi ini, saham-saham di Asia Pasifik sebagian besar merespon positif pelemahan dolar AS dan dibuka menguat antara 0,06% — 0,76% kecuali Nikkei, Strait Times, Seould, dan Taiwan yang akhirnya melemah antara 0,06% — 0,09%. IHSG kami perkirakan akan bergerak dikisaran 2.467 — 2.490.

Carrefour Pertahankan Sahamnya di Alfa

BATAM – Perusahaan ritel PT Carrefour Indonesia diketahui tidak akan melepas 79,89 persen sahamnya di PT Alfa Retailindo Tbk, meskipun Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memutuskan perusahaan itu bersalah dan diduga melanggar praktik monopoli. Akibatnya, perusahaan itu harus melepas seluruh sahamnya di Alfa.



Corporate Affairs Director PT Carrefour Indonesia Irawan D. Kadarman kepada Koran Jakarta mengatakan, keputusan KPPU nomor 09/KPPU-L/2009 pada 3 Nopember lalu, yang memutuskan perseroan bersalah dan diduga melanggar praktik monopoli dan persaingan usaha dinilai keliru. Pasalnya, tuduhan yang disampaikan KPPU soal penguasaan pasar atau market share yang lebih 50 persen adalah tidak benar, karena faktanya perseroan hanya memiliki market share sekitar 17 persen.

“Berdasarkan riset AC Nielsen, market share kami saat ini hanya 17 persen, sehingga tuduhan KPPU itu dinilai keliru,” katanya, Rabu (9/12). Oleh karena itu, perseroan akan melakukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan surat banding sudah di kirimkan sekitar satu minggu lalu.

Terkait dengan permintaan KPPU agar Carrefour segera melepas seluruh sahamnya di PT Alfa Retailindo Tbk yang merupakan konsekuensi dari keputusan bersalah tersebut, menurut Irawan, pihaknya akan mempertahankan sahamnya di Alfa Retailindo karena yakin tidak bersalah dalam menjalankan praktik bisnisnya.

KPPU sendiri melalui surat keputusan nomor 09/KPPU-L/2009 telah menyatakan Carrefour bersalah tentang dugaan praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat atas PT Alfa Retailindo Tbk. Untuk itu, Carrefour dijatuhkan sangsi berupa denda sebesar 25 miliar rupiah atas pelanggaran pasal 17 ayat 1. Carrefour juga diminta untuk melepas semua kepemilikan sahamnya di Alfa karena memicu perilaku dominasi pasar yang melanggar undang-undang tersebut.

Menurut Irawan, keputusan dan sangsi yang diberikan KPPU dinilai akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia, karena keputusan divestasi saham bukanlah perkara gampang.

Perseroan sendiri memiliki 79,89 persen saham di PT Alfa Retailindo Tbk, sisanya dimiliki oleh PT Sigmantara Alfindo 20 persen dan 0,11 persen saham public.

Langkah Carrefour yang membeli saham Alfa pada 2008 lalu merupakan rencana bisnis yang telah ditetapkan perusahaan dalam rangka ekspansi usahanya di Indonesia . Bersamaan dengan itu, perseroan juga telah melakukan langkah perbaikan dan transfer teknologi ke Alfa yang menyebabkan penjualan terus meningkat.

Hingga September 2009, Alfa Retailindo telah mengantongi penjualan 1,2 triliun rupiah, namun perusahaan itu mengalami rugi bersih 3,97 miliar rupiah.


Tetap Ekspansif

Menurut Irawan, kisruh yang terjadi antara perseroan dan KPPU tidak mengambat rencana bisnis, justru manejemen semakin ekspansif. Perseroan berencana membuka lebih dari enam gerai di Jawa dan Sumatra pada tahun depan, untuk mengejart target pertumbuhan lebih dari 15 persen.

Pada tahun ini saja, perseroan telah membuka sekitar enam gerai antara lain di Jakarta, Serang, Kerawang dan Medan, sehingga total seluruh gerai Carrefour saat ini sebanyak 46 gerai yang berada di 11 kota besar Indonesia antara lain, Jabodetabek, Medan dan Palembang.

Pengamat pasar modal, Felix Sindhuwinata mengatakan, keputusan KPPU yang menjatuhkan sangsi kepada Carrefour untuk melakukan divestasi sahamnya di Alfa tidak akan berpengaruh besar terhadap investasi di Capital Market, pasalnya investor asing yang masuk ke sektor ritel di Indonesia belum terlalu banyak.

Menurutnya, keputusan KPPU itu diambil untuk kepentingan yang lebih luas yakni melindungi perusahaan ritel tradisional, selain itu juga untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sehat di sektor ritel. Meski demikian, secara bisnis langkah Carrefour yang membeli dan ingin menguasai pasar yang lebih luas benar karena perseroan tentu mengejar penjualan dan keuntungan yang lebih tinggi.

“Kinerja Carrefour sendiri, terkait dengan kisruh tersebut diperkirakan tidak akan terpengaruh signifikan, karena pasar Carrefour saat ini cukup kuat, sehingga tanpa Alfa pun perusahaan itu tetap berjalan,” katanya, Rabu (9/12). (gus).


Ekonomi Batam Bakal Booming 2010



Foto : Nada Faza Soraya


Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kota Batam memprediksi pertumbuhan ekonomi Batam tahun depan mencapai dua kali lipat dari perkiraan saat ini yang 6,8 persen.







Kondisi itu dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain, mulai meredanya dampak krisis keuangan global yang menyebabkan sejumlah perusahaan manufaktur yang orientasinya ekspor serta perusahaan galangan kapal di Batam telah mendapat order cukup besar untuk pengerjaan proyek tahun depan, perusahaan galangan kapal bahkan diketahui telah kelebihan order. Selain itu, masih banyak lagi faktor lainnya yang akan memicu pertumbuhan ekonomi Batam, misalnya dampak dari akan dibukanya Casino di Singapura pada April tahun depan yang diprediksi bakal meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing dari Singapura ke Batam.

Untuk mengetahui proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan, berikut petikan wawancara wartawan Koran Jakarta dengan Ketua Kadin Kota Batam, Nada Faza Soraya, Rabu (9/12).



Bisa dijelaskan kilas balik perekonomian Batam sepanjang tahun ini ?

Pertama saya mau jelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Batam setiap tahunnya selalu diatas rata rata nasional, pada 2007 mencapai 7,6 persen, dan tahun 2008 sekitar 7,3 persen, lalu tahun ini diprediksi lebih dari 6,8 persen sedangkan rata rata nasional hanya 4-4,5 persen.

Tingginya pertumbuhan ekonomi Batam itu cukup wajar, karena sebagai kota industri dan diberi banyak fasilitas oleh pemerintah pusat tentunya pertumbuhan ekonominya juga harus lebih tinggi dari daerah lain, dan Batam sepatutnya diperbandingkan dengan kota lain di negara tetangga yang juga merupakan kota industri.

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu juga tidak terlepas dari kondisi atau iklim investasi yang setiap tahun mengalami kemajuan sehingga investor asing dan dalam negeri terus masuk ke Batam. Hingga Agustus 2009 saja, total aplikasi PMA yang disetujui sebanyak 55 proyek baru dengan nilai investasi 44.294.743 dollar AS dan perluasan usaha sebanyak 12 proyek dengan nilai 23.738.681 dollar AS.

Sedangkan investasi PMDN hingga Agustus 2009 terdapat satu aplikasi proyek senilai 9,6 miliar rupiah dan diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 100 orang.

Meskipun tahun ini dirasa cukup berat bagi sejumlah perusahaan di Batam akibat resesi global yang menurunkan order, namun secara rata-rata tidak terlalu berpengaruh, karena perusahaan tetap beroperasi dengan menerapkan strategi efisiensi.

Sektor ritel, jasa perhotelan dan restoran tahun ini mengalami kemajuan cukup pesat itu terlihat dari dibukanya sejumlah gerai baru perusahaan ritel dan dibukanya beberapa hotel baru yang menandakan tingginya permintaan.



Lalu proyeksi tahun depan bagaimana ?...

Saya, salah satu orang yang cukup optimistis pertumbuhan ekonomi Batam akan booming tahun depan atau mengalami pertumbuhan dua kali lipat dari realisasi saat ini.


Alasanya ?...



Pertama, dampak krisis keuangan global sudah mulai mereda, itu terlihat dari mulai banyaknya order yang diterima sejumlah perusahaan di Batam yang orientasinya ekspor begitupun dengan proyek proyek perusahaan galangan kapal.



Kedua, Batam telah ditetapkan sebagai kawasan FTZ/ Free Trade Zone atau kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas sehingga tarif pajak, bea masuk dan cukai nol persen.

Itu merupakan fasilitas yang sangat menarik bagi investor untuk berusaha di Batam, sehingga saya yakin tahun depan investor asing akan berduyun duyun buka usaha di kota ini.

Ketiga, stabilitas politik nasional yang cukup kuat menjadi katalisator dan berdampak positif bagi citra ekonomi Batam dan nasional.

Dan yang keempat dan terpenting menurut saya adalah akan dibukanya Kasino di Sentosa Singapura pada April tahun depan. Dampak dari dibukanya Kasino itu cukup signifikan karena akan terjadi lonjakan cukup besar arus wisatawan dari Singapura ke Batam.

Pasalnya, orang yang pergi ke Kasino tersebut tentunya akan mencari tempat beristirahat dan makan yang relative murah, nyaman dan dekat dari lokasi, dan Batam memberikan itu. Karena letaknya yang dekat dengan Singapura serta harga atau tariff makan dan sewa hotel yang masih murah dibanding Singapura akan menjadi daya tarik sendiri bagi Batam. Oleh karena itu, sejumlah properti seperti Ruko di Batam saat ini diserbu pembeli untuk membuka aneka usaha karena diprediksi akan ada lonjakan dari wisatawan dari Singapura.



Untuk menangkap peluang itu, apa yang mesti dipersiapkan pengusaha dan pemerintah daerah ?...

Pemerintah daerah perlu mengintensifkan promosinya di Sentosa, selain itu rute pelayaran dari Sentosa ke Batam harus di perbanyak untuk menampung jumlah kunjungan wisatawan tersebut. Pemerintah juga perlu menyempurnakan fasilitas umum yang ada seperti pelabuhan, kendaraaan umum dan lainnya.

Lalu bagi pengusaha, tentunya ini menjadi peluang yang cukup menggiurkan sehingga tidak perlu ragu untuk melakukan ekspansi usaha pada tahun depan. (gus).

Polda Kepri Kerahkan 2/3 Kekuatan Amankan Natal dan Tahun Baru

BATAM – Kepolisian Daerah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan menurunkan 2/3 kekuatannya untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun baru 2010 yang akan difokuskan di gereja, pelabuhan dan pusat keramaian. Itu dilakukan untuk mengantisipasi tindakan terror yang akan mengacaukan jalanya perayaan hari besar keagamaan tersebut.






Kapolda Kepri Brigjen Pol Pudji Hartanto, jelang natal dan tahun baru 2010 pihaknya akan menggelar operasi lilin dengan mengerahkan 2/3 kekuatan pasukannya untuk mengamankan sejumlah titik yakni gereja, pelabuhan dan tempat keramaian seperti mall dan tempat hiburan yang sering menjadi sasaran teroris.

“Kami berharap perayaan Natal dan tahun baru 2010 bisa berjalan aman dan tertib tanpa gangguan, untuk itu 2/3 pasukan akan dikerahkan untuk mengamankannya,” kata dia kepada sejumlah wartawan, Rabu (9/12).

Dengan dikerahkannya sebagian besar kekuatan yakni 2/3 atau sekitar 2700 polisi dari seluruh kekuatan pasukan yang ada di Kepolisian Daerah Kepri yakni sekitar 4.000 orang, maka pihaknya memberi jaminan bahwa keamanan pada saat perayaan natal dan tahun baru berjalan aman dan tertib. Meski demikian, pihaknya minta masyarakat untuk mendukung operasi tersebut dengan cara memberitahukan pihak pihak atau orang yang dicurigai teroris ke kantor Polisi.

Menurut Pudji, besarnya jumlah pasukan yang dikerahkan pada perayaan Natal dan tahun baru, untuk mengantisipasi tindakan teroris, karena wilayah Kepri yang cukup banyak beroperasinya perusahaan asing serta lokasinya yang sangat strategis berpotensi dijadikan sasaran teroris.

Dikatakan, setiap gereja nantinya akan diamankan sekitar 5-8 orang polisi berseragam, selain itu polisi dengan pakaian biasa juga akan ikut mengamati. Selain gereja, tempat yang menjadi fokus pengamanan juga pelabuhan, karena Kepri sebagai daerah kepulauan miliki banyak pelabuhan sehingga sangat mudah bagi teroris untuk masuk.


Uang Palsu

Sementara itu, Kepolisian Sektor (Polsek) Batuampar Batam, berhasil mengamankan tiga orang tersangka pengedar uang palsu senilai 2,7 juta rupiah di pusat perbelanjaan Batam.

Kepala Polsek Batuampar, AKP Hendrik AA mengatakan, ketiga tersangka tersebut yaitu Irwansyah (30), Indra alias Atok (28) dan Suryo Yani Hadi (34), selanjutnya dikenakan sanksi sesuai pasal 245 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman di atas 1 tahun penjara.

Ketiga tersangka, kata dia memperoleh uang palsu dengan cara melakukan scan uang asli di Komputer dan mencetaknya dengan bahan kertas HVS. Selanjutnya, secara berkomplot mereka mengedarkan uang palsu itu ke sejumlah pusat perbelanjaan. (gus).

Senin, 07 Desember 2009

Mobil 1 Gelar Reli Wisata Batam



BATAM – Mobil 1 pelumas synthetic dari Exxon Mobile akan menggelar reli wisata yang kedua di Batam pada Minggu (13/12). Kegiatan yang mengambil rute di seputaran kota Batam itu akan di ikuti lebih dari 120 peserta memperebutkan hadian puluhan juta rupiah.






Marketing Manager PT Prima Karya Nusa, distributor Oli Mobile 1 untuk wilayah Sumatra, Trivera Hendra mengatakan, kegiatan Reli wisata yang akan diadakan pada 13 Desember tersebut merupakan kegiatan yang kedua setelah sebelumnya diadakan pada tahun 2007.

Untuk kegiatan yang kedua ini, pihaknya mengambil tema Safety riding dan Sufforting Visit Batam 2010.

“Ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya, dan diharapkan akan menjadi agenda tahunan,” katanya, Selasa (8/12).

Dengan kegiatan tersebut, diharapkan pangsa pasar Mobil 1 di Batam khususnya dan Indonesia umumnya bisa meningkat. Secara nasional, Mobil 1 saat ini menguasai 20 persen pangsa oli khusunya untuk oli kendaraan roda empat, sedangkan di Batam pangsa pasarnya mencapai 40 persen.

Mobil 1 sendiri, kata dia merupakan pelumas yang memiliki kualitas tinggi karena diproduksi dengan teknologi yang sudah teruji secara internasional. Itu dibuktikan dengan keikutsertaan Mobil 1 dalam mensponsori reli internasional Formula 1.

Salah satu keunggulan Mobil 1, kata Vera adalah bisa mencegah karat pada mesin kendaraan karena produk ini diformulasikan dengan teknologi anti aus supersyn yang dipatenkan. Dengan teknologi itu, kebersihan mesin dan perlindungan atas keausan serta menjaga agar mesin tetap bekerja seperti mesin baru.

Tim Panitia, Arifinto menambahkan, Reli wisata yang kedua kali ini akan diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari 120 mobil. Peserta tidak membatasi jenis dan type mobil yang akan ikut dalam reli tersebut.

Untuk menyelesaikan reli tersebut, peserta harus melewati tiga etape yang akan dimulai dari Hotel Planet Holiday Jodoh, lalu ke Resort Batam View dan berakhir di Batam City Square Nagoya.

Panitia, kata dia akan memilih 12 peserta terbaik yang akan mendapat hadian uang tunai puluhan juta rupiah serta merchandise dari panitia.

Keunikan dari acara kali ini, kata Arifinto adalah peserta akan diajak untuk melakukan bakti social di sepanjang areal reli dan sekaligus turut mensosialisasikan peraturan lalu lintas yang baru soal larangan jalan terus di persimpangan sebelah kiri.
Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam mensukseskan Visit Batam 2010. (gus).

Minggu, 06 Desember 2009

Risiko Politik Mulai Menghantui Bursa

Meskipun saham-saham masih memiliki momentum untuk bergerak naik, namun risiko politik mulai menghantui bursa. Pelaku pasar diperkirakan akan berhati-hati dan membatasi investasinya menunggu apakah langkah politik DPR dalam memulai proses pemakzulan (Hak Angket) minggu ini cukup terkendali, atau bahkan tidak terkendali, yang mengakibatkan pada krisis politik, yaitu perseteruan antara DPR dan Pemerintah.







Di masa lalu, langkah politik DPR seringkali bertindak berseberangan dengan Pemerintah, meskipun koalisi partai Pemerintah mayoritas di DPR. Pemerintahan koalisi mayoritas di Indonesia tidak pernah menjamin ‘bersatunya’ koalisi secara efektif.

Kepala Berita koran-koran ibukota dan daerah-daerah masih menyoroti secara tajam berjalannya Hak Angket DPR. Hak Angket DPR adalah hak parlemen dalam pemakzulan eksekutif, apakah Presiden, Wakil Presiden atau para menteri-menteri pembantu Presiden.

Bahkan lebih jauh, Presiden melemparkan sebuah pernyataan bahwa terdapat gerakan politik untuk menjatuhkan dirinya menyusul peringatan Hari Antikorupsi Sedunia tanggal 9 Desember mendatang. Pernyataan politik ini bersamaan dengan dimulainya proses Hak Angket, di mana Panitia Khusus DPR tentang Kasus Bank Century memulai sidang-sidangnya hari Senin ini.

Hal yang positif bagi bursa adalah proses politik di DPR masih ‘dikuasai’ oleh koalisi partisan Pemerintah. Artinya meskipun mereka mendukung Hak Angket sebagai pesan bahwa Partai-Partai Pemerintah SBY mendukung gerakan anti korupsi, namun ditengarai bahwa proses pemakzulan akan dihadang (digembosi) oleh koalisi partai Pemerintah.

Indeks Secara Teknikal Masih Akan Naik

Secara teknikal, saham-saham unggulan masih berpeluang untuk melanjutkan reli panjang. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah membentuk ascending and flat longitudinal dengan titik resistensi pertama di 2.515 serta resistensi kedua di 2.528. Bila indeks berhasil menembus titik ini, bukan tidak mungkin indeks akan mencoba resistensi baru di titik 2.670. Bila dilihat dari sisi momentum, indeks masih berpeluang untuk naik.

Ekonomi AS tunjukkan pemulihan

Sementara itu, perkembangan ekonomi AS telah menunjukkan pemulihan. Data pengangguran AS yang diumumkan Jumat waktu New York, menurun ke 10,0% di bulan November dari titik 10,2% di bulan Oktober yang lalu. Meskipun relatif masih terlalu tinggi, setelah resesi, namun ada tanda-tanda pemulihan.

Menyusul perkembangan ini, indeks Dow naik 22,07 poin atau 0,21% ke 10.388,2. Kenaikan Dow bahkan sempat mencapai 100 poin pada awal sesi sebelum terkoreksi menyusul angka pengangguran yang bak roller coaster ini. Berita bagusnya adalah pemberi kerja dari sektor non pertanian hanya memPHK 11.000 karyawan saja, angka 5 dijit pertama dari sebelumnya yang berada pada posisi 6 dijit. Lebih lanjut tingkat pengangguran AS menurun dari 10,2% ke 10,0% di bulan November.

Tentu pergerakan data ekonomi yang semakin menunjukkan ke arah pemulihan ini akan menjadi pemicu positif bagi bursa-bursa dunia termasuk Jakarta. Namun beberapa isyu-isyu domestik perlu dicermati agar tidak melampaui batas-batas kewajaran. Artinya persoalan hukum seharusnya diselesaikan secara hukum sedangkan program-program percepatan pertumbuhan ekonomi Pemerintah masih membutuhkan dukungan politik yang solid dari parlemen.